Mantan Agen KGB itu Minta Dimakamkan dengan Cara Islam
For English, see here on pages no. 2: 
http://www.timesonline.co.uk/article/0,,3-2486268_1,00.html

Tuesday, December 6, 2006 (eramuslim.com) 

Nama Alexander Litvinenko belakangan menjadi buah bibir international, setelah 
kematiannya terungkap karena dibunuh dengan racun sejenis bahan radio aktif 
isotop polonium 210.

Sebelum ajalnya, ternyata mantan agen mata-mata rahasia Rusia-KGB itu berpesan 
agar ia dimakamkan dengan cara Islam.

Menurut ayahnya, Walter Litvinenko, anak laki-lakinya itu sudah menyatakan diri 
masuk Islam saat terbaring sekarat di rumah sakit London sampai akhirnya 
meninggal pada Kamis, 23 November kemarin.

Dalam wawancara dengan surat kabar Moskow, Kommersant yang dikutip Times Online 
edisi hari ini, Selasa (5/12), Walter mengatakan anaknya yang semula memeluk 
agama Kristen Ortodoks menyatakan permintaan terakhirnya sebelum meninggal, 
yaitu agar ia dimakamkan secara Islam.

"Dia bilang,'Saya ingin dikubur menurut tradisi Muslim'. Saya bilang, ok 
anakku. Semuanya akan dilakukan seperti yang engkau inginkan. Kami sudah 
memiliki seorang Muslim di keluarga kami. Yang paling penting adalah meyakini 
Yang Maha Besar. Tuhan itu satu," kata Walter Litvinenko.

Walter menyatakan yakin bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin terlibat dalam 
kematian anaknya. Ia menolak klaim yang mengatakan bahwa mantan agen Rusia 
lainnya terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap puteranya itu.
"Ada perintah langsung dari 'atas' untuk membunuh anak laki-laki saya. Saya 
tidak ragu ini dilakukan oleh sejumlah agen rahasia Rusia atas izin dari 
Vladimir Putin," ujarnya.

Walter yang berduka atas kematian puteranya itu menyatakan akan kembali ke 
Rusia setelah pemakaman anaknya, meski ia sudah mempertimbangkan bahwa 
kepulangannya ke Rusia bukan tanpa bahaya.
Kematian Alexander Litvinenko dan tudingan atas keterlibatan Presiden Rusia, 
menjadi peristiwa pembunuhan bernuansa politik pertama di Barat yang melibatkan 
Kremlin, sejak perang dingin dan sempat menegangkan hubungan antara London dan 
Moskow.

Dalam pernyataan yang dibacakan setelah kematiannya, Alexander Litvinenko 
menulis,"Anda bisa saja berhasil membungkam seorang pria. Tapi protes dari 
seluruh dunia akan bergema, Mr Putin, di telingamu sepanjang sisa hidupmu."
Kematian Alexander Litvinenko yang tercatat sebagai warga negara Inggris ini 
memang masih menjadi teka-teki. Yang sudah jelas adalah, ia dibunuh dengan 
bahan radio aktif berbahaya. Sebagian pihak menganalisa, pembunuhan itu adalah 
bagian dari plot untuk mendiskreditkan Kremlin. Sementara pihak berwenang di 
Rusia membantah terlibat dalam pembunuhan itu.

Sosok Alexander Litvinenako juga dikenal dekat dengan tokoh perwakilan pejuang 
Chechnya, Akhmad Zakayev. Zakayez sempat menjenguk Alexander di rumah sakit 
sebelum kematiannya. Ia menuding Kremlin berada dibalik pembunuhan Alexander 
dan mengatakan bahwa Kremlin sudah mengirim 'gangster-gangster politik' ke 
Inggris. 

-------------------------------------------------------------------------------------------XXX
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

[Non-text portions of this message have been removed]






    
---------------------------------
  Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.  

         

 
---------------------------------
Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke