--- In daarut-tauhiid ---

Mumpung masih dalam suasana memperingati hari Kartini, berikut 
cuplikan 
kecil kisah yang bisa jadi cermin kita. 

" Yvonne Ridley adalah seorang wartawati-feminis asal Inggris. Dia 
pernah 
mengejutkan dunia ketika ditangkap oleh tentara Taliban di 
perbatasan 
Afghanistan-Pakistan saat melakukan reportase dalam penyamaran 
menjelang 
serangan Amerika Serikat dan para sekutunya terhadap Afghanistan 
pada 
akhir 2001. Setelah ditahan selama sepuluh hari oleh penguasa 
Taliban, 
Yvonne Ridley akhirnya dibebaskan.

Namun pengalaman tersebut sangat membekas dalam kalbunya dan 
mengubah 
jalan hidupnya. Sekembalinya ke Inggris, Yvonne mulai mempelajari Al 
Quran. Dua tahun kemudian, ibu seorang putri yang sebelumnya 
penganut 
hidup bebas ini menyatakan diri masuk Islam. 

Setelah mantap dengan keyakinan barunya, Yvonne kemudian memutuskan 
mengenakan hijab dalam kesehariannya dan selalu tampil dengan jilbab 
rapi 
menutupi kepalanya. Dia menyatakan bahwa busana muslimah yang kini 
dikenakannya justru menguatkannya,
"Betapa terbebaskan rasanya karena kita dinilai berdasarkan isi otak 
kita 
dan bukan dari ukuran payudara atau panjang kaki kita. Superioritas 
dalam 
Islam dicapai melalui kesalehan, bukan dari kecantikan, kekayaan, 
kekuasaan, jabatan, atau jenis kelamin".

.Yvonne juga menyatakan bahwa Islam menjamin sepenuhnya hak 
perempuan 
untuk mendapatkan pendidikan dan merupakan tugas semua perempuan 
untuk 
mencari pengetahuan, apakah dia lajang atau menikah. Tak ada dalam 
pandangan Islam yang menyatakan bahwa kaum perempuan diharuskan 
mencuci, 
membersihkan rumah, atau memasak untuk kaum laki-laki.

Pendek kata, dalam istilah Yvonne,
"Segala yang diperjuangkan oleh kaum feminis pada dasawarsa 1970-an 
ternyata sudah didapat oleh para perempuan Muslim 1.400 tahun silam. 
Jika 
aku menganggap ada sesuatu dalam agama ini yang tidak adil terhadap 
kaum 
perempuan, aku pasti tak akan mau masuk Islam"

Kini Yvonne dikenal luas sebagai seorang kolumnis yang vokal dalam 
membela 
Islam dan kaum tertindas, selain sebagai aktivis perdamaian. Dia 
menulis 
dengan ketajaman luar biasa. Tanpa tedeng aling-aling, dia menggugat 
'sesat pikir' Barat terhadap Islam dan mencoba menggambarkan 
kemuliaan 
ajaran Islam kepada dunia global"

(diambil dari buku "Dari Penjara Taliban Menuju Iman - Anton Kurnia)

Salam,

[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---


Kirim email ke