Penjual Buah
Oleh: Agussyafii

Distasiun Citayem kalo pagi selalu ramai dengan penjual jambu klutuk. Ada
penjual yang selalu membiarkan orang yang lewat mengambil jambunya. "Pak,
diambilin begitu aja, apa nggak takut rugi?" tanya saya. "Ya kalo rugi saya
sudah nggak jualan pak. biarin aja pak hitung-hitung amal. " Jawabnya si
penjual buah.

Saya pikir benar juga ya apa yang dikatakan penjual buah itu. Kehidupan
tidak selalu dilihat untung dan rugi. Sementara ada amal yang lebih berharga
diatas untung dan rugi semata.

Wassalam. []


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke