Kotak Korek Api

Apa yang bisa anda lakukan dengan sebuah kotak korek api kosong?
mungkin bagi anda kotak korek api hanya akan berpindah ke tong sampah.
Tapi tahukah anda? Bahwa kotak korek api inilah yang telah
memperkenalkanku dengan huruf dan angka. Kotak korek api inilah yang
telah mengantarkanku bisa menulis dan membaca.

Hal ini berawal dari kreativitas pak erman, guru pertama saya kelas I
SD dulu. Di tangan pak Erman, kotak korek api yang tidak seberapa itu
justru menjadi sebuah barang yang tak ternilai harganya. Terutama bagi
kami para muridnyanya. 

Tahukah anda?korek api itulah yang telah memperkenalkanku dengan huruf
dan angka. Korek Api itulah yang telah membuka mataku dari buta aksara
dan angka, sehingga bisa mengenal dunia ilmu pengetahuan.

Kok Bisa??? 

Kotak korek api yang bentuknya menyerupai balok-balok kecil oleh pak
erman ditempeli dengan huruf dan angka yang beliau tulis pada potongan
kecil kertas HVS. Melalui kotak korek api yang bergambar huruf dan
angka inilah beliau mengenalkan kami dengan huruf dan angka.

Setiap hari beliau mengajak kami bermain dengan kotak korek api itu.
Memperkenalkan bentuk huruf, menghafal setiap bentuk huruf,
menyusunnya menjadi kata kemudian merangkai kat itu menjadi kalimat.

Setelah puas bermain dengan balok korek api, kami diajak belajar
menuliskan huruf dan angka itu di buku dan papan tulis. Kadang kala
beliau mengajak kami bernyanyi. rutinitas itu kami lakukan setiap hari
tanpa ada rasa bosan. Sungguh inovasi belajar yang menyenangkan.

Seikat Lidi

Anda tau dengan apa beliau mengajarkan kami berhitung?Dengan
sempoa...? Alat hitung yang warna warni....? Kalkulator...?
Tidak..!Beliau mengajari kami berhitung hanya dengan seikat lidi
tulang daun kelapa.

Lidi kelapa itu beliau potong 5 cm sama panjang. kemudian alat itu
beliau jadikan sebagai alat peraga. beliau mengajari kami penjumlahan
dan pengurangan dengan alat peraga itu. Dari 1+1 hingga 100+ 100
bahkan mungkin lebih...(g' nyampe kali) Beliau menuntun kami dengan sabar.

Guru pertamaku yang sederhana

Subhanallah hanya dengan kotak korek api dan lidi beliau bisa
menjadikan suasana belajar kami menyenangkan. Anda tau, ketika naik
kelas II hampir 50% lebih dari kami sudah bisa membaca dengan baik.
Padahal satupun dari kami tidak ada yang menempuh TK sebelumnya. Jadi
kami masuk SD semuanya benar-benar dari nol.

Itulah Pak Erman Guru pertamaku. Jika ada pemilihan guru teladan maka
beliau adalah pilihanku, jagoanku. Aku belum menemukan guru yang lebih
cerdas dari beliau mengatasi keterbatasan. Semenjak kepindahan beliau
tidak pernah lagi aku menemukan guru kelas I yang seprofesional
beliau. Padahal sekarang, fasilitas alat peraga sudah tersedia.

Terakhir; Salam takzimku untuk pak Erman yang sekarang entah dimana
beliau berada. Terima kasih pak, kontribusimu begitu besar hingga ku
bisa seperti sekarang ini.

NB.

- Selamat hari buruh (1/05), untuk seluruh karyawan dan para pekerja.
super khusus teman2ku di libo.


- Selamat hari pendidikan nasional (2/05) untuk insan pendidikan,
super khusus untuk guru dan dosenku. 


- Selamat hari pers dunia (4/05) untuk semua insan pers. Super khusus
untuk teman2ku di lentera_jogja. 


- Selamat hari buku nasional (17/05) untuk para pecinta buku, penulis
dan penerbit.

- Selamat hari kebangkitan nasional (20/05) untuk para aktivis dan
pejuang kebangkitan bangsa.

- Selamat hari reformasi (21/05) untuk para aktivis dan pejuang reformasi.

Begitu banyak momen bersejarah di bulan ini. Akankah kita termasuk
yang istimewa disana? Seperti pak Erman yang telah mengukir sejarah,
miskipun itu hanya tertoreh di hati kecil seorang muridnya yang tak
seberapa ini.



Kirim email ke