embun adalah sejarah... kisah yang selalu dituturkan alam namun jarang dikenang semesta
embun pun tak ingin dikenang, hadir antara ada dan tiada.. tetap setia mengisi pagi jadilah embun jika kau ingin mencinta adakah embun mengharap pamrih? janjinya selalu terbukti, "pagi masih milik kita" Jogjakarta, Senin 19 November 2007 Salam, Rofiko Rahayu ----- Pesan Asli ---- Dari: Hapsari Wirastuti Susetianingtyas <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: Rofiko Rahayu Kabalmay <[EMAIL PROTECTED]> Terkirim: Jumat, 16 November, 2007 4:00:29 Topik: Re: cukup embun... Semoga embun tak memberiku air mata Seperti angin yang telah mengirimkan mendung Dan menjadikan hujan tangis Pada tanggal 16/11/07, Rofiko Rahayu Kabalmay <[EMAIL PROTECTED]> menulis: cukup embun tak sanggup menjadi yang lain untukmu cukup embun senantiasa menghiasi pagimu cukup embun tak ingin jadi yang lain untukmu cukup embun rela sirna saat kau butuh hangatnya mentari cukup embun tak mungkin jadi yang lain untukmu cukup embun karena kau sanggup bedakan aku dari rinai hujan Jogja, 16 November 2007 Rofiko Rahayu Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers -- Regards, Hapsari Wirastuti Susetianingtyas See my blog on : http://napasbidadari.blogspot.com ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
