Lembayung Senja Merah Waktu terus bergulir melaju tak tertahan Matahari senja pulang keperaduan Berganti dengan sang rembulan malam Memberi terang pada sang kelam
Sungai rindu mengalir di dalam hati Mengikuti liku-liku tak bertepi Membawa pesona dirimu dalam diri Atas keinginan dan rasa terbawa bersama arus sendiri Pada suatu waktu tak tertuju Ku coba melukis bayangan di dalam air itu Tapi Semua hilang tak berarti Walaupun ku coba dengan pahat rasa di hati Kehadiran mu adalah semu Seperti sebuah fatamorgana di sahara Walau indah tak dapat tersentuh kalbu Hanya membuat haus dahaga Lembayung senja merah Kau ada tapi seperti tiada Kau nyata hanya di pelupuk mata Kau selalu bermain dalam Bumiku Biarlah kau ada tanpa bisa ku jamah Karena kau tetaplah yang terindah Dalam Perenungan Malamku, Hanya coba menulis Depok 14 Augustus 2007, 22:01 Erwin Arianto -- Best Regard Erwin Arianto,SE えるウィン アリアンと ------------------------------------- [Non-text portions of this message have been removed]
