Sebuah cerita yang mungkin kita juga penah mengalaminya, …

------------------------------

*From:* Jarod Dwi Harto
*Sent:* Tuesday, November 11, 2008 11:46 PM
*To:* Islam
*Subject:* Cerita dari Kantor Megah Perusahaan Fotokopi ternama



*Cerita dari Kantor Megah Perusahaan Fotokopi ternama*



Hari ini Alhamdullilah saya mendapat amanah untuk training di salah
satu *Perusahaan
Fotokopi ternama*. Pagi hari saya berangkat dengan hati gembira.



Sesampainya di sana dengan sopan saya parkir disebelah gardu Satpam.  Pak
Satpam yang baik hati memberikan kartu Parkir.

Sempat terdengar ucapan dari pak Satpam.."eh..orang agit.."..mungkin bapak
itu melihat saya menggunakan ID Card AGIT.



Akibat itu pula mungkin saya diberikan dispensasi tidak diminta KTP sebagai
syarat parkir tamu.



Pada break training, setelah lelah training saya keluar kantor tersebut
untuk makan siang. Saya bawa tas dan jaket keluar kantor.



Sengaja saya tidak menggunakan motor karena ingin makan RS Padang yang lezat
dipinggir jalan layang senen.



Jam setengah satu siang selesailah acara makan. Sayapun berjalan ditengah
terik matahari.



Tak sampai 10 menit saya sampai di depan kantor tersebut.



 Karena berfikir akan langsung solat, sayapun berjalan disisi kiri kantor
yang megah ini.



Sekitar 5 langkah berjalan, tiba-tiba ada yang berteriak.."Hey Pak..mau
kemana ?"



O..rupanya Pak Satpam mengejar saya.



Saya pun berhenti. ."Saya mau solat pak".



"Kalau solat bukan disini tempatnya pak. Silakan bapak berjalan ke mesjid
sana!". Pak Satpam berkata sambil menunjuk ke menara mesjid disebelah kantor
ini.



"Dibelakang bukannya ada mushola pak. Saya mau numpang solat ?" tanya saya
lagi. Saya belum sadar apa yang dimaksud Pak Satpam ini.



"Iya pak. memang ada. Tapi itu khusus karyawan pak" kata pak Satpam lagi
dengan tegas.



"Loh. memang tidak boleh pak (kalau bukan karyawan)? tambah penasaran saya.



"Kalau bapak mau kesana, silakan lapor ke resepsionis dulu ?" tegas Pak
Satpam.



"Duh..tambah runyam.."pikir saya.



Karena tidak mau debat kusir sayapun mengaku...



"Saya karyawan Astragraphia kok pak. Ini ID Card saya." Kata saya sambil
menunjukan ID Card.



"Wah, bapak karyawan ya. Kalau begitu silakan pak!" Kata pak Satpam sambil
mengayunkan tangannya seperti sedang menyuruh anak kecil pergi..



"Benar boleh pak ?" Tanya saya tambah ragu sambil berfikir "kok bapak ini
jadi marah ya ?"



" Iya pak silakan saja. Benar boleh!" Pak Satpam kembali mengayunkan
tangannya dengan ucapan yang kesal.



Kali ini saya tambah heran.."salah saya apa ya ?"



Sayapun  berjalan ke mushola dibelakang kantor itu. Buka sepatu dan
merenung.



Bertrilyun pertanyaan melaju cepat laksana pedang sabillilah membabat
musuh-musuh Allah.



1.       Apa salah umat muslim sampai tempat solatpun  seperti dikapling.

2.       Apa salah saya sampai Pak Satpam kesal sama saya padahal saya cuma
ingin menunakan solat.

3.       Apakah SOP Security telah merubah manusia menjadi obyek yang
diperdayakan dan bukan subyek.

4.       Apakah Bapak Satpam yang terhormat itu tidak Sholat sehingga tidak
bisa berempati ?

5.       Apakah perusahaan tempat bapak Satpam itu bernaung tidak diberikan
etika berkomunikasi yang baik ?

6.       Apa salah perusahaan ini sehingga solatpun harus lapor resepsionis
hanya karena alasan SOP security ?

7.       dan lain lain...dan lain lain....



Sedih hati saya, sangat dan teramat sangat sedih...



Tak bisakan Musholla itu dipindahkan kedepan kantor yang Megah itu dan Ruang
Satpam ditempatkan disamping Musolla.



Sehingga kantor itu menjadi berkah dan bapak Satpam yang mungkin sedang
linglung itu juga bisa selalu sadar bahwa semakin banyak orang berkunjung,
semakin banyak pula berkah menyertai kantor itu ?



====



Tapi mungkin banyak hikmah baik yang didapat kalau saya menuruti kata2 Pak
Satpam .



1.       Mungkin saya disuruh ke Mesjid karena pahalanya lebih besar

2.       Mungkin karena musolanya kecil sehingga tidak muat sehingga saya
disuruh solat di mesjid.

3.       dan banyak kemungkinan-kemungkinan lain...



Kalau kira2 ada yang membaca email ini dan bisa berkomunikasi dengan pihak
berwenang kantor tersebut sudi kiranya mengajukan usul saya supaya musolanya
dipindah ke depan kantor sehingga bisa tambah berkah kantor tersebut dengan
banyaknya orang yang solat di mesjid..eh musola tersebut.



Ini sekadar usulan saja dari saya..dan sedikit curhat tentang pak satpam
yang runyam.



salam



Jarod




P consider deeply before printing this email... save our
tree..._._,_.___
<http://groups.yahoo.com/group/thunder_kuliner/message/641;_ylc=X3oDMTMzbXN2OHF1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIzMjM4OTg3BGdycHNwSWQDMTcwNTA2MzEwNwRtc2dJZAM2NDEEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMjI2NDUzODM5BHRwY0lkAzY0MQ-->


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

-----------------------------------------------***
Donasi Dana untuk Sarikata.com :

No Rek : 145-118-2990
Atas Nama : Yudhi Aprianto
BCA KCP : Gatot Subroto Jkt

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi yang telah Anda 
berikan demi kelangsungan Sarikata.com di dunia maya ini.

-----------------------------------------------***
cara keluar dari milis ini :
kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
dan REPLY email konfirmasi dari yahoogroups.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke