Wa'd-Wa'id dalam Mengubah Tingkah Laku

By: agussyafii

Al-Qur'an secara keseluruhan merupakan ajakan kepada manusia untuk mengesakan 
dan menyembah Alloh SWT, seperti yang dijelaskan surat Q., s. al-Dzariyat / 
51:56. Seruan-seruan al-Qur'an dimaksud untuk mengubah tingkah laku manusia, 
dari yang tercela menjadi terpuji, dari jalan sesat ke jalan kebenaran, dari 
kegelapan ke cahaya yag terang. Sebagai satuan, al-Qur’an disampaikan kepada 
manusia sebagai petunjuk, (Q., s. al-Baqarah / 2:2), sebagai obat (Q., s. 
al-Isra / 17:82), sebagai nasehat (Q., s. al-Nahl / 16:69) sebagai bentuk kasih 
sayang Alloh SWT (Q., s. al-Isra / 17:82), sebagai peraturan (Q., s. 
al-Jatsiyah / 45:18), sebagai bacaan (Q., s. al-Baqarah / 2:2 sebagai 
pengetahuan tinggi (Q., s. Alu 'Imran / 3:48) sebagai peringatan (Q., s. 
al-Hijr / 15:9) dan sebagai penjelasan atau pembuktian, (Q., s. al-An’am / 
6:157).
    
Gabungan dari peran-peran itu merupakan sistem untuk mengajak manusia pada 
jalan yang benar yag diridhoi Alloh SWT. Sebagai kitab suci yang datang dari 
Alloh SWT yang Maha Sempurna, sebenarnya al-Qur'an adalah suatu kesempurnaan, 
akan tetapi untuk meyakinkan manusia bahwa al-Qur'an itu benar dan perlu 
dijadikan pedoman hidup, tidaklah mudah, karena manusia memiliki komplesitas 
yang sangat tinggi. Menurut al-Qur’an, di samping memiliki 'aql, qalb dan 
bashirah yang berpotensi membimbing ke jalan yang benar, manusia juga memiliki 
kecenderungan-kecenderungan yang negatif, seperti sewenang-wenang lagi bodoh, 
lemah, susah payah, suka mengeluh,tetapi ia sombong,  kikir,  suka 
membantah,amat zalim dan sangat mengingkari,suka ingkar berterima kasih, banyak 
mendebat, suka tergesa-gesa dan melampaui batas. 

Mengerjakan sesuatu pada kondisi yang kompleks membutuhkan sistem yang 
membentuk sinergi agar usaha itu mencapai hasil yang maksimal. Manusia yang 
sistem nafs-nya sangat komplek meskipun potensi positifnya lebih dominan, 
tetapi pengaruh negatif yang mempenganruhimya lebih besar kekuatannya, 
membutuhkan pendekatan yang pas untuk dapat berpikir lurus dan jernih. Manusia 
bisa salah persepsi jika terganggu. Dalam perspektif komunitas, kebatilan yang 
disampaikan secara sistematik lebih mempunyai daya panggil kepada menusia 
dibanding kebenaran yang disampaikan tanpa sistem, seperti yang dimaksud oleh 
maqalah.

Al-Qur'an sebagai paket seruan yang bekerja membimbing tingkah laku manusia 
memperhatikan kompleksitas kejiwaan mereka oleh karena itu di dalamnya 
terkandung muatan yang proporsional antara janji dan ancaman, antara rewads dan 
punishment. Dalam keadaan tertentu manusia seringkali perlu diancam dengan 
kekerasan untuk mau melakukan sesuatu, tetapi dalam keadaan lain atau bagi 
orang lain ancaman boleh jadi justru tidak efektif. Sebaliknya bujukan dan 
janji mungkin lebih efektif untuk menggerakan orang melakukan atau meninggalkan 
suatu tingkah laku. 

Janji memberikan keuntungan berlipat dalam kegiatan arisan berantai yang telah 
berkali-kali berhasil menggerakakan masyarakat ikut dalam program tersebut 
merupakan contoh efektifnya janji, meskipun telah berkali-kali masyarakat 
mendengar bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan penipuan. Sementara itu ancaman 
penjara ternyata belum tentu efektif dengan bukti banyak penjahat yang 
berulang-ulang kali keluar masuk penjara. 
    
Pekerjaan mengubah tingkah laku manusia adalah pekerjaan mengubah cara 
berpikir, mengubah mental dan mengubah karakter manusia memang bisa diubah, 
tetapi proses perubahan itu tidaklah sederhana karena menyangkut aspek Nafs 
manusia. Menurut psikologi ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk 
mengubah tingkah laku manusia, yaitu hukuman dan ganjaran.  Manusia yang 
betingkah laku manusia, yaitu hukuman setiap kali melakukan kejahatan dengan 
asumsi bahwa ia akan merasa jera dan kemudian takut melakukan kejahatan karena 
takut mendapat hukuman. Orang lain yang melihat ada orang dihukumpun diharap 
untuk tidak mendekati perbuatan jahat karena takut dihukum. 

Teori kedua mengatakan bahwa untuk merangsang orang melakukan kebaikan justru 
dengan memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi, kepada orang yang 
terbaik. Penghargaan itu bertujuan untuk membuat orang lain berlomba-lomba 
mencapai tingkat terbaik. Dengan demikian maka pendidik, dai atau pemerintah 
sibuk memikirkan apa yang akan diberikan kepada orang yang terbaik bukan sibuk 
memikirkan bagaimana menghukum orang yang bersalah. 

Wassalam,
agussyafii

---
Tulisan ini dalam rangka kampanye program 'Amalia Love Green (ALG)' Ahad, 
tanggal 14 Juni 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek 
Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. 'Lima Cara Amalia Love 
Green (5 CALL Green) Pelihara Bumi' 1. Jadilah Penyelamat Bumi dengan memulai 
dari hal yang kecil dan mudah, 2. Tanam bunga dalam pot, 3. Gunakan Air dengan 
bijak, 4. manfaatkan kembali benda-benda yang bisa digunakan, 5. Matikan lampu 
yang tidak digunakan. Mari kirimkan dukungan anda pada program 'Amalia Green 
Love (AGL)' melalui http://agussyafii.blogspot.com, 
http://id-id.facebook.com/people/Agus-Syafii-Muhamad/861635703 atau sms 087 
8777 12431




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke