Dia memandang kearahnya tanpa sepatah kata
Seorang mahadewa dengan menggenggam naurah berdiri disana
Menunggu siapakan gerangan?

Seorang putri serupa cayadewi datang dengan kereta kudanya
Kemudian mereka menggaguk dan berlalu bersama
Dibawah gegap gumpita purnama mengiring bayangan
Dia tak mampu lagi untuk memandang

-- 
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

ViSiT My BLoG
www.napasbidadari.multiply.com
www.napasbidadari.blogspot.com
www.hapsariwirastuti.wordpress.com

Kirim email ke