NYEMAN DI BELANTARA BANJIR ( III )
   
  "Ibu, kenapa banjir ini enggan mencela 
  segala dusta sang penguasa kota?" 
   
  "Kamu ini tahu apa? Sudahlah, kita
  harus berjalan mencari tepi!"
   
  "Siapa yang harus mengenyam tepi itu? 
  Kita di tengah dinding kota!"
   
  "Penguasa kota ini selalu menyimpan
  kebodohannya, nak..."
   
  Dua manusia sedarah itu berbicara,
  mencoba menancapkan tanya dan sesal.
   
  2007, Leonowens SP  
   

 
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke