THERESSA SU-KENANGAN DICUMBU MALAM ( V )
   
  “Kita berhenti sejenak di puncak pegunungan.
  Lihatlah, lembar luas danau yang meliuk, kabut lembut 
  bertandang di tebing bertubuh batu, mendung 
  kian bersanding di langit.”
   
  Tertegun sejenak, melepas pandangan
  di kebebasan alam. Sesaat mulut terkatup: 
  gubris senja, mata terhalau rapi…
   
  Malam telah datang melangkahi angin,
  “tiada daya kita mengejarnya…” Karena malam,
  hendak mencumbu nafas-nafas api, dan meminjamkan
  setitik kenangan yang dilalui. “Kita tetap menunggang petir!”   
   
  2007, Leonowens SP

         
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos? 
 Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke