"Bagian 2". Sambungan dari "Bagian 1" sebelumnya... 
   
  Salam Baca,
  PH Pro
  Indonesia
   
      
---------------------------------
  
  From: WIYOSO HADI 
Sent: Tue 7/10/2007 12:58 PM
Subject: RE: Uneg-Uneg (Bukannya Eneg-Eneg)

   
  Lieber Freund Yus :-)
   
  Mengapa ya ada orang baik mati duluan dan mengapa ada orang zalim hidup lebih 
lama dan hidup makmur? 'Insya Allah jawabannya dapat ditemukan dalam 
hikmah-hikmah "tersirat" 29 (dua puluh sembilan) terjemahan ayat suci berikut. 
Saya juga kirim buat sahabat-sahabat baik non-muslim. Silakan ambil sisi-sisi 
Universalnya dan sesuaikan dengan ajaran kitab keyakinan agama teman-teman 
masing-masing. Selamat merenung. Selamat bertafakur. Selamat menemukan jawaban. 
:-) 
   
  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat 
sajalah disempurnakan (balasan kebaikan) pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari 
neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan 
dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali 'Imran:185)
   
  Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan 
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu: 
nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. 
Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (An Nisaa':69)
   
  Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi 
ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari 
rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian 
menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap 
pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
(An Nisaa':100)
   
  Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi atas semua hamba-Nya, dan 
diutusnya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian 
kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, 
dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan (menangguhkan) kewajibannya. 
(Al An'aam:61)
   
  Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. 
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan mati dari yang 
hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu 
masih berpaling. (Al An'aam:95)
   
  Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan 
matiku hanyalah untuk Allah, Rabb (Pemelihara) semesta alam. (Al An'aam:162)
   
  Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di di bumi itu kamu mati, dan 
dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (Al A'raaf:25)
   
  (keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyirikin adalah) seperti keadaan 
orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak 
harta benda dan anak-anaknya daripada kamu (lebih beruntung duniawi). Maka 
mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah nikmati bagianmu 
sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu 
mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka 
itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah 
orang-orang yang merugi. (At Taubah:69)
   
  Dan adapun orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan turunnya 
surat itu bertambah keingkaran mereka terhadap kebenaran, di samping keingkaran 
(yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan ingkar terhadap kebenaran Ilahi. 
(At Taubah:125)
   
  Orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim 
kepada diri mereka sendiri, lalu mereka berserah diri (sambil berkata): "Kami 
sekali-kali tidak mengerjakan suatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, 
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan" (An Nahl:28)
   
  Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah 
dikunci-mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai. (An Nahl:108)
   
  Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka 
sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak 
(pula) hidup. (Thaahaa:74)
   
  Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (wahai 
Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan (hidup) kekal? (Al 
Anbiyaa':34)
   
  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan 
keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada 
Kamilah kamu dikembalikan. (Al Anbiyaa':35)
   
  Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau 
mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). 
Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya Pemberi Rezeki. (Al Hajj:58)
   
  Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah 
memelihara mereka dari azab neraka. (Ad Dukhaan:56)
   
  Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari 
Kiamat, dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam 
rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan 
diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana 
dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Waspada. 
(Luqmaan:34)
   
  Katakanlah (wahai Muhammad): "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut 
nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian hanya kepada Tuhanmu lah kamu akan 
dikembalikan. (As Sajdah:11)
   
  Katakanlah (wahai Muhammad): "Melarikan diri dari itu sekali-kali tidaklah 
berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan 
jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan 
(dunia) kecuali sebentar saja". (Al Ahzaab:16) 
   
  Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang 
belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah ia 
tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang 
ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan 
Allah bagi kaum yang berpikir. (Az Zumar:42)
   
  Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan suatu 
urusan, Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (Al Mu'min:68)
   
  Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai 
tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah 
mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas 
penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah 
(membiarkannya sesat)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Al 
Jaatsiyah:23)
   
  Sesungguhnya orang-orang yang ingkar terhadap Allah dan menghalangi (manusia) 
dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaaan ingkar, maka sekali-kali 
Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. (Muhammad:34)
   
  Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak 
dapat dikalahkan. (Al Waaqi'ah:60)
   
  "...jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya hanya kamu sajalah kekasih Allah 
bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah (cita-citakanlah) kematianmu 
(agar segera datang menjemput ajalmu), jika kamu adalah orang-orang yang 
benar." (Al Jumu'ah:6)
   
  Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya kematian yang kamu lari 
daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu 
akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu 
Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (Al Jumu'ah:8)
   
  Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum 
datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata: "Ya 
Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang 
dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang 
saleh". (Al Munaafiquun:10)
   
  Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila 
datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Waspada terhadap apa yang kamu 
kerjakan. (Al Munaafiquun:11)
   
  (Dia Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di 
antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. 
(Al Mulk:2)
   
   
  semoga hikmah dari 29 ayat tersebut di atas sudah mencukupi
  jumlahnya mengingatkan diri akan 29 nabi dan wali
  yang memiliki kesucian, ilmu, dan kekuatan spiritual tinggi
  yang atas izin-Nya cahaya-cahaya beliau-beliau hadir membimbing
  dalam mimpi-mimpi dan atau kilasan ilham para hamba shalihiin
   
  salam shalawat kepada ke-29 bapak dan kekasih:
  Adam as, Syits as, Idris as, Nuh as, Sam bin Nuh as, Hud as, Shalih as,
  Ibrahim as, Luth as, Isma'il as, Ishaq as, Ya'qub as, Yusuf as, Syu'ayb as,
  Musa as, Harun as, al Khidhr as, Dawud as, Sulayman as, Ayyub as, Yunus as,
  'Ilyas as, 'Ilyasa'a as, Zulkifli as, Uzayr as, Zakariya as, Yahya as, 'Isa 
al-Masih as,
  dan penutup para nabi Baginda Rasul Muhammad saw.
   
  Allah Swt menyapa:
  (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan 
pemimpinnya; 
  dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka 
ini 
  akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun. 
  (Al Israa':71)
   
  Ya Allah jadikanlah ke-29 sahabat dan kekasih-Mu itu
  pemimpin-pemimpin yang hidup senantiasa dalam hati kami di dunia
  dan menjadi pemimpin-pemimpin kami pula di dalam surga nikmat-Mu yang kekal
   
  Amin ya Allah ya Kariim ya Jaliil ya Dzul Jalaali wal Ikraam
   
    
---------------------------------
  
  From: YUSDIANTO
Sent: Mon 7/2/2007 
Subject: RE: Uneg-Uneg (Bukannya Eneg-Eneg)
   
  Terima kasih, Sangat Menyejukkan sekali dari mas yos dan temen-temen 
semuanya, klo boleh, saya yang baru belajar ini ingin memberikan pendapat atau 
mungkin bisa juga disebut pertanyaan lagi.........
   
  Secara Pribadi saya sangat setuju bahwa apa2 yang kita lakukan baik itu 
positif maupun negatif pasti akan mendapatkan balasannya (baik didunia secara 
langsung maupun di akhirat nanti), dan saya sangat setuju dengan Pencerahan 
dari Ustadz Tasripin Bahwa apa2 yang kita lakukan maupun yang kita dapatkan 
tidak semuanya berbanding Lurus dengan Hukum kekekalan Energi. karena dalam 
setiap kejadian yang kita alami pasti ada Campur Tangan Allah didalamnya.
   
  Tentang Pengharapan akan balasan dari amalan yang kita lakukan mungkin itu 
ada kaitannya dengan niat, tapi meniatkan diri melakukan kebaikan supaya 
mendapatkan balasan yang sama atau minimal sama dengan yang kita lakukan 
(berdasarkan humum kekekalan energi) nanti malah di sebut ga Ikhlas ( Saya Jadi 
Bingung sendiri hehehehe......)
   
  Saya pernah membaca sebuah cerita Mas yos, Allahu A'lam bisshowab benar 
salahnya saya kurang tau, menurut saya ada hubungannya dengan yang kita 
diskusikan sekarang.
   
  Ceitanya Begini: 
   
  Jaman dulu sebuah negeri yang makmur, tapi negeri tersebut di pimpin oleh 
seorang raja yang zalim dan jahat. Beruntungnya di negeri tersebut ada seorang 
menteri yang sangat baik dan berbudi dan suku meolang terhadap rakyatnya. Suatu 
ketika dua Orang yang bertolak belakang itu jatuh sakit secara bersamaan. 
Berdasarkan hasil analisis dokter Istana ( Tabib) bahwa Raja yang jahat dan 
menteri yang baik itu mengalami sakit yang sama dan Obatnya hanya ada satu 
disuatu tempat terpencil dan hanya tumbuh beberapa ratus tahun sekali. 
   
  Setelah mengetahui sakitnya itu, sang raja tanpa sepengetahuan sang menteri 
mengirim utusan untuk mengambil obat langka tersebut, dan sang menteri juga 
melakukan hal yang sama dengan mengirim utusan untuk mengambil obat tersebut. 
Akhirnya utusan rajalah yang mampu mendapatkan obat tersebut dan raja bisa 
diselamatkan sedangkan Menteri yang baik itu akhirnya meninggal.
   
  Ketika sudah meninggal para malaikat dilangit menangis dan bertanya kepada 
Allah
   '..... Ya Allah, mengapa Engkau tidak membiarkan utusan menteri yang baik 
itu untuk mendapatkan Obatnya? mengapa Engkau Justru membiarkan Obat itu Jatuh 
ke tangan Utusan Raja yang Jahat itu? Bukankah sang menteri selama ini banyak 
menolong orang dan ia sangat berbakti Kepada Eangkau? dan Bukankah Raja Itu 
sangat Jahat dan Durhaka kepada Engkau?"
   
  Dalam kisah yang saya baca tersebut, Allah menjawab Pertanyaan malaikat, 
Bahwa dulu sang menteri yang baik itu pernah melakukan keburukan sedikit 
sehingga yang dialami saat ini (meninggal karena tidak mendapatkan obat) Allah 
menganggap itu sebagai penebus keburukan itu sehingga ketika menteri itu 
meninggal ia menghadap Allah tanpa keburukan sama sekali, ada pun sang raja, 
Raja tersebut dulu pernah melakukan suatu kebaikan sedikit, sehingga apa yang 
dia dapatkan sekarang Allah menganggapnya sebagai balasan terhadap kebaikan 
yang dia lakukan karena Allah tidak menginginkan suatu saat nanti Raja yang 
Jahat itu menghadap kepada Allah dengan membawa sedikit kebaikan.end
   
  
=================================================================================
  
  Nyambung ga ya? CMIIW
   
      
---------------------------------
  
    
 

  PH PRO
  Publikasi & EO

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke