Apakah Anda memiliki fobia, mania, kebiasaan buruk, kecanduan makan/rokok, 
tidur berlebihan, obsesif kompulsif, menunda pekerjaan, lari dari masalah dsb. ?
   
  Apakah Anda merasa trauma dengan pengalaman buruk dimasa lalu seperti musibah 
kecelakaan, kesakitan, ketakutan, kegagalan, kehilangan, dsb. ?
   
  Apakah Anda menderita insomnia, psikosomatis, mudah pusing, berdebar debar, 
sesak nafas, leher kaku, sakit mag, dsb. ?
   
  Apakah Anda merasa terperangkap dalam “penjara emosi” seperti : malu, fobia, 
cemas, stress, takut, malas, sedih, depresi, rendah diri, rasa bersalah, dsb. ?
   
  Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, cemas, panik, 
gugup, bingung, lupa, sedih dsb. yang semakin lama semakin buruk dan sulit 
dikendalikan ?
   
  Apakah Anda mulai merasa frustasi, lelah, tidak berdaya, paling bernasib 
buruk dan sangat menderita ?
   
  Bila jawabannya : Ya, berarti Anda harus bicarakan masalah tsb. kepada orang 
tua atau pasangan Anda (jika Anda sudah menikah).
   
  Jangan sampai  karena ketidaktahuan mereka akan masalah Anda atau karena 
ketidakmampuan mereka “merasakan” yang Anda “rasakan”, membuat mereka 
menganggap Anda tidak menyayangi mereka, padahal Anda sangat ingin “berubah”, 
hanya saja belum menemukan ”caranya”.
   
  Jika perlu “tawarkan” diri Anda untuk mengikuti sesi konsultasi ataupun 
terapi yang ”mereka” pilihkan, sehingga jika akar masalahnya justru ada pada 
”mereka”, mereka mau “mendengarkan” saran dari konsultan ataupun terapis 
“mereka”.
   
  Jangan jangan justru “mereka” sendiri yang sedang memerlukan “bantuan” 
konsultasi / terapi !
   
  tamanbintangku
  http://klinikservo.wordpress.com/

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke