DIA memang sobat saya. sobat terbaik. mengalahkan keluarga sendiri. begitulah hakikat. begitulah nyatanya. bukan main. dia ini bangus sangat tetapi mudah marah dan bisa mengambil tindakan melulu tanpa fikir, tetapi hakikatnya saya sayang sangat akan dia kerana dialah sobat saya yang sebenarnya. orang lain sobat juga, tetapi tidaklah sebaik dia. dulunya semacam saya menduduki kerusi pengarah kebudayaan di sabah/dia saya ambil berkerja di tempat saya dan hampir 20 tahun kami bersama membangun budaya/teater khususnya. bila saya mengambil keputusan untuk bersara awal kerana bertanding kerusi parlimen atas tiket PKR, maka saya dan sobat itu tidak lagi mengauli dunia teater dan masing-masing ke bidang lain. suatu waktu kira-kira 2 bulan lalu saya mendengar cerita seorang sobat timbalan ketua polis/bahagian jenayah di sabah meninggal semaca bertugas di kedah/dia asal dari sabah dan ketika itu segera teringat sobat yang saya mahu bicarakan tadi. seminggu kemudian apa yang saya bayangkan rupanya menjadi. sobat saya itu betul pengsan di rumahnya di melinsung kebetulan dia sendirian di rumah/hampir tidak tertolong, tetapi tuhan masih sayangkan dia dan kawan/jiran sebelah segera menghantarnya ke rumah sakit papar dan sebenarnya dia diserang sakit jantung yang goyah, adoh saya jadi kaget akan keadaan itu meski sebelumnya sudah berjuta kali saya nasihati agar hati-hati memikir mahu makan apa/selak sekali makan daging kambing dan segala macam. nah, sejak hari itu dia selalu tidak sehat dan beberapa kali dimasukkan ke hospital kota kinabalu. entah apa lagi yang bisa saya sumbangkan untuk dia sobat saya yang satu-satunya ini. Saya segera mengsms puteri saya yang mengajar di UMS dan menyatakan kalau ada kerja/bisa lantik dia ke jawatan pensyarah teater atau apa-apa saja. Rupanya puteri saya berusaha sangat dan seminggu kemudian dia dihubungi oleh puteri saya itu dan minta profilenya dan segaralah dihantar. Tidak lama kemudian dia menerima surat lantikan jadi pensyarah. Syukur alhamdulillah. Saya cukup terharu dan semacam mahu menitiskan air mata saya kapan dia mengsms " saudaraku Ismaily. Saudara telah banyak menyelamatkan saya. Budi saudara kepada anak bini saya tidak dapat saya balas. Saudara terlalu baik dan kerana itulah saya selalu bercakap saya siap menjadi apapun demi saudara" saya diam sebentar memikir dan kekadang saya ini selalu saja tidak tenang kalau sobat tidak tertolong. Dalam hidup saya/yang paling saya kesali ialah bila Prof Osman putih pengsan di Hotel Pro kota kinabalu/masa itu ramai kaum penulis di sana, tetapi tidak seorangpun bertindak membawa arwah ke rumah sakit. Saya ketika itu sedang berceramah dihubungi/bayangkan saja saya terus stop ceramah/meninggalkan ceramah/bergegas ke hotel. Sampai di hotel/arwah terletak di lantai/dipangku oleh orang lain/saya terus mengangkat dan memasukkan ke kereta saya segara membawa ke rumah sakit. sesampai di rumah sakit/seorang dr berkata setelah mriksa dan menyatakan dia terlambat menghantar ke rumah sakit. Saya menangis dan cukup marah dengan kawan-kawan/anak murid prof jua yang tidak bertindak dan asyiki menunggu kehadiran saya melulus. Marah saya terpaksa dipendam hingga sekarang dan saya kesal meski itulah takdir yang ditentukan oleh tuhan. Baru-baru ini sobat saya itu berkata kepada saya begini" saya hairan/dirumah jantung saya tak tahan, tetapi kalau ngajar di universiti ini/saya jadi sihat" katanya. saya ketawa kecil dan segera mengsms puteri saya dan Dr, Andika " kaum penyelemat/ubat disebenarnya ialah teater/tanpa teater hidupnya tak bermaya" Sobat saya itu ialah Osman Nasroh/tokoh teater Sabah. mahu tahu cerita sebenarnya. Nah, bisa saja saudara menghubungi dia 0128375112 ISMAILY BUNGSU UMS-SABAH [email protected] [email protected] [email protected] 019-8400005/016-8222262 014-5555175
sila layari http://groups.yahoo.com/group/Watan_Sabah Tulisan DINSMAN di Majallah PENTAS ..........Di Sabah, pembacaan puisi oleh Ismaily Bungsu dilakukan secara berteater/hal ini juga dilakukan oleh Prof Rahman Shari(UKM),cuma Teater Puisi Rahman tidak banyak memperlihatkan kemajuan ke arah yang dimatlamatkanya.Ismaily penuh penghayatan sehingga mencapai tahap sebuah persembahan teater yang menyebabkan Prof Anuar Arai(UiTM) dan Tokoh Seniman Negara Syed Alwi menyatakan kekagumannya bila melihat Ismaily beraksi di pentas Universiti Utara Malaysia sempena Pertemuan Teater........... ___________________________________________________________________________________________ Try the new Yahoo! Messenger. Now with all you love about messenger and more! http://my.messenger.yahoo.com
