|
Bismillaahirrahmaanirrahiim Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akanmenambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu
mengingkari(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.(QS. Ibrahim 14:7)
Sahabat.. Bersyukurlah kepada Allah, walau bagaimanapun adanya dirimu, karena
sungguh.. tiada ada
satupun yang terjadi, melainkan semua itu adalah atas kehendak-Nya.
Dulu, ada seorang anak kecil,
perlahan-lahan ia berusaha mengejar cinta Tuhan-nya, berusaha untuksholat lima waktu tapi tak pernah bisa,
akhirnya..suatu ketika
keinginan itu terwujud di usianya 9 tahun. Ia begitu bahagia.. sangat
bahagia sekali..
Tapi alangkah kagetnya ia, usai shalat,
seakan ada yang berbisik,"...., umur 20 tahun engkau meninggal..," ia begitu kaget sekali,
bertahun-tahun ia hidup dihantui ketakutan, sering jatuh sakit, karena walau sakit sekecil apapun,
jika difikir berat, sakit itu sesuaidengan
fikiran kita. Saat
cobaan itu datang, yang ada di benaknya hanya satu, bisa menjalani
hari-hari dengan baik,
tidakterfikir nanti apakah
bisa menikah, mengandung dan punya anak. Ia malu terus-terusan
menyusahkan
orangtua, terkadang jika
sakit itu datang, hanya dipendamnya sendiri, airmatanya sering
mengalir, sadarakan banyak dosa-dosanya, sadar akan
sedikit sekali bekalnya, sadar akan sedikit sekali syukurnya. Ketika sakit itu reda dan ia kembali sehat, betapa senangnya ia
bisa menjalani hari-hari lagi, berusaha mengejar lagi ibadah-ibadahnya yang tertinggal, ia mohon pada Allah
diberikan jodoh, namun sang
pangeran itu tak
kunjung datang. Silih
bergantinya siang dan malam, bilangan hari yang berganti tahun, begitupun
dengan kondisi
kesehatannya, anak itu
tumbuh menjadi wanita dewasa, dalam hati ia bertanya-tanya, mengapa aku
belum juga dipanggil
Tuhan?, sedangkan usiaku sudah
menjelang seperempat abad?!, Ya Allah, bukan maksud hatiku mendahului keputusan-Mu,... Dari pengalaman yang panjang, dari jatuh bangun
kehidupan, tibalah ia pada suatu kesimpulan, "Aku
harus berusaha semaksimal mungkin di dunia ini untuk kehidupanku di
akhirat kelak, karena
sungguh, batas usia
adalah takdir Allah yang tidak boleh kita dahului," Karena itu sahabatku, bersyukurlah akan bagaimanapun
keadaan dirimu, jikalau kita melihat di bawah,sungguh.. masih banyak yang lebih menderita dari kita.
Jikalau engkau belum menikah,
bersyukurlah.. karena dirimu masih diberi kesempatan untuk berbakti pada orangtua, jikalau tiba masanya nanti,
butiran airmata akan mengalir dari kelopak matamu, sedih harusmeninggalkan orangtua yang begitu tulus menyayangi kita,
sedih berpisah dengan Bunda yang berpayah lelahmengandung, melahirkan dan membesarkan kita, sedih berpisah dengan
ayah yang rela membanting
tulang agarkita bisa makan
dan hidup layak, sedih berpisah dengan saudara-saudara yang selalu
mau meringankan beban
kitaYa Allah, betapa
sedikit sekali syukurku pada-Mu.. Jikalau engkau telah menikah, namun pendampingmu tak sesuai dengan
impianmu, bersyukurlah..
karena sungguh, kekurangan itu tak sepadan dengan kelebihannya. Wahai sahabatku
yang kusayang karena Allah,
bukankah pernikahan
adalah suatu bentuk perjanjian yang amat kuat dan kokoh?, pendampingmu
adalah amanah
terbesar yang Allah
titipkan kepadamu, karena itu, bersyukurlah.. setiap kita tak akan pernah
ada yangsempurna, jadi bagaimanakah mungkin kita
bisa berharap pasangan kita akan sempurna?, belajarlah menerimakekurangannya, ikhlaslah dalam mendidiknya, jadikan ia
sebagai sahabat sejatimu di dunia ini, insya Allah..sorga dunia berada dalam genggamanmu. Jikalau kita lebih dalam merenung hidup yang tinggal
sepenggalan ini, kembali menuju Allah, akan membuat kita jauh lebih tenang dan bersyukur..Sahabat, sungguh..
Allah selalu bersamamu.., Ia sungguh sangat menyayangimu..
|