saya setuju sekali mba,... kalau teman2 posting foto2nya di web sbi.org itu lebih mudah. atau kalau gak ya posting di page groupnya sbi.
selamat hari raya idul adha 1429H ________________________________ Asman A Purwanto +6281319633321 http://4raptor.wordpress.com http://wongsuro.multiply.com ________________________________ From: Irma Dana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, December 7, 2008 9:25:27 AM Subject: Re: [SBI-InFo] Tentang Foto2 Burung di Milis Ini... Teman-teman, Untuk mengatasi kiriman foto-foto hasil jepretannya dan mau di share di milis ini, silahkan saja, bisa di uplod di yahoogroupsnya. Dan apabila mau membuat link khusus semisal di flixter atau apapun, itu lebih baik [monggo yang paham, untuk bisa memfasilitasi dan membantu]. Walaupun, ingin berbagi foto dan membuatkan narasinya, sudah ada wadahnya. Monggo dikirimkan ke websitenya www.sbi-info. org [Noni sering kali mengajak teman-teman untuk berkontribusi untuk web kita itu]. Jadi, sebetulnya tidak usah diperpanjang dan sudah ada wadahnya masing-masing. Saya harap bisa membuatkan solusi, tidak melulu saran ya.... OK! sekali lagi, terima kasih kalau ada temen-temen yang mau membuatkan alamat-alamat lain untuk uplod foto. Jujur, saya juga sama seperti Nick, untuk menarik e-mail ini hanya menggunakan GPRS. Jadi memang terasa berat. Salam damai selamat Idul Adha:) irma 2008/12/6 Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com> Gw pribadi sih setuju aja orang posting pic burung di milis ini. Bukankah ini memang milis birdwatcher? ? Tapi alangkah lebih menariknya kalo setiap posting foto burung disertai narasi, bukan cuman foto doang. Gw pikir akan sangat menarik jika tiap posting burung disertai cerita tentang di mana foto itu diambil; gimana cara mendapatkannya mudahkah atau sulitkah; komen2 pribadi penulis tentang burung itu, bisa dari segi status konservasi, ekologi, atau sekedar like-dislike pribadi, komen2 yg sederhana tapi opinionated; atau bahkan soal human interests (atau avian interests yaaa?), semisal reaksi dan pandangan penduduk sekitar habitat burung yg difoto itu atau komentar mereka akan burung itu yg pernah mereka liat, apakah mereka peduli atau cuek atau bahkan terbiasa menjadikannya sekedar obyek perburuan; Yang semua itu bisa memperkaya wawasan pembaca postingan itu atau bahkan memberi ilham utk melakukan upaya konservasi burung (cieeeeee... .), mulai dari hal2 yg sangat sederhana yg bisa dilakukan sendiri di lingkungan rumah, misalnya. Sebab, kalo cuma mau liat posting gambar burung dan kita member di milis ini cuman ngeliat pic burung yg diposting, tanpa narasi yg menggugah atau komentar apapun, itu mah gak perlu susah2 jadi member milis ini dgn resiko mailbox-nya cepet penuh. Kalo cuman mau liat foto burung yg bagus, tinggal ketik nama burung di Google Image atau Oriental Birds, dan dengan sekali klik ada ratusan foto burung yg bagus yg bisa diliat. Gw pernah pas jalan2 motret elang laut di cagar alam pangandaran yg kemudian diposting di sini (ya memang cuman sekali itu gw sempat motret dan posting foto burung, hiks!). Fotonya kecil karena diambil dari jauh dgn kamera saku, tanpa alat bantu apapun semacam lensa tele dgn zoom superbesar dll. Tapi yg lebih menarik adalah komentar si emang tukang perahu tentang elang laut itu, ternyata dia tak ada keinginan memburu atau menangkap si elang laut, walo dia tau persis si elang bersarang di salah satu semak di tebing itu, dan si elang itu biasa terlihat setiap hari di "tempat kerja" dia. Dia bahkan dgn nada kecewa bercerita bahwa beberapa waktu sebelumnya ada elang yg lebih besar yg sering terlilhat di situ, yg kata dia kepalanya "seperti kalkun" (tak berbulu), tapi sekarang si "elang kalkun" itu gak pernah terliat lagi, mungkin ditangkap orang atau pergi ke tempat lain. Dari komen si emang tukang perahu itu kita jadi tau bahwa ternyata gak semua penduduk, apalagi yg dari "ekonomi susah", itu tak peduli pada alam atau satwa. Contohnya ya si emang itu. Selama ini gw berpikir orang kayak si emang tukang perahu itu paling yg dia pikir cuma gimana dapet setoran buat bayar sewa perahu, gimana penghasilannya bisa menutup harga solar yg mahal dan menyisakan uang untuk makan anak-bini atau kalo bisa buat bayar SPP anaknya. Hal2 semacam ini kan kalo juga ditulis di postingan burung bisa sangat menarik dan inspiring.. (buat gw loh, gak tau buat yg laen) terutama untuk membangkitkan kesadaran tentang konservasi alam dan burung (taelah.. he he he...) Sorry euy, cuman opini aja... Muaaf kalo terkesan sok tau dan menggurui he he he.. sebenernya gak ada maksud begitu.. Salam, Hasto Pratikto Irawan -- Irma Dana http://dawala. wordpress. com [lagi belajar nulis] http://www.friendst er.com/dawala
