salam,
mau ikut nimbrung nih...

jadi ingat akhir tahun 2003 (5 tahun lalu ya...), saya dan beberapa teman dari 
Bandung belajar ngejaring dan nyincinin itu burung bersama teman2 Jogja (dari 
Kutilang dan PPSJ). Sungguh disayangkan, ternyata menjaring burung di jogja 
tidak semudah yang biasa kita lakukan di Bandung... yang tertangkap dan 
tercincini cuma 1 individu dari sekian ratus (mungkin ribu) individu yang 
singgah di KM 0 Jogja...

mengenai jumlah individu yang berkunjung tahun ini, memang agak susah untuk 
diketahui secara pasti (ilmiah) berubah atau tidak, karena harus ada 
perbandingan dari jumlah individu pada ukuran waktu yang diperbandingkan. 
namun, tidak menutup kemungkinan kita bisa memprediksi dari apa yang terlihat 
secara nyata di lapangan... mungkin teman2 juga akan merasakan dengan mudah 
jika jumlah mereka tahun ini berkurang atau bertambah dibanding tahun.

di Bandung, tempat beristirahat (malam hari) burung tersebut yaitu di beberapa 
titik di sepanjang Jalan M. Toha (sebelah selatan kota). dari tahun ke tahun 
lokasi yang dipakai ada perubahan konsentrasi. 
awal tahun 2000an, mereka bertengger terkonsentrasi di sepanjang pohon peneduh 
jalan di depan PT Ceres. mulai 2005, mereka bergeser ke lokasi lain dengan 
jarak sekitar 100-200 m dari lokasi sebelumnya, hal tersebut terjadi karena 
hilangnya pohon tenggeran di lokasi sebelumnya. 
tahun 2007, konsentrasi bertenggernya bergeser lagi ke lokasi lain. motif 
pergeseran tersebut terjadi karena berubahnya keberadaan pohon sebagai tempat 
tenggeran utamanya.
jadi di Bandung, perpindahan konsentrasi tenggeran lebih disebabkan oleh 
keberadaan pohon tempat bertengger.

sebagai gambaran, pohon yang dijadikan tempat tenggeran memiliki ketinggian 
antara 8-18 m, dengan jenis pohon tidak terlalu menjadi kebutuhan utama (ini 
baru asumsi dari kenyataan yang terlihat, karena belum ada penelitian yang 
dilakukan secara khusus).. berbeda dengan yang di jogja, yang juga menggunakan 
bangunan sebagai tempat beristirahat dalam jumlah besar. di bandung yang 
beristirahat di bangunan tidak terlalu banyak.
dari sisi jumlah individu, belum diketahui secara pasti berapa jumlahnya. 
sebagai gambaran, ketika maghrib menjelang waktu beristirahat. burung2 tsb 
datang dari seluruh arah berkumpul di satu titik, terbang memutar, bahkan 
saking banyaknya yang terbang di atas lokasi bertengger menghasilkan suara 
gemuruh seperti ketika turun hujan yang sangat lebat... ya intinya mah banyak 
aja... hehehe.. 

waduh,, jadi pusing sendiri nih...
segitu dulu, nanti disambung lagi

maaf kalau ceritanya panjang lebar...

salam kenal juga,

tedi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bird Conservation Society (BICONS)
Jl. Paledang No. 21, Cibeureum, 
Bandung - 40184 
Telp./Fax.: +62 22 6070139 
E. [email protected]
B. http://bicons.wordpress.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


--- On Fri, 12/19/08, Dwi Jatmiko <[email protected]> wrote:
From: Dwi Jatmiko <[email protected]>
Subject: Bls: [SBI-InFo] Migrasi Layang-layang Api
To: [email protected]
Date: Friday, December 19, 2008, 5:30 PM





Hallo Dwi,

Setahuku Hirundo rustica tahun ini mulai ramai berdatangan di Jogja sejak awal 
bulan September kemarin. Kalau Dwi pikir jumlahnya sedikit rasanya perlu 
dijelaskan kapan Dwi mulai mengamatinya? Apakah sudah dibandingkan dengan tahun 
lalu? Dan kalau sudah dibandingkan, apakah benar waktu pengamatannya sama 
(bulan pengamatannya)?

Boleh jadi cara membandingkannya yang kurang tepat. Kalau waktunya tidak sama 
(misalnya selisih 1-2 bulan) ya wajar saja karena mungkin puncak migrasinya 
terlewati atau belum tiba. Kalaupun waktu &  tempat yang dibandingkan sudah 
sama, tetapi kecenderungan tetap beda jauh bisa saja itu fenomena perubahan 
pola migrasinya. Sekedar perbandingan, memang di Jogja juga tidak sebanyak 
tahun lalu. Kalau tahun lalu sempat teramati mereka memenuhi setiap
 jengkal ranting pohon ficus di km 0 pada malam hari bahkan memenuhi setiap 
sudut Gedung-gedung  dan ranting pohon palem di barat Gedung Kantor POS, tetapi 
sekali pengamatan malam hari pada bulan November dan Desember tapi pohon palem 
tidak dipakai lagi dan beberapa jengkal sudut2 gedung sekitar juga kosong 
(kerapatan lebih renggang). Sayang perkiraan tersebut baru sebatas dugaan 
karena tidak ada data yang valid.

Nah sapa yang mau coba menghitung Layang-layang Asia di km 0 jogja??? hehehe...

Kalau Dwi mau tau seluk beluk Layang-layang Asia mungkin sedikit ini bisa 
membantu;
http://www.hirundorustica.com/

Salam kenal,

Jarot
BIONIC/ KIBC

Dari: dwi putranto <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 16 Desember, 2008 16:16:10
Topik: [SBI-InFo] Migrasi Layang-layang Api









    
            
Salam lestari,

Mau tanya tentang migrasi Layang-layang Api :
1. Migrasi tahun ini di Semarang kok sedikit, bagaimana tempat lain, knapa ya?
2. Setiap sore sekitar jam 5-6 mereka meluncur ke arah yang sama, sedangkan 
siang hari hanya bertengger. Kalopun terbang (siang hari) mereka hanya berburu 
serangga. Apakah migrasi mereka sore dan malam hari atau hanya sekedar meluncur 
ke  stop point untuk beristirahat.

Bagaimana dengan daerah lain?


Terima Kasih.
Dwi Putranto
Semarang Bird Community





      
      


        
        

        Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru  
 Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br>
Cepat sebelum diambil orang lain!




      

Kirim email ke