---------- Forwarded message ----------
From: Siti Nurrofiqoh <[email protected]>
Date: 2009/4/16
Subject: [pr-society] Kursus Menulis Narasi - Pantau (angkatan VII)
To: fiqohpantau <[email protected]>




Dh,
Moderator, maaf numpang posting info. Terima kasih.

*Kursus Menulis Narasi - Pantau
Angkatan VII
20 Mei – 12 Agustus 2009*



*”Kursus ini seperti pesawat antariksa bagi saya, selalu membolak-balik
antara*

*kenyataan dan penciptaan. Satu sisi, seorang penulis menciptakan sebuah
karya seni, sisi lain ada disiplin verifikasi yg terus menerus dibangun.
Sungguh, ini seperti sebuah energi candu yg menggairahkan dan saya menikmati
dalam tiap ketegangannya.”*

*Danu** Primanto**, penulis & fotografer lepas bermukim di Yogyakarta,
peserta Kursus Narasi Agustus 2008.

*

*“Salah satu kelebihan dari Kursus Narasi Pantau adalah sebuah komunitas dan
   pertemanan yang selalu menghidupkan motivasi untuk terus menulis.
Kehadiran pengajar tamu dari berbagai macam background juga memberikan
inspirasi tersendiri dan membuat saya kembali berfikir, "Untuk apa saya
menulis?"*

*Sri Dewi Sushanty** Konsultan junior bidang komunikasi, peserta kursus
November 2008 *

*  *

Kelas narasi ini juga telah menghadirkan tokoh-tokoh penulis seperti *Arief
Budiman**, Bre Redana, Daoed Joesoef, Donald K Emmerson, Fadjroel Rahman,
Jean Jacques Kusni*, *Julia Suryakusuma, Putu Oka Sukanta, Riri Riza dan
Samuel Mulia.*

*  *

KURSUS ini dirancang untuk orang yang ingin belajar menulis panjang yang
memikat sekaligus mendalam. Ia juga diperuntukkan bagi mereka yang berminat
menulis esai atau narasi.

 Ia mengedepankan dasar-dasar etika jurnalisme serta belajar memahami
mekanisme verifikasi, teknik wawancara, riset, menganalisis struktur bacaan,
bahasa, penelusuran data serta editing. Ia menjadi landasan penting dalam
belajar menulis yang baik, mulai tulisan feature hingga narasi.



Pantau mulai menawarkan pengajaran genre ini pada media tahun 2001, setiap
semester sekali, selama dua minggu. Peserta maksimal 16 orang. Jumlah ini
dianggap optimal untuk sebuah metode pelatihan, yang berlangsung selama 12
hingga 16 sesi. Setiap sesi 90-menit diformat serius namun santai. Peserta
bisa berdiskusi langsung. Total, Pantau sudah mengadakan 16 kali kursus ini.
Peserta datang dari berbagai kota, dari Banda Aceh hingga Jayapura, dari
Pontianak hingga Kucing, dari Ende hingga Kupang. Alumninya, kini mulai
bermunculan. Ada yang menulis buku. Ada yang jadi pemimpin redaksi. Ada yang
sekolah lanjut.



Pada 2006, paket semesteran tersebut ditambah dengan paket empat bulan (lima
bulan bila terpotong hari libur nasional). Kursus ini berlangsung di
Jakarta, mulai setiap Mei dan November. Pantau telah menyelenggarakan enam
kali kursus dengan total peserta 108 orang.



Kursus juga terkadang diadakan di luar Jakarta berdasarkan permintaan. Di
Jakarta, kursus ini diikuti berbagai kalangan. Baik itu aktivis, pengacara,
dokter, dosen, mahasiswa, arsitek, pekerja pertambangan, NGO dan lain-lain.



Harapannya, merangsang peserta membuat tulisan yang dalam, memikat dan
analitis, enak dibaca dan mengalir. Cerita yang analitis dibutuhkan
masyarakat untuk mengambil sikap terhadap pokok masalah.

Kursus diadakan sebanyak 18 sesi dengan frekuensi pertemuan mingguan, setiap
Rabu malam pukul 19.00-21.00. Ini sengaja dibuat agar peserta punya waktu
mengendapkan materi belajar, membaca dan mengerjakan tugas.  Kelas
ditekankan pada banyak latihan. Kelas ini juga akan membicarakan karya-karya
klasik nonfiksi Joseph Mitchell, Truman Capote, John Hersey, Gay Talese dan
Ryszard Kapuscinski serta Pham Xuan An dari Saigon.

Tugas akhir setiap peserta menulis sebuah narasi sekitar 5.000 kata.


*INSTRUKTUR*

*Andreas Harsono -- *Wartawan Jakarta, anggota International Consortium of
Investigative Journalists. Pada 1999 mendapatkan Nieman Fellowship di
Universitas Harvard. Menyunting buku "Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan
Mendalam dan Memikat." Kini menyelesaikan buku "From Sabang to Merauke:
Debunking the Myth of Indonesian Nationalism," yang membahas hubungan media
dengan kekerasan etnik, agama dan nasionalisme di Indonesia dan Timor
Lorosae.

*Budi Setiyono -- *wartawan Jakarta , pernah bekerja untuk Suara Merdeka (
Semarang ) dan majalah Pantau ( Jakarta ). Dia co-editor buku "Revolusi
Belum Selesai" yang berisi kumpulan pidato politik Presiden Soekarno serta
"Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat." Kini
menyelesaikan buku soal penyair A.S. Dharta dari Lembaga Kebudayaan Rakyat.


*INSTRUKTUR TAMU*

*
*

*Martin Aleida -- *seorang wartawan dan sastrawan, pernah menjadi wartawan
di beberapa media di antaranya majalah kebudayaan *Zaman Baru *(1963), *Harian
Rakyat* (1965), Majalah *Tempo* (1971 – 1984) dan *NHK* Jepang (1984 –
1985). Ia juga menulis karya di antaranya, Malam Kelabu, Ilyana dan Aku,
1998 (kumpulan cerpen), Layang-layang Itu Tak Lagi Mengepak Tinggi-tinggi,
1998 (novelette), Leointin Dewangga, 2003 (kumpulan cerpen), Jamangilak Tak
Pernah Menangis, 2003 (novel). Ia mendapat penghargaan dari Pusat
Bahasauntuk kumpulan cerpen Leontin Dewangga, 2004 dan Do Karim, Aceh,
2005.

*Maria Hartiningsih -- *wartawan senior Harian Kompas, peraih ”Yap Thiam
Hien Award 2003”. Ia penulis yang mengerti isu perempuan dan HAM serta ikut
mendorong jurnalisme damai. Ia tidak hanya konsen di dunia jurnalistik, tapi
juga tercatat sebagai anggota badan pengurus LSM Lembaga Studi Advokasi
Masyarakat (ELSAM) serta pembicara berbagai forum seminar dari lokal hingga
internasional.



*SYARAT DAN BIAYA*

Peserta bisa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, minat atau profesi.
Kursus ini banyak diikuti oleh kalangan aktivis, wartawan, dokter,
pengacara, mahasiswa, dosen, peneliti, manajer dan sebagainya. Biaya kursus
4 juta rupiah dan bisa diangsur selama kursus.


*PESERTA*

Peserta dibatasi 18 orang untuk memudahkan lalu-lintas ide dalam kelas.
Peserta diharapkan mengirim biodata dan contoh tulisan agar instruktur bisa
mengenal background dan kebutuhan masing-masing peserta. Peserta juga
diminta mengerjakan tugas membaca, latihan meliput, serta menulis pekerjaan
rumah.


Informasi hubungi:
Siti Nurrofiqoh
P a n t a u
Jl. Raya Kebayoran Lama
No 18 CD Jakarta Selatan 12220
Telp/Fax. 021 722-1031/021-7221055
Email. [email protected]
Website. www.pantau.or.id
Mobile . 0813 82 460 455 – 0858 1414 5669

------------------------------
 Dapatkan nama yang Anda sukai!
<http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.




-- 
Irma Dana
http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis]
http://www.friendster.com/dawala

Kirim email ke