Pantes "menghilang"... ternyata Pak Bas "diculik" ke Sulawesi lagi... Hehehe Jadi ingat pengalaman yang sama pas saya naik Sritanjung dari Jogja ke Banyuwangi, sekitar September 2006. Selepas Solo sampai masuk daerah Jawa Timur, di area persawahan yang dilewati saya menjumpai banyak sekali trinil semak. Itu memang jadi hiburan tersendiri bagi pengamat burung yang naik kereta api (ekonomi). Hehehe. Salam Imam T
--- On Tue, 8/25/09, Kang Bas <[email protected]> wrote: From: Kang Bas <[email protected]> Subject: [SBI-InFo] Birdwatch dari kereta [2 Attachments] To: "Milist SBI" <[email protected]> Date: Tuesday, August 25, 2009, 12:52 AM [Attachment(s) from Kang Bas included below] Salam Lama terisolir di hutan jadi banyak ketinggalan berita. Kiriman cerita dan foto rekans mantap-mantap nih. Saat balik, setelah transit di Surabaya, saya pilih naik kereta api. Transport favorit saya, murah meriah, santai dan bisa birdwatch! Kebetulan waktu keberangkatan siang hari, jadi bisa jelas mengamati lingkungan sekitar. Menilik musimnya, saya sempat menduga pasti nanti akan berjumpa shorebird.. Selepas Surabaya, sepanjang jalur Gresik, Lamongan, Bojonegoro, banyak melewati tambak dan persawahan. Beberapa kali di petak tambak / sawah, teramati flocking puluhan - ratusan shorebird, yang kaget beterbangan saat kereta melintas. Dara Laut, Trinil, Cerek... Beberapa kali mencoba membidik, namun hasilnya kabur karena kereta melaju kencang. Saat mendekati Stasiun Duduk, kereta sempat melambat karena bersilangan. Mata yang sedari tadi jelalatan, melihat tambak kosong persis di tepi jalan pantura. Ratusan Dara-Laut dan shorebird asyik cari makan.. Kalau arek-arek Suroboyo mau cek lapangan, saya pikir lokasinya cukup mudah. Di ubek-ubek saja tambak di kiri kanan Stasiun Kandangan, Benowo, Cerme, Duduk. Nampaknya ndak kalah deh dengan Wonorejo... Oleh-oleh yang lain menyusul ya... KB
