---------- Forwarded message ----------
From: Siti Nurrofiqoh <[email protected]>
Date: 2010/5/18
Subject: [Sahabat_primata] [OOT] Kursus Menulis Jurnalisme Sastrawi
To: [email protected], [email protected]





Moderator yang baik,
Maaf numpang posting...

*Kursus Jurnalisme Sastrawi – Pantau*

*Angkatan XVIII*

*Jakarta, 26 Juli – 8 Agustus 2010*

 *
*

*  *

*“Berita buruk bagi industri koran di dunia adalah kita mulai kehilangan
relevansi. Apa yang disajikan koran sebenarnya sudah bukan berita lagi. Tapi
news rewriter.”*

*Endy Bayuni Chief Editor The Jakarta Post,** guest speaker kelas jurnalisme
sastrawi angkatan ke XVI januari 2009*

*  *

*“Masa depan surat kabar adalah tulisan feature dan tulisan jurnalisme
sastrawi. Maka wartawan perlu bisa menulis dengan genre itu.” *

*Amarzan Loebis, Redaktur Senior Majalah Tempo, **guest speaker kelas
jurnalisme sastrawi angkatan ke XVII, Mei 2009*

*  *

*Hari ini hampir tak ada warga* yang mendapatkan *breaking news* dari
suratkabar. Mereka mendapatkannya dari televisi, radio, SMS, telepon atau
internet. Tantangan baru muncul: bagaimana cara menulis panjang? Bukankah
relevansi suratkabar makin terletak pada kemampuannya menyajikan analisis?

*  *

Inilah pentingnya *The New Journalism*. Ia mengawinkan disiplin paling keras
dalam jurnalisme dengan daya pikat sastra. Ibarat novel tapi faktual.
Gerakan ini dimunculkan Tom Wolfe pada 1973 di New York.



Genre ini kemudian dikenal dengan nama *literary  journalism* atau *narrative
reporting*.  Suratkabar-suratkabar Amerika banyak memakai elemennya ketika
kecepatan televisi dan dotcom memaksa mereka tampil dengan laporan-laporan
yang analitis dan mendalam. Suratkabar tak mungkin bersaing cepat dengan
televisi.



Pantau mulai menawarkan pengajaran genre ini pada media tahun 2001. Peserta
maksimal 16 orang. Jumlah ini dianggap optimal untuk sebuah metode
pelatihan. Setiap sesi 90-menit diformat serius namun santai. Peserta bisa
berdiskusi langsung. Total, Pantau sudah mengadakan 16 kali kursus ini.
Peserta datang dari berbagai kota, dari Banda Aceh hingga Jayapura, dari
Pontianak hingga Kucing, dari Ende hingga Kupang. Alumninya, kini mulai
bermunculan. Ada yang menulis buku. Ada yang jadi pemimpin redaksi. Ada yang
sekolah lanjut.





*INSTRUKTUR
*

*Janet Steele --* Profesor dari George Washington University, spesialisasi
sejarah media, mengajar mata kuliah narrative *journalism*. Menulis buku *The
Sun Shines for All: Journalism and Ideology in the Life of Charles A. Dana *dan
*Wars Within: The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s
Indonesia*, yang ahlibahahaskan oleh Arif Zulkifli dan diterbitkan oleh PT
Dian Rakyat tahun 2007.  Juga menulis tentang jurnalisme di Timor Leste dan
Malaysia.



*Andreas Harsono --* Wartawan *feature service* Pantau, anggota
International Consortium of Investigative Journalists, mendapatkan Nieman
Fellowship di Universitas Harvard. Menyunting buku *Jurnalisme Sastrawi:
Antologi Liputan Mendalam dan Memikat*. Kini menyelesaikan buku *From Sabang
to Merauke: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism,* membahas hubungan
media dengan kekerasan etnik, agama dan nasionalisme di Indonesia dan Timor
Lorosae.





*INSTRUKTUR TAMU*

*Saur Hutabarat --* Pemimpin Redaksi harian *Media Indonesia*. Selain
sebagai wartawan, ia juga sempat menjadi konsultan perusahaan public
relations, dan instruktur di lembaga pendidikan (dalam konfirmasi)

*  *

*  *

*SYARAT DAN BIAYA*

Kursus ini akan berlangsung dua minggu. Peserta adalah wartawan, atau orang
yang biasa menulis untuk media. Calon peserta diharapkan mengirim biodata
dan contoh tulisan agar pengampu mengetahui kemampuan dasar peserta lebih
awal. Biaya Rp 3 juta. Biaya tersebut sudah termasuk buku dan materi kursus
sekitar 200 halaman serta *coffe break* dan makan siang.







Informasi:

*Siti Nurrofiqoh*

P a n t a u

Jl. Raya Kebayoran Lama

No 18 CD Jakarta Selatan 12220

Telp/Fax. 021 722-1031/021-7221055

Email. [email protected]

Website. www.pantau.or.id
Mobile. 0813 82 460 455

 



-- 
Irma Dana
http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis

Kirim email ke