Re: [balita-anda] Fwd: Fw : Obat Kanker (Mungkin ada yang butuh)

2003-10-08 Terurut Topik Dewi W. Irawan
Ini beneran kok pak,..saya barusan hubungi 489-4745 dengan Ibu Azni. Mungkin
tadi waktu pak andri telpon lagi ngga ada orang.
Saya sudah dijelaskan soal pengobatan ini oleh Ibu Azni. Rencananya mau saya
coba buat tante saya yang menderita kanker tulang.
Wassalam,
Dewi

- Original Message -
From: "Andri Irawan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, October 08, 2003 2:01 PM
Subject: RE: [balita-anda] Fwd: Fw : Obat Kanker (Mungkin ada yang butuh)


Hi there!
Nice article lhoo..
Kalo memang bisa dan beneran ada kayaknya aku butuh bantuan dari netters
(yang pernah kontak ke sana)...

Aku nyoba ke no telp seperti tertera diemail ini ( 021-4894745) tidak ada
yang angkat (?)
Aku coba tanya ke 108 ternyata nomornya adalah  021-4894754 ada beda dua
angka dibelakangnya.. Tapi nomor ini sounds to be like fax number (?)
Ato.. Anybody succeed before to call this number ?

Thank you in advance yaa...

Best Regards
Andri Irawan



-Original Message-
From: christine TH [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, October 02, 2003 3:44 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [balita-anda] Fwd: Fw : Obat Kanker (Mungkin ada yang butuh)



>Bagus nih dari milis teman, mungkin ada yg memerlukan 


>Mungkin ada yang butuh !!!
>
>
>
>
>Tolong di forward untuk yang membutuhkan, sepertinya ini jalan keluar
>
>bagi penderita kanker
>
>
>
>Subject: Obat Kanker
>
>
>
>Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat
>
>
. artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial
>
>"Cancer Care Indonesia" beralamat di Jl. Kayu Putih Empat no. 5
>Jakarta,
>
>tlp : 489-4745.
>
>
>
>Terima kasih dan salam.

-
>> Mau kirim bunga hari ini ? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.com
>> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]





-
>> Mau kirim bunga hari ini ? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.com
>> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]



RE: [balita-anda] Fwd: Fw : Obat Kanker (Mungkin ada yang butuh)

2003-10-08 Terurut Topik ruri
pak, kalo minat sama obat-obatan herbal, bisa browsing ke www.karyasari.com
mereka juga bergerak di bidang obat herbal.

-Original Message-
From: Andri Irawan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, October 08, 2003 2:01 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [balita-anda] Fwd: Fw : Obat Kanker (Mungkin ada yang
butuh)
Importance: High


Hi there!
Nice article lhoo..
Kalo memang bisa dan beneran ada kayaknya aku butuh bantuan dari netters
(yang pernah kontak ke sana)...

Aku nyoba ke no telp seperti tertera diemail ini ( 021-4894745) tidak ada
yang angkat (?)
Aku coba tanya ke 108 ternyata nomornya adalah  021-4894754 ada beda dua
angka dibelakangnya.. Tapi nomor ini sounds to be like fax number (?)
Ato.. Anybody succeed before to call this number ?

Thank you in advance yaa...

Best Regards
Andri Irawan



-Original Message-
From: christine TH [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, October 02, 2003 3:44 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [balita-anda] Fwd: Fw : Obat Kanker (Mungkin ada yang butuh)



>Bagus nih dari milis teman, mungkin ada yg memerlukan 


>Mungkin ada yang butuh !!!
>
>
>
>
>Tolong di forward untuk yang membutuhkan, sepertinya ini jalan keluar
>
>bagi penderita kanker
>
>
>
>Subject: Obat Kanker
>
>
>
>Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat
>
>
. artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial
>
>"Cancer Care Indonesia" beralamat di Jl. Kayu Putih Empat no. 5
>Jakarta,
>
>tlp : 489-4745.
>
>
>
>Terima kasih dan salam.

- >> Mau
kirim bunga hari ini ? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita,
http://www.balita-anda.com >> Stop berlangganan, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]


-
>> Mau kirim bunga hari ini ? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.com
>> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]



[balita-anda] Fwd: Fw : Obat Kanker (Mungkin ada yang butuh)

2003-10-02 Terurut Topik christine TH

Bagus nih dari milis teman, mungkin ada yg memerlukan 


Mungkin ada yang butuh !!!



Tolong di forward untuk yang membutuhkan, sepertinya ini jalan keluar

bagi penderita kanker



Subject: Obat Kanker



Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat

memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman

"keladi tikus" (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) sebagai tanaman

obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan

berbagai penyakit berat lain.



Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 sentimeter ini

hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung.

"Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs. Patoppoi

Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia.



Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.

Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains

Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga

perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan

pasien

dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura,

dan berbagai negara di dunia.



Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan,

Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium

III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut

diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi

(suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran

sel-sel kanker tersebut. "Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan

agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan

mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya

nafsu makan," jelas Patoppoi.



Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus

berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan

informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati

kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli

teh

tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi.Ketika sedang berada di

sebuah toko obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan

membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They

Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. "Setelah saya baca

sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku

itu, saya malah tidak

Jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia," kenang

Patoppoi sambil tersenyum.



Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat

Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman

tersebut.



Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di

Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan

tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan

mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk

menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.



Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa

tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar

tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi.



Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai

memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku

tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi

putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan

tanaman

tersebut. "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai

mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman

tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi

ayahnya saat itu.



Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami

penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti

rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan

ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni. Setelah tiga bulan meminum

obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil

pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter

di Jakarta," kata Patoppoi.



Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan

pada isterinya. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan

dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi. Setelah diterangkan

mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung

Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi

melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi

yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang

Seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali. "Tetapi

karena sesuatu

hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan

penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil