[media-dakwah] [OOT] Tanya Software Adzan

2006-01-25 Terurut Topik ardian umbara
Assalamualaikum wr wb

Saya sedang mencari software adzan utk hp, dg OS Symbian utk nokia 80 series. 
Bila milister media dakwah ada yg memilikinya,dan bersedia membaginya dengan 
saya, mohon bisa di japri ke email saya ini.
Atau bila ada yg tahu web-nya utk di-d/Load juga boleh.
Jazakumullahi khairan katsiro
Wassalamualaikum wr wb

Ardi

-- 
___
Play 100s of games for FREE! http://games.mail.com/





 Yahoo! Groups Sponsor ~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Re: [media-dakwah] Majalah Porno Menyerbu Indonesia

2006-01-15 Terurut Topik ardian umbara
Assalamualaikum wr wb

Mungkin kita juga perlu menghimbau agak ”keras” kepada para wakil rakyat di 
komisi 1. Karena walaupun RUU anti-pornografi & pornoaksi disahkan menjadi UU, 
tetap saja peraturan perundangan mengenai kebebasan pers ”membolehkan” hal yg 
beginian.

Menurut sumber yg ada di DPRD, mereka (P’boy Magz), telah mengurus segala izin 
sesuai aturan dan prosedur yg berlaku di negara kita, begitu juga FHM, dan 
mungkin jg yang akan detang, entah apa namanya. Naah kalo segala prosedur telah 
masuk kriteria, otomatis ijin keluar.

Memang akan jadi kontradiktif, bila RUU anti-pornografi dan pornoaksi telah 
digolkan, jika kemudian di-counter oleh UU Kebebasan Pers dan UU Hak Asasi. 
Masalah yg super kompleks dan ditengarai berbeda kepentingan akan bermunculan 
bak jamur di hari hujan.

Walau kita berdemo dan memboycot, bagaikan menabur garam di laut. Yg lebih 
penting adalah  ”gebrakan” yg tepat dan ditujukan kepada UU yg dinilai bisa 
menghambat perjuangan dakwah kita. 

Mungkin ikhwan wal akhwat yg biasa berkecimpung di bidang hukum bisa membantu? 
Atau yg telah terbiasa dan memiliki channel ke wakil rakyat kita atau telah 
berpengalaman mengutak-atik UU? Syukroon :)

Wassalamualaikum wr wb

ardi



-- 
___
Play 100s of games for FREE! http://games.mail.com/





 Yahoo! Groups Sponsor ~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
 





RE: [media-dakwah] pelatihan sehari menikmati shalat secara khusy u

2006-01-12 Terurut Topik ardian umbara
Assalamulaikum wr wb

Ikwan wal akhwat fillah
Sebenarnya suatu opini mengenai bentuk “pendidikan yang memerlukan biaya”
adalah suatu pernyataan yg sangat abstrak. Hal ini merupakan makanan
empuk bagi para penganut paham kapitalis. Segala hal selalu dihubungkan
dengan biaya. Bermunculanlah istilah2x; fee, cost, wages, comision dll.
Penganut paham Kapitalis sangat paham dengan kebutuhan dasar umat
manusia. Semua bisa diperdagangkan. Kami disini tidak bermaksud utk
mengatakan bahwa kebutuhan dasar tidak boleh / bisa diperdagangkan. Hanya
saja, bila menyangkut kebutuhan dasar, hendaknya diberikan harga yang
wajar.

Masalah segmentasi pasar, juga merupakan salah satu pengajaran industri
kapitalis modern, khususnya bidang pemasaran. Memang, dalam menargetkan
suatu penjualan yg menguntungkan, mestinya mengarah pada segmen tertentu.
Contoh, bila ingin menjual sepatu utk remaja, tentunya iklan ditonjolkan
anak muda.

Sama halnya dengan shalat. Kita semua paham bahwa shalat adalah sebuah
ibadah yg sangat dasar. Maka mungkin sudah sewajarnya pula, biaya yg
dikeluarkan juga wajar atau harga diserahkan pada kemampuan
(seikhlasnya). Rasanya shalat yang khusyu bukan monopoli kaum miskin
ataupun kaum yg berduit (alias tidak tersegmentasi khusus)

Sampai disini semuanya terasa wajar wajar saja. Namun jg lupa, bentuk2x
paham kapitalis inilah yg telah memporakporandakan perekonomian negara
kita hingga kini. Mengapa demikian? Ingat, salah satu bentuk dasar dari
paham kapitalis, adalah mengukur sesuatu dengan uang (value=amount).
Bahkan tetangga kita Malaysia, melalui exPM Mahathir, pernah melontarkan
statement anti ekonomi kapitalis.

Yg ana agak kuatirkan (mudah-mudahan tidak), bentuk implementasi paham
kapitalis, telah merasuki dunia keagamaan, dimana beragama adalah suatu
hak dasar bagi setiap umat manusia dan telah diberi label harga. Contoh
umum:Lihat saja, kaum urban di kota besar sangat ”bernafsu” menyekolahkan
anaknya ke sekolah favorit. Beberapa berkilah, ”wajar dong mahal, kan
favorit, mutunya bagus dan pengajarnya profesional”. Tidak sedikit anak2x
yg merengek minta disekolahkan ke sekolah favorit, supaya kelihatan
bergengsi atau ”merasa” bakal mudah cari kerja. Tentu saja tidak 100%
benar. Banyak ditemui diberbagai tempat, yg notabene sekolah favorit
namun hasilnya nol. Belum lagi, dari sisi calon pengajar pun ”berlomba2x”
utk dapat bekerja disana, dg harapan dapat memperoleh gaji besar. Kalo
perlu menjadi ”yes man” / asal bapak senang, terhadap ketua yayasan.

Sebagai orang tua, rasanya sayang mengeluarkan biaya yg sangat besar,
hanya utk suatu yg semu dan abstrak. Banyak yg bisa dipergunakan dg uang
yg besar, selain menyekolahkan anak ke tempat mahal. Naik haji misalnya.

Oleh karena itu, kami pribadi sangat merindukan suatu pendidikan bagi
kami maupun putra putri kami, suatu pendidikan yg berkualitas, namun
wajar. Prof Syafi’i Antonio (ahli ekonom syariah), pernah berujar, bahwa
ekonomi Islam saat ini telah mulai tumbuh pesat, hal ini tdk terlepas
dari salah satu inti agama Islam itu sendiri, yaitu berbuat dan berguna
bagi kemaslahatan umat.

Ikhwan wal akhwat rahimakulullah
Marilah kita ber-istighfar dan menjauhi, hal2x yg berbau materialistis,
pemahaman pola pikir kapitalis, sosialis apalagi komunis. Banyak cara yg
bisa kita lakukan dalam menjalankan misi dakwah. Ana yakin, banyak
diantara kita yg sudah berpengalaman dalam melaksanakan suatu agenda yg
acara yg cukup besar, mis bedah buku, bazar amal, tabligh akbar, zikir
akbar, pengajian / taklim mingguan, ’itikaf dll. Dimana pastinya mereka
telah mengalami cara penghitungan biaya yg efektif dan terjangkau,
tentunya hal ini tidak lepas dari semangat dakwah dan jihad yg tinggi.
Ana juga yakin semua anggota milis memiliki misi dan visi dakwah yg
sangat kental. Namun hendaknya, caranya pun sedapat mungkin berbasiskan
paham Islam, hingga Allah senantiasa me-ridho-i setiap langkah kita.
Amin.

Terakhir, begini saja, tanpa mengurangi rasa hormat dan tdk serba
”memandang aneh” satu sama lain, bagaimana kalo pantia jika tdk
keberatan, mungkin bisa sharing ke kita mengenai costing yang
di-breakdown, sehingga muncul angka 550rb, dan alasan / tujuan penerbitan
sertifikat, mengapa menggunakan hotel berbintang 5, serta asumsi jumlah
peserta yg akan diraih.

Tentu saja, sekali ini merupakan hak prerogatif panitia. Mungkin saja,
nanti akan banyak usul dari milis tentang cara mengurangi cost yg tdk
perlu, atau malah ada yg berminat jadi pendonor salah satu komponen biaya
/ malah ada yg bilang angka segitu masih terlalu murah?. Wallahualam.
Gimana ;)

Mohon maaf bagi yg tidak berkenan. Wassalamualaikumwr wb.

yglagirindupendidikanmurahbangardian

-- 
___
Play 100s of games for FREE! http://games.mail.com/



[Non-text portions of this message have been removed]





 Yahoo! Groups Sponsor ~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.clic

RE: [media-dakwah] pelatihan sehari menikmati shalat secara khusy u

2006-01-10 Terurut Topik ardian umbara
Assalamulaikum wr wb.

Tampaknya uneg2 ana bbrp wkt lalu agak membuat gusar TP. Berikut reply beliau 
via japri ke ana:

”kita tidak menkomersialisasikan shalat.. cuma biaya hotel, makan, makalah dan 
operasional lainnya itu butuh biaya.. misalnya ada yang mau mendanai semua itu 
pelatihan ini PASTI GRATIS... JADI TOLONG BERIKAN SOLUSI GIMANA MENDAPATKAN 
GEDUNG GRATIS, CATERING GRATIS, TRANSPORTASI GRATIS, DAN SEBAGAINYA? JANGAN 
HANYA MENGELUARKAN OPINI SEBELUM MENGETAHUI SECARA MENDALAM TUJUAANNYA, INSYA 
ALLAH ITU TERMASUK FITNAH!! ”
(Catatan: semua redaksi kata, bentuk huruf,  penggunaan tanda baca, tdk ana 
ganti)

Ini msh belum lagi bbrp tanggapan yg ada di milis
Ana coba klarifikasi:
1.  Buat TP.
Alhamdulillah TP memberikan klarifikasi langsung via japri. Berhubung beliau 
”melempar PR”, mk ana jg bagi ke milis. Krn ana gak punya uang buat kursus 
apalagi buat ngebiayain :(.  Yg jadi point of interest dari balasan TP adalah 
sepertinya ”kesulitan” utk mencari tempat murah. Oleh karena itu ana coba kasi 
jalan keluar, namun sebelumnya ana coba spot utk cost reducing:
o   Penggunaan hotel Sahid, yg nota bene hotel berbintang (4/5)  
costly tentunya. Mungkin bisa dicoba tempat yg tidak mahal, seperti ruang di 
institusi pendidikan, ruang rapat di kantor pemerintahan / swasta, mis depag, 
lembaga islam, kantor surat kabar. Silahkan dipilih, kalo nilai kestrategisan 
jadi masalah, hmmm ana rasa kalo partisan ingin belajar, kemana aja bakal 
dikejar. 
o   Belum lagi penggunaan ruang seminar yg exlusive (tambah costly juga), 
tambah lagi snack 2x+lunch, kmd belum biaya utk buat kartu alumni dan 
sertifikat (entah apa tujuannya), ditambah paket seminar kit. Ana gak 
permasalahan buat snack / lunch. Ana setuju, tentunya perlu biaya. Tapi kalo 
sumbernya bukan dari hotel, tentunya harga gak bakal selangit. Kemudian kemana 
tujuan pembuatan kartu alumni? Toh kalo gunanya sebagai database, yg dikemudian 
hari bakal diundang buat acara lain yg sejenis, tentunya gak perlu dibuat 
kartu-kartuan. Kan jadi biaya. Belum lagi sertifikat, BTW, who’s gonna need it? 
Allah gak akan nanya,” wahai fulan bin fulan, mana sertifikatnya kalau anda 
mengatakan pernah shalat dg khusyu?”. Buat ngelamar pekerjaan? Perusahaan / 
universitas mana yg perlu? Atau buat berbangga diri? ”Nih lho, ana dah dapet 
sertifikat bahwa shalat ana sudah khusyu.” Sebagai bukti kepersertaan? Come on. 
Janganlah mengajarkan orang utk riya. Lagian kalo diada’in hari kamis, kalo 
perlu gak usah pake lunch / snack. Asumsikan saja, partisannya orang yg 
menjalankan sunah Rasulullah utk berpuasa senin – kamis. 
oNotepad dan pulpen. Yaah kalo namanya pelatihan / pembelajaran, 
mestinya partisan akan bawa alat tulis menulis. Nambah -nambah biaya aja.
o   Transport penulis. Kalo yg ini ana setuju, perlu biaya. Tapi kalo 
dilihat rata-rata uang pengganti transport utk ustadz yg ceramah dari masjid ke 
masjid, biasanya cukup 150-500 ribu utk satu kali datang. Tergantung acara yg 
diadakan. Yah memang akan bengkak, kalo menggunakan mobil sewaan dan akomodasi 
penginapan. Lagi pula, ana rasa ustadz Dicky Zainal, pastinya memberikan ilmu 
ini dgn semangat Lillahi ta’ala. Selain itu, toh beliau sudah pernah menuangkan 
dalam buku. Pastinya hal ini sudah memperkuat ”dugaan” bhw beliau memang ikhlas 
lillahi ta’alaa.
o   Discount?.. Kalo ini juga memang jadi perlu biaya, bila kemudian 
dihubungkan dengan sebuah subsidi silang bagi pembiayaan produk produk Hikmatul 
Iman Tecnology.
Jadi kesimpulanya, masih banyak alternatif yg bisa dipakai dan murah, bila 
memang ingin berbagi ilmu. Ada opini / masukan lain?

2.  Buat akhi Ahmad Fauzi. Ana sangat setuju dengan identifikasi masalah yg 
antum tulis. Memang utk menambah ilmu kita pasti akan mengeluarkan yg namanya 
investasi. Minimal investasi waktu dan tenaga. Namun rasanya tidak ”imbang” 
jika pelatihan shalat khusyu dibanding dg pelatihan ESQ. Shalat adalah suatu 
ibadah yg sangat basic, tentunya sudah menjadi hal yg mutlak bagi seluruh umat 
muslim mengetahuinya dan mengamalkanya. Hal ini berbeda dg ESQ, sebuah 
pemahaman yg sangat kompleks dan njlimet ini, kalo saya boleh beropini, 
tentunya kita masih akan tetap sebagai muslim yg sejati tanpa harus mengikuti 
pelatihan ini, insya Allah. Beda kalo kita gak shalat. 

Menurut ana yg jadi masalah, bentuk penyampaian atau penyebaran ilmu, yg 
notabene, ilmu yg diajarkan adalah suatu substansi dasar bagi kaum muslimin 
dalam menjalani ibadah keagamaan, yaitu shalat. Sepertinya diarahkan bagi yg 
memiliki uang, membungkusnya dengan hal yg berbau kemewahan, dan memanfaatkan 
suatu kelemahan umat yg umum (sulit utk shalat dgn khusyu).

Tidak bisakah kita, umat yg disebut sbg rahmatan lil’alamin, dalam menyiarkan 
sesuatu yg sangat penting dan utama, dilakukan dengan biaya yg minim atau 
dengan infaq semampunya atau kalau perlu gratis?.  

Ana jadi ”agak rindu” dengan kondisi umat seluruh dunia pasca tsunami. Dimana 
hampir semua fokus pad

Re: [media-dakwah] pelatihan sehari menikmati shalat secara khusyu

2006-01-05 Terurut Topik ardian umbara
Assalamualaikum wr wb

Memang pemikiran ingin "memodernkan agama" atau "mengagamakan nan modern" 
sepertinya semakin hari semakin banyak bentuknya.
Agama rasanya semakin menarik bila dibungkus utk konsumsi publik. Agama sebagai 
"ladang bisnis", Agama sebagai ajang teatrikal, ataupun Agama sebagai tontonan, 
jika boleh meminjam istilah yg dipakai Prof KH Ali Yafi.

Ngomong2x, kalo udah dapet sertifikat, siapa ya yang perlu? ;) Mhn maaf jk 
tidak berkenan.

yglagibingungdgkondisiumat

- Original Message -
From: "as as" <[EMAIL PROTECTED]>
To: taarufproduction <[EMAIL PROTECTED]>, media-dakwah@yahoogroups.com
Subject: Re: [media-dakwah] pelatihan sehari menikmati shalat secara khusyu
Date: Thu, 5 Jan 2006 20:46:54 -0800 (PST)

> 
>Ngajarin sholat kok minta upah Rp 550.000,- seorang. Komersialisasi 
> sholat ? Nabi Muhammad saja tidak pernah minta bayaran. Anda dapat lisensi 
> untuk ngajarin sholat dan menarik bayaran ? Memalukan sekali. Janganlah 
> membuat orang menertawakan Islam dengan ulah minta upah anda itu.
> 
> 
> taarufproduction <[EMAIL PROTECTED]> wrote:   TA'ARUF
> 
> 
> Manusia diciptakan sebagai pemimpin dimuka bumi. Segala macam fasilitas
> diberikan Allah SWT untuk manusia lebih sempurna dari makluh lainnya.
> Hanya ada pertanyaan apakah manusia sudah betul - betul mengenal
> dirinya lingkungannya, tuhannya, dan tugasnya sebagai khalifah? Ini
> harus dikaji lebih jauh.
> 
> 
> Dengan progam Ta'aruf kita akan berusaha mengenal kembali makna yang
> terkandung dan tersembunyi di balik semua yang di amanakan pada
> manusia. ProgamTa'aruf berusaha untuk lebih mendalami dengan cara
> yang praktis dan mudah, juga menyeimbangkan antara teori dan praktek,
> antara tuntunan dengan perbuatan. Semoga progam ini akan bermanfaat
> untuk kita di dalam menkaji setiap amanah yang diberikan oleh Allah
> SWT. Amin
> 
> 
> PELATIHAN MENIKMATI SHALAT SECARA KHUSYU'
> 
> 
> Salah satu progam dari Ta'aruf adalah pelatihan Menikmati Shalat
> Secara Khusyu' dimana kita akan kembali belajar mengenali shalat yang
> kita lakukan itu sudah khusyu' atau konsentrasui, ataukah hanya
> sekedar gugur kewajiban? Pelatihan ini akan membuka kesadaran kita
> tentang apa yang sudah kita lakukan selama ini.
> 
> 
> Tanyalah pada diri kita:
> sudahkan kita shalat?
> bagaimanakah shalat kita?
> Kemanakah pikiran kita ketika shalat?
> Apakah shalat kita penuh dengan pamrih?
> Beratkah ketika kita hendak memulai shalat?
> 
> 
> Semuanya akan kita bongkar disana sekaligus mengenal kembali shalat
> kita.
> 
> 
> FULLDAY TRAINING MENIKMATI SHALAT SECARA KHUSYU'.
> 
> 
> FullDay Training Menikmati Shalat Secara Khusyu' merupakan pelatihan
> sehari esklusive bagi jiwa - jiwa yang menginginkan untuk
> mempelajari, memahamin dan mengamalkan salah satu syarat sempurnanya
> ibadah shalat yaitu khusyu'. Pelatihan ini memberikan penjelasan dan
> praktek untuk mengenal jalan - jalan yang mesti ditempuh dalam
> mencapai khusyu', dan membuka pikiran anda untuk memahami nilai
> pentingnya bagi seorang muslim.
> 
> 
> FullDay Training Menikmati Shalat Secara Khusyu' memberikan kembali
> pemahaman kepada ummat islam tentang eksistensi dan kepentingan
> khusyu' dalam shalat. Mengikutinya akan menbuat anda seakan melihat
> sisi lain dari rutinitas shalat yang anda lakukan, dan menbuat anda
> bergairah mencapai shalat khusyu'.
> 
> 
> Pelatihan Shalat Secara Khusyu tidak bisa didekati dengan pendekatan
> metoda latihan, seperti meditasi, tao, aroma therapy dan sebagainya.
> 
> 
> Ikutilah FullDay Training Menikmati Shalat Secara Khusyu', tidak
> hanya materi dan praktikum yang mudah diikuti peserta. Juga didukung
> multimedia dan movie yang memudahkan peserta memahami mencapai shalat
> khusyu'.
> 
> 
> Materi - Materi Training :
> 1.Pengenalan gangguan konsentrasi dalam shalat
> 2.Faktor luar yang menpengaruhi otak ketika shalat.
> 3.Proses syetan golongan jin menpengaruhi otak ketika shalat.
> 4.Pelatihan harmonisasi tubuh dan konsentrasi.
> 5.Mind Persepsi, simulasi & contoh ketika otak dipengaruhi unsur luar.
> 6.Mind Persepsi, melihat hal yang tak terlihat secara biasa.
> 7.Pemdalaman shalat dan bacaannya.
> 8.Mengenal dan mendalami diri sendiri untuk intropeksi diri
> 9.Latihan shalat secara khusyu disertai godaan - godaannya.
> 10. Latihan shalat dengan segala macam kekuatan penghayatan.
> 11. pengosongan diri sambil berdzikir menginggat Allah dengan segala
> kejujuran diri
> 
> 
> Hotel Sahid
> Jl Jend Sudirman. jakarta
> Kamis, 19 January 2006
> Waktu 08.00 - 17.00
> Trainer Utama: Dicky Zainal ArifiN (Penulis Buku Cara MUdah Khusyu
> Dalam Shalat)
> Biaya Rp. 550.000
> 
> 
> Fasilitas: Ruang seminar eksklusive, coffe break pagi & sore, snack,
> makan siang, sertifikat, kartu alumni dan seminar kit eksklusive (buku
> Belajar Mudah Shalat Khusyu, discount produk Hikmatul Iman Tecnology,
> notepad dan bulpen)
> 
> 
> INFORMASI:
> Ta'aruf Production Jakarta
> Jl. Kelapa Puan Timur 2 Nc 2 N0 6, Kelapa Gading - Jakarta Utara
> 08193292