FYI!



>http://kompas.com/kompas-cetak/9812/28/UTAMA/vaks01.htm
>
>Senin, 28 Desember 1998
>
>Vaksinasi, Perlu atau tidak? 
>
>
>DALAM konstelasi modern saat ini, obat memang tidak sekadar menjaga badan
tetap sehat atau menyembuhkan dari sakit. Obat adalah bagian dari industri,
yang kalau terserap masyarakat, berarti ada perputaran modal.
>
>Pro kontra uji coba vaksinasi DPT-HiB di Lombok, NTB, nampaknya tak lepas
dari konstelasi ini. Pemerintah berpendapat, uji coba imunisasi dengan
vaksin gabungan Diphteria Pertusis Tetanus-Haemophylus influenzae type B
(DPT-HiB) adalah bagian dari upaya menurunkan angka kematian bayi dan anak
balita NTB, yang penyebab utamanya adalah infeksi saluran pernapasan atas
(ISPA). Dan bakteri HiB, salah satu sumbernya.
>
>Sementara suara kontra dari Lombok, mencurigai proyek ini sebagai
pemanfaatan masyarakat miskin sebagai kelinci percobaan demi diperolehnya
persetujuan peredaran vaksin yang lebih luas. 
>
>Di Jakarta sendiri, vaksin HiB sudah banyak disediakan klinik atau rumah
sakit dalam bentuk tunggal, yaitu HiB saja yang tidak digabung dengan DPT.
>
>Orangtua yang kritis, tentu akan banyak tanya soal keamanan dan perlunya
vaksinasi untuk mencegah radang selaput otak maupun radang paru ini. Sedang
orangtua yang menganggap apa pun yang terbaik untuk anaknya diterima
-apalagi punya uang- pasti menerima apa saja yang ditawarkan pihak pelayan
kesehatan.
>
>Padahal, vaksinasi Hib tidaklah murah. Rumah sakit swasta di Jakarta,
umumnya memasang harga di atas Rp 100.000 sekali vaksinasi. Sementara
vaksinasinya harus tiga kali dengan selang dua bulan. 
>
>Karenanya pemahaman tentang imunisasi sangat diperlukan, sebelum orangtua
memutuskan perlu tidaknya vaksinasi bagi putra-putrinya.
>
>
>
>***
>MENURUT dr Dahlan Ali Musa Sp A(K) dari Sub Bagian Tumbuh Kembang dan
Pediatri Sosial, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM yang ditemui di ruang
kerjanya pekan ini, imunisasi adalah tindakan pencegahan tingkat pertama.
Dalam konteks paradigma sehat, pencegahan lebih baik daripada mengobati. 
>
>"Imunisasi ada yang wajib, ada yang dianjurkan. Imunisasi jadi wajib jika
angka kejadian penyakit cukup tinggi serta menimbulkan cacat atau
kematian," tuturnya.
>
>Imunisasi dianjurkan, bila ada penyakit-penyakit yang sering terjadi pada
anak tetapi pemerintah tidak mampu menyediakan dana, atau prevalensinya tak
terlalu tinggi.
>
>Dalam hal imunisasi wajib, pemerintah bertanggung jawab menyediakan vaksin
gratis. Saat ini yang termasuk imunisasi wajib adalah BCG untuk mencegah
Tuberkulosis (TB) berat pada bayi. Misalnya, TB selaput otak (meningitis),
TB tulang, atau TB tulang belakang dan sendi panggul. Kemudian DPT
(Difteri-Pertusis-Tetanus) dan polio, serta campak. 
>
>Tahun 1997 ada tambahan imunisasi wajib Hepatitis B untuk bayi di bawah
satu tahun, meski penularan virus itu tak mudah karena lewat darah.
Pertimbangannya, infeksi virus Hepatitis B saat bayi bisa menimbulkan efek
mematikan 15-20 tahun kemudian, berarti pada usia produktif, serta
prevalensi di Asia Tenggara termasuk tinggi.
>
>Menurut Dahlan, pemilihan imunisasi atau tidak bukan hanya karena
prevalensinya tinggi, tetapi juga kefatalan yang diakibatkannya. Polio
misalnya, prevalensinya tak terlalu tinggi, bisa disembuhkan, tetapi karena
menimbulkan kelumpuhan perlu dilakukan pencegahan. TB pun bisa diobati dan
sembuh, tetapi imunisasi diwajibkan karena jika TB kena tulang atau selaput
otak akibatnya fatal.
>
>Imunisasi HiB termasuk yang dianjurkan. "Ini perlu untuk bayi di bawah
satu tahun, terutama usia enam sampai 12 bulan, karena menyebabkan radang
selaput otak, radang telinga tengah, radang saluran pernapasan atas, radang
paru atau pneumonia, yang bisa berakibat fatal," ujar Dahlan.
>
>
>
>***
>IMUNISASI HiB, terutama diperlukan anak balita. Sedang di atas lima tahun,
apalagi dewasa, sudah tak perlu karena tubuh sudah mampu membentuk antibodi
untuk melawan. Bahkan bakteri HiB secara alami hidup di tenggorokan orang
dewasa tanpa orang bersangkutan menjadi sakit (carrier). 
>
>Radang selaput otak (meningitis) penyebabnya macam-macam, bisa karena TB,
virus, atau bakteri termasuk HiB. Prevalensi di Indonesia tak jauh beda
dengan negara lain. Dari hasil penelitian pada anak yang terkena radang
selaput otak, 36-38 persen disebabkan karena HiB. 
>
>
>"Dengan kata lain, tiga dari 10 radang selaput otak pada anak disebabkan
oleh HiB," tutur Dahlan yang juga tergabung dalam Kelompok Kerja Kejadian
Ikutan Pasca-imunisasi yang memonitor akibat-akibat imunisasi di berbagai
daerah. 
>
>Kalau di Lombok vaksin DPT-HiB digabungkan, sebenarnya bisa menghemat
tenaga dan biaya karena hanya perlu satu kali penyuntikan. "Dengan satu
spuit sudah masuk dua vaksin," jelasnya. 
>
>Bahkan, banyak yang mencita-citakan satu kali suntik semua vaksin
tercakup. "Tetapi itu nanti, kalau sudah ditemukan vaksin rekombinan untuk
semua jenis vaksin," tambahnya.
>
>Dokter memang wajib menerangkan segala hal yang berkaitan dengan
imunisasi. Karena umumnya orangtua yang ke dokter spesialis sadar kesehatan
dan menginginkan yang terbaik bagi anaknya, tetapi sekaligus sangat awam.
>
>
>
>***
>IMUNISASI lain yang dianjurkan adalah MMR (Measles/
campak-Mumps/gondong-Rubella/campak Jerman). Meski tak terlalu berbahaya,
rubella yang menyerang wanita hamil akan menyebabkan cacat pada janin.
Karenanya anak perempuan perlu imunisasi ini, pada usia 15 bulan serta akil
balik, untuk menjamin perlindungan seumur hidup. Sedang penyakit gondong
berbahaya jika menyerang laki-laki yang sudah akil balik dan kena buah
zakar, karena mengakibatkan kemandulan.
>
>Ada lagi Tipa untuk mencegah tifus dan paratifus. Imunisasi ini diperlukan
jika seseorang hendak pergi atau tinggal di daerah endemik. Waktu
perlindungannya satu sampai tiga tahun. 
>
>Vaksin lain yang dianjurkan adalah vaksin varicella (cacar air).
Berdasarkan kesepakatan Ikatan Dokter Ahli Anak Indonesia (IDAI), vaksin
varicella hanya diberikan pada anak di atas usia 12 tahun yang belum
terkena cacar air. Penyakit ini tak berbahaya jika tak ada komplikasi.
(Atika Walujani) 
>
>
>
>










http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet

--------------------------------------------------------------------------
"Milis Bagi Orangtua Yang Menyayangi Balitanya"
To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com

Kirim email ke