Pembahasannya kok menarik juga ya ....
Saya sendiri jadi sepakat dengan apa yang bung Fatahsyeih paparkan. 'Sapu'
itu perlu diperbaharui, tidak mungkin kita pakai 'sapu' yang sama selama
bertahun tahun. Rambut dikepala aja perlu kita cukur secara periodik.
Anda cukup cerdas bung Fatah. Kalau bisa nanti di buat kesimpulan
pembahasannya yak...
See you
----- Original Message -----
Date: Tue, 25 Apr 2006 05:06:08 -0700 (PDT)
From: Fatahsyeih <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Fungsi Rambut Kemaluan
Pemaparan Bapak Donny yang meyakinkan, membuat aku berpikir 3 hari dulu
untuk kemudian menjawabnya. Selidik punya selidik, memang ada ajaran untuk
mencukur bulu-bulu kelompok kedua (kemaluan dan ketiak). Tapi ada point yang
terlupakan. Anjuran ini punya jeda masa tersendiri. Bukanya harus
memotongnya setiap hari, akan tetapi dipotong dalam masa 40 hari.
Disini barangkali, kita temukan titik temu dengan pendapat Bp. Donny.
Berangkat dari kesimpulan "Bulu-bulu itu tidak berfungsi dan harus di
habisi", saya berpindah pada kesimpulan "Bulu-bulu itu mempunyai fungsi dan
harus selalu di perbarui setelah 40 hari". Layaknya sebuah mesin yang
membutuhkan onderdil baru untuk menggantikan yang usang.
Tidak mungkin kita menggunakan satu sapu selamanya. Suatu saat, niscaya
bulu sapu itu akan berkurang optimalisasi fungsinya. Dengan kita membeli
sapu yang baru peran sapu yang usang akan tergantikan. Kurang lebih, itu
analogi saya.
Pertanyaan penutup untuk masalah rambut:
1. Mana yang lebih baik (secara kesehatan), membiarkan "rambut" itu tetap
eksis ataukah menggantinya secara kontinyu dalam masa tertentu.
2. Apakah masa 40 hari itu ukuran ideal untuk mencukur "rambut" ataukah
ada jarak masa lain yang lebih baik secara medis?
3. Berdasar asas "Perbedaan pemakaian istilah bahasa dalam agama
mengandung fungsi/rahasia yang berbeda", apakah Bp. Donny memandang ada
perbedaan pengaruh ke fisik antara bulu ketiak sebaiknya dicabut, bulu
kemaluan sebaiknya dipotong dan kumis yang dianjurkan untuk dicukur?
Terimaksih sebelumnya...
"Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hello Fatahsyeih ,
Menarik juga agama anda itu yg demikian detalnya menjabarkan semua yg
perlu n yg tdk perlu.
Saya mau menarik perhatian anda:
Anda cona satu hari jalan2 ke cibinong,didepan pabrik semen yg lagi
gebul berdebu mengeluarkan deebu dai tanah, lalu anda tdk pake baju,
satu ketek anda cukur bulunya abis, yglain anda biarkan gondong dg
maksud utk membandingkan hasilnya nanti.
setelah cukup lama berkeringan n menempelnya debu yg cukup tebal dikedua
ketek, anda biarkan sampai soreh dan mengering sehingga keras. lalu anda
coba bersihkan, maka hasilnya yg ada bulunya akan lebih gampang
dibersihkan diabnding yg kelimis.
kenapa demikian, karena sang bulu ada minyaknya ketika panas, dan
meskipiun berkeringat, karena ada minyaknya, maka debu tdk menempel dg
baik pada bulu, n terutama pada kulit di lapisan persendian tangan yg
namanya ketek tersebut.
Debu yg menempel diketek tanpa bulu akirnya bersatu dg kulit di ketek n
menjadi keras sehingga sukar dibersihkan, n menjadikannya luka.
So, Ketika Tuhan menciptakan manusia, kelihatannya betapa sdh
diperhitungkan akan meraja lelanya manusia sesuai dg instruksinya utk
berkembang biaklah dan kuasailah alam semesta ciptaan Saya tersebut.
Ia tdk pernah berpikir bahwa sang manusia yg diciptakan segambar dg Dia
itu juga mempunyai akal budi dan kecerdasan yg dlm sejarah perkembangan
manusia pernah mau naik kelangit dan lebih dekat dg Tuhan n agar sama dg
Tuhan (menara Babil),pada akirnya punya rasa malu dan mengembangkan
pakaian yg nyaman utkdipakai nya, bahakan membuat udara segar yg kita
kenal sebagai air conditioner yg kini bahakan dilengkapi dg tukang sapu
n pemuat ion didalamnya agar udara selalu bersih n segar.
Dlm ciptaanNya ini tentu saja harus dilengkapi dgberbagai sarana agar
sang manusia bisa menjalani kehidupandg baik dan tdk merusak dirinya
sebagai akibat dari daya alam yg ada.
Bulu kemaluan misalnya pada wanita menutupi semua jalan masuk agar dg
demikian debu, n kuman bisa dilewatkan dan tak mengganggu bagian organ
reproduksi ini, dimana pada pria bulu ygada begitu menutupi kantung
scrotum agar dg demikian radiasi sinar matahari, radiasi sinar kosmis
tdk sampai merusak kandungantestis yg merupakan jazad renik (sperma) yg
tentu saja rawan terhadap radiasi yg keras/kuat.
Nah kalau menurut anda bahwa bulu2 tersebut sdhtdk berguna lagi n perlu
anda cukur habis, mungkin bagi anda benar, tetapi tdk berlaku umu,
karena bagi pekerja tambang, bulu masih diperlukan (ilustrasi diatas),
penyelam, dlsbnya, masing masing mempunyai kebutuhandan kebiasaan hidup
yg berbeda dg kondisi alam juga berbeda, sehingga tdk bisa dikatakan
bantai saja bulunya,toh sdh tdk dibutuhkan lagi, sdh ada pakaian.
tetapi tau kah anda kalau pakaian juga bisa menimbulkaniritasi kulit
kalau sangbulu ndak ada ditempatnya?? ini hanya salah satau saja,
sebaliknya kalau bulu yg tdk terawat, jugamenjadikan bersarangnya kutu
bulu kemaluan,kutu bulu ketek dlbsnya.
Jadi naturaly, disediakan, dibutuhkan perlu dirawat.
demkian, semoga bermanfaat,
Wassallam,
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "seksologi" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

