terima kasih pak david atas berbagi ceritanya. Saya berumur 23 173/64 saya juga mau disunat, tapi tidak tahu tempat dan DR-nya bisa tolong saya yah tempat pak David disunat trus juga nama DR-nya. saya dapat dijapri dengan rian. terima kasih saya ucapkan.
- In [email protected], "Mr.David Halim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Thanks atas tanggapannya. > > Ada dikit informasi yang kiranya para pembaca perlu ketahui mengenai khitan karena kemarin saya baru konsultasi lagi dengan dokter. > Saya beritahu dokter mengapa jadinya seperti ini tidak seperti punya orang pada umumnya. > Tanggapan dokter : > 1. Pertama mengenai usia. Kalo usia anak-anak dapat saja di potong seluruhnya karena masih dalam masa pertumbuhan. > 2. Kalo pada usia dewasa harus ada lebih kulit karena diperlukan untuk ruang ereksi. Kalo dipotong habis maka waktu ereksi akan sangat sakit sekali karena kulitnya ketarik dikarenakan sudah dipotong habis. > 3. Masalah berat. Saya termasuk orang yang gemuk (tapi ngak gemuk banget loh) jadi pangkal penis bisa saja tenggelam dalam kegemukan (lemak) sehingga terlihat banyak kulit yang sepertinya tidak dipotong padahal dokter bilang saya sudah termasuk banyak dipotong. > 4. Masalah jarak ereksi dan normal. Kalo ereksi mungkin bisa sepanjang 11-13 cm (standar asia) dan kalo lagi normal bisa 2-3 cm. Sangat jauh kelihatannya jadi dibutuhkan kulit untuk untuk ruang peregangan. Bayangkan kalo lagi normal 2-3 cm dipotong habis pas lagi ereksi pasti sangat sakit sekali karena kulitnya ditarik habis- habisan. > 5. Yang paling penting pada saat ereksi tidak ada kulit yang tersisa (habis terbuka semua). Kalo masih ada balik lagi ke dokter untuk dipotong lagi dikit he....... > 6. Saya rasa lebih baik di khitan pada usia muda. > > Hanya itu yang saya dapat sampaikan kepada rekan semoga dapat menambah wawasan bersama > > B'rds > David > > -----Original Message----- > From: paidjo [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, September 29, 2004 2:54 AM > To: Mr.David Halim > Subject: Re: [Seksologi] Khitan > > > Kampoeng Melaju, Rebo Wage Tgl. 29/09/04 djam 2:50:24 AM > Hello Mr.David Halim > > setau saya umumnya kepala terlihat terbuka.. > dan sampe leher, meskipun tidak kondisi ereksi.. > atau kurang banyak yg harus dipotong ?? > atau bisa jadi kondisi mr. p tidak sama tiap orang yah... > > logika saya, kalo khintan supaya tidak ada tempat sembunyi untuk kotoran di sekitar leher.. > jadi bener bener terbuka... > > selamat yah... sekarang jadi lebih keren kan ? :)) > > -----------< Original Message >----------- > Mr.David Halim, sampeyan dino Seloso Pon Tgl. 28/09/04 djam 2:50:24 AM, ngirim email : > Subject : [Seksologi] Khitan > > Selamat Siang..... > > Saya mau minta pendapat dari rekan-rekan. Pada hari Rabu yang lalu saya melakukan khitan di salah satu klinik di Jakarta dengan sistem laser. Karena dokter prakter hari selasa-kamis jadi otong saya masih dalam keadaan dijahit. > Yang menjadi pertanyaan saya : > 1. Kenapa masih berkulit seperti biasanya hanya berkurang sedikit dan masih menutupi kepala penis. > 2. Nanti sore saya akan balik lagi ke dokter untuk konsultasi dan mungkin untuk lepas jahitan. Apa yang harus saya katakan pada dokter. > 3. Apakah memang begitu kejadiannya kalo orang di khitan. > 4. Apa mungkin saya harus melakukan khitan untuk ke-2 kalinya. > > Tolong bantuan dan penjelasannya dari rekan rekan. > > NB : Usia saya 27 Tahun. Berat 85 kg, Tinggi 170 cm > > Terima Kasih > David > > > [Non-text portions of this message have been removed] > Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/seksologi/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

