Hello Ndoel,

ML adalah suatu kebutuhan hidup, yg mana bila mengalaminya dan tdk bisa 
mengelaknya, maka sebaiknya dilakukan dg pasangan yg sah dan tdk berganti.

Kasus anda adalah dg istri anda, sah, tdk berganti, jadi boleh.
Nah pertanyaannya, istri anda sedang hamil. apakah boleh???

Istri yg hamil sebagai manusia, juga mempunyai hasrat, dan hasrat itu 
bisa timbul dari sang istri atau dari anda sendiri kan??

Ketika ML tanpa kehamilan, maka keduanya bisa melakukan dg berbagai 
kehendak, lepas, sesukanya, bisa m,enikmati, mungkin suara2, mungkin 
juga sangat halus, saling memberi sentuhasn tanpa kekerasan, n ini 
diatur bersama, karena namanya juga kegiatan bersama.

Ketika hamil, istri tdk sendiri, tetapi mengandungi sesuatu bagian yg 
terus bertumbuh dlam jaringan halus didalam jauh diatas saluran vagina.

Pertumbuhan ini cukup rawan goncangan, rawan tekanan n juga bergantung 
pada emosional yg empunya.

Nah, kalau biasa mengebu2 dlm melakukan ML, berdua, maka ketika hamil 
tentun saja hars penuh perasaan, posisi tdk bisa saling tindih lagi, 
mungkin gantian, yg nindih snag istri, alias posisi pria dibawah, atau 
bisa nyamping, saling bertumpu pada tempat tidur, sehingga relaxed 
banget tu tubuh, asal tdk menekan jantung; jadi boleh dg psosisi tertentu.

Goyangan, kalau biasa sesuka hati ku, bisa2 terjadi gempa dg scall 
richter 3.9, sehingga tempat tidur yg knock down bisa patah, kini perlu 
sehalus mungkin, dg demikian tekanan kedlam area kehamilan menjadi 
sangat soft n tenderly, sementara rangsangan keduanya bertolak pada 
touch sensitive area, jadi sebenarnya diam2 makan dalam gitu.

Libido, keinginan lebih ditekankan pada keingina istri utk ber ML, 
karena seperti saya tuliskan diatas, emosi yg mepunya kehamilan, maka 
emosional ini perlu dijaga, mungkin terlepas dari motifasi kenapa ia 
sangat ingin ber ML dg anda, tetapi hasrat itu tdk perlu dipendam karena 
alasan kehamilan.

Bila sdh menginkan ber ML dg anda, tentu saja pelepasan sperma didalam 
vagina menjadi hal yg mesti dan bahkan ada yg menuntut agar itu 
dilakukan didalam, sehingga gerak kejot kejot pelepasan dirasakan 
sebagai rangsangan yg mengasikan.

So, boleh???
Ya boleh dong dg syarat ya seperti yg disebutkan.
Semoga bermanfaat
Wassallam





NdoeL wrote:

>Umur kehamilan istri saya kurang lebih 3 minggu, yang saya tau tidak masalah 
>sewaktu hamil melakukan ML, tetapi yang ingin saya tanyakan apakah ada 
>dampak negatifnya jika kami ML dan sperma saya dilepas di dalam, mengingat 
>kandungan masih berusia dini.
>
>Terima kasih. 
>
>
>
> 
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> 
>
>
>
>
>
>
>  
>

-- 

   "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"




 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/seksologi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/seksologi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke