Hello Kare,
2 posting anda memang ada bedanya yaitu dikalimat terakir, ttg bengkok 
dan pengaruh terhadap berhubungan nantinya.
YG kemudian saya jadikan satu saja kedua mail anda spt dibawah ini.

BTW, pertanyaan anda bisa saya jawab sbb:

1. Sunat.
Ada 2 typikal sunatan; yg 1 merupakan sunatan yg dibuat sebagai 
persyaratan keagamaan sedangkan yg lain adalah sunatan yg dibuat karena 
alasana kesehatan.
Nah, kalau sunatan yg pertama sebagai alasan dan anda sdh mealkukannya, 
maka saya pikir, tdk ada ketentuan bahwa sunat diperlukan sampai bersih 
habis terbuka, juga dg sunat model baru yg terjadi, bahkan ada seni 
dkorable yg terjadi sehingga bentuk kepala penis menjadi seolah memiliki 
kepala bercabang dua, dimana yg sat adalah kepala penis gland itu 
sendiri, dan yg lain adalah dekorasi pemutaran kulit pembungkus penis yg 
kemudian digabung ke arah bawah dan membentuk daging yg seoleh kepala yg 
kedua.
Kondisi pemugaran kepala yg gundul abis atau yg menajdi dual head, ya 
semuanya saya pikir sah2 saja, tergantung sang dokter atau tenaga ahli 
lainnya yg melakukannya, atau tergantung permintaan yg menjalani penyunatan.
Jadi tdk ada keharusan utk melakukan penyunatan sampai bebrapa kali agar 
kondisi kepala menjadi gundul abis tanpa bersisa.

Kondisi kedua adalah karena alasan kesehatan, dimana pada kulit penutup 
penis tersebut terjadi peradangan atau jamuran sedemikian, sehingga utk 
alasan perbaikan kondisi agar kepala penisnya tdk mengalami pengrusakan 
sebagai akibat dari adanya kondisi jamur/ iritasi yg kemudian menjalar 
kekepala penis.
Kondsii ini dg sendirinya diperlukan pembantaian habis kulit penutup 
karena pada umumnya infeksi terjadi di pinggiran payung kepala penis, 
sehingga praktis seluruh kulit penutup terpaksa harus dilepas.
Pemotongan ini tdk 100% menjamin bahwa nantinya tdk ada luka atau 
iritasi lagi, tetapi paling tdk menurunkan nilai kelembapan yg kemudian 
menjadikannya tempat sarang jamur bertengger, dan penyimpanan smegma 
atau cairan kelamin yg mengering.

2. Pembukaan dan fungsi kulit penutup kepala penis:

Secara fungsional, kulit penutup kepala penis atau sering disebut kulup, 
berfungsi utk melindungi kepala penis dari berbagai kemungkinana 
pengrusakan sebagai akibat dari benturan, tergores dlsbnya, mengingan 
org jaman ketika manusia di jadikan belum menggunakan pakaian, jadi 
penciptaannya berguna bukan tdk ada gunanya.
Seetelah mengeakan pakaianlah yg kemudian karena kurangnya perhatian dan 
kebersihan, maka bagian ini menjadi lembab dan peningkatan suhu kemudian 
menjadikannya berjamur sampai pada taraf dimana karena seringnya 
jamuran, kemudian dianjurkan utk dibuang.
Kulup sendiri berguna utk mempersiapkan kesiapan penis gland atau 
kelenjar penis pada satu tingkat tertentu, barulah sang kulup mulai 
secara perlahan akan melepaskan diri dari kepala penis kebawah ketika 
penis menjadi ereksi.
Itulah kenapa ada yg kulup masih melekat cukup erat dg kepala penis 
sebagaimana anda mengalaminya.
Pembukaan paksa kulup sebenarnya tdk perlu dilakukan asalkan anda setiap 
hari sedikit demi sedikit membukanya sambil membersihkannya, untung nya 
kepala penis anda tdk mengalami lecet yg cukup parah karena kemudian itu 
bisa membuat anda menjadi kesakitan bila melakukan hubungan.

3.Onani:
Adalah masturbasi bagi kaum pria, artinya bahwa, ada atau dipotongnya 
kulup tdk membuat onani itu berbeda, karena yg ada disini adalah 
kecukupan umur utk menyadari akan fungsi organ sex, keterkaiatan dg 
lawan jenis, fantasi, dan pemuasan organ sex sendiri, jadi ada kulup 
anda bisa gunakan sang kulup sebagai penutup pergerakan kepala penis dg 
lebih halus, karena tdk perlu langsung mengenai tangan atau pun benda yg 
lainnya yg digunakan, tdk ada kulup maka sensitifitasnya menjadi lebih 
peka karena pergerakan benda2 menjadi langsung mengenai penis gland atau 
kepala penisnya.
Perkara anda mulai mengenalnya ketika anda kelas 3 SMP, setelah dipegang 
oleh para ko ass menunjukan bahwa fantasi anda mulai berkembang pada 
saat itu dg munculnya peran lawan jenis

4. telanjang:
Telanjang, dan tidur telanjang merupakan kebiasaan seseorg, ada yg tdk 
bisa tidur kalau telanjang dan mesti menggunakan pakaian setipis apa 
pun, tetapi ada yg tdk bisa tidur kalau tdk telanjang.
Dlm hal in i keterkaiatan dg oragn sex adalah apakah ketika telanjang, 
maka penis menjadi ereksi sehingga mau dan tdk ybs tdk bisa tisdur kerna 
terus menerus ereksi, ataukah, tingkat ereksinya tergantung kontrol ubs, 
mau telkanjang, maua berpakaian kalau mau ereksi ya ereksi saja, atau 
ada unsur2 lainnya yg mempengaruhi ereksi ybs.
hanya saja mungkin ada unsur kesopanan dan kelayakan bermasyarakat 
misalnya, atau unsur keagamaan yg membatasi.

5. Bengkok:
Mengingat jaringan penis bukanlah jaringan karet, atau kayu, atau batu, 
tetapi jaringan otot yg bergerak fleksibel seiring dg pemasukan jumlah 
darah kedalamnya ketika ereksi, maka tentu saja tdk harus bentuknya 
menjadi lurus tegak
Anda bisa lihat pada:


        Photo Albums
        <http://ph.groups.yahoo.com/group/seksologi/photos?m=> > Clit
        explanations
        <http://ph.groups.yahoo.com/group/seksologi/photos/browse/f341>

Ereksi Penis n Clitoris 
<http://ph.groups.yahoo.com/group/seksologi/photos/view/f341?b=9> File. 
jelas terlihat bentuk yg membengkok

Jadi kebawah atau keatas, tdk masalah, karena toh nantinya ketika 
berhubungan akan berada pada guide cannal dan akan cukup fleksibel utk 
mengikutinya.

Jadi kesimpulannya, tergantung anda, apakah mau i sunat lagi yg 
sebentulnya kalautdk ada alasan keshetan tdk perlu, atau tdk.

Semoga bermanfaat,
Wassallam,

>
> karekakita wrote:
>> Dok aku pria umur 24 tahun. Dulu waktu aku dikhitan kelas 4 SD. Tapi 
>> kulupnya menempel di 2/3 kepala penis. Kelas 3 SMP aku diperiksakan 
>> orangtua ke dokter. Disana kulupnya dibuka paksa dan terasa sangat 
>> perih. Seminggu datang lagi sendiri. Kebetulan ada mahasiswi2 praktek 
>> masuk dan menanyakan persoalan aku. Aku ceritakan semua dan satu 
>> persatu mereka memeriksa dengan berbagai pertanyaan.Setiap yg bertanya 
>> selalu (maaf) memegang dan memainkannya.Ada yg bilang harus disunat 
>> lagi, ada yg bilang tidak usah. Karena dokternya tidak datang aku 
>> disuruh mereka datang siang tapi aku tak pernah datang lagi. Sejak 
>> saat itu aku suka onani, dan suka telanjang didepan wanita. Sebulan 
>> yang lalu aku dipergoki teman (karyawati bank) lagi tidur (aku tidur 
>> telanjang) dia mengatakan bahwa aku harus disunat lagi. Karena dia 
>> punya adik katanya persis keadaannya seperti aku, kalo lagi lemas 
>> kulupnya tertutup lagi. Benar tidak dok? Kalo ereksi bengkok kebawah. 
>> Apakah pengaruh bila berhibungan nantinya?
>>     

karekakita wrote:
> Dok aku pria umur 24 tahun. Dulu waktu aku dikhitan kelas 4 SD. Tapi 
> kulupnya menempel di 2/3 kepala penis. Kelas 3 SMP aku diperiksakan 
> orangtua ke dokter. Disana kulupnya dibuka paksa dan terasa sangat 
> perih. Seminggu datang lagi sendiri. Kebetulan ada mahasiswi2 praktek 
> masuk dan menanyakan persoalan aku. Aku ceritakan semua dan satu 
> persatu mereka memeriksa dengan berbagai pertanyaan.Setiap yg bertanya 
> selalu (maaf) memegang dan memainkannya.Ada yg bilang harus disunat 
> lagi, ada yg bilang tidak usah. Karena dokternya tidak datang aku 
> disuruh mereka datang siang tapi aku tak pernah datang lagi. Sejak 
> saat itu aku suka onani, dan suka telanjang didepan wanita. Sebulan 
> yang lalu aku dipergoki teman (karyawati bank) lagi tidur (aku tidur 
> telanjang) dia mengatakan bahwa aku harus disunat lagi. Karena dia 
> punya adik katanya persis keadaannya seperti aku, kalo lagi lemas 
> kulupnya tertutup lagi. Benar tidak dok? Kalo ereksi bengkok kebawah
>
>   

-- 

   "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke