Hello Yoaen,

Hubungan intim:

Tentunya yg dimaksudkan dg  hubungan intim disini bukan sekedar intim 
atau dekat banget, tetapi hubungan yg menjadikan hubungan tersebut 
melibatkan organ seksual yg saling berkaitan (hubungan sex).
Nah dlm hubungan sex ini apakah yg terjadi??
Kedua belah pihak menjadi terangsang sedemikian sehingga kedua organ 
seksual menjadi siap utk saling berhubungan kan?
Artinya juga dlm hal ini ada dua jenis organ sex dg 2 pribadi yg bersama 
melakukan hubungan tersebut.
Dg devinisi tersebut maka kita bisa melanjutkan penjelasan ke yg berikutnya.

Dl hubungan antara kedua jenis kelamin ini terjadi berbagai tindakan dlm 
tubuh yg mengaktifkan baik pikiran, syaraf, hormonal yg semuanya menjadi 
sinkron utk mengsukseskan hubungan tersebut termasuk emosional.
Ada banyak pelepasan hormonal yg terjadi dlm hubungan yg sehat, termasuk 
didlamnya ada salah satu hormon yg disebut adrenalin, yg kemudian memacu 
derap jantung menjadi lebih cepat, sehingga juga aliran darah ikutan 
meninggi atau dipercepat.
Dg pergerakan terpicunya aliran darah lebih cepat, maka terjadi penaikan 
suhu tubuh antara lain, yg juga memicu terjadi pergerakan tubuh utk 
menetralisir keniakan suhu tubuh tersebut dg diadanya keringat a/l.

karena adanya keringat, maka dg sendirinya juga terjadi penguapan uap 
air, yg artinya juga membuat debit persedianan cairan dlm tubuh juga 
bekurang, dstnya berbagai kegiatan terjadi termasuk lubrikasi pada organ 
sex, yg perlu diisi kembali cairannya dstnya.

Jadi dari hanya salah satu sisi yaitu terjhadinya pengurangan zat cair 
tubuh, maka tubuh juga akan bereaksi utk meminta penambahan zat cair 
tersebut dg rasa haus.

repotnya didlam puasa, org membalik ritme kehidupannya siang menjadi 
malam, dan malam menjadi sianghari, yg artinya siang hari ndak boleh 
makan minum, dan malam hari baru boleh makan dan minum.

lalu anda melakukan pada siang hari, dimana sebaiknya tubuh melakukan 
kegiatan malam hari waktu normal (slow down Physical force) ketika anda 
berpuasa, n barabenya lagi karena terikat janji dan niat anda tdk boleh 
minum alias permintaan tubuh utk mengisi kembali caiaran yg hilang anda 
tdk boleh, karena ada juklaknya nanti batal puasanya, maka dg sendirinya 
tubuih menjadi kekurangan air dan terasa lemaslah jadinya.

Nah setelah menilik pada kondisi yg terjadi dg berbekal pada kondisi 
kemungkinanya dehidrasi akibat dari hubungan sex, maka saya pikir anda 
bisa berpikir lagi, apakah perlu melakukan hubungan sex ketika waktu 
dimana tdk ada energy atau perbaikan yg bisa dijalankan ketika anda 
selesai menikmati hubungan sex itu, atau bolehkah sianghari melakukannya?

Saya pikir para penyusun juklak (haidst) tentunya belajar dari 
pengalaman juga bahwa hasil dari hubungan sex ketika sedang puasa siang 
adalah sangat berat, dan berpotensi utk menggagalkan niatan puasa itu 
sendiri;
Persoalannya terletak pada apakah tdk bisa tertahankannya hubungan sex 
itu sampai mesti dilakukan dikondisi yg demikian???
kemudian kalau sdh melakukannya, apakah pilihan yg baik yg mesti 
dilakukan agar tubuh sehat dan bisa bekerja dg baik, antara membatalkan 
puasa dan makan minum, atau meneruskan puasa dg kondisi dimana tubuh 
menjadi cukup dehidrasi akibat kondisi tubuh ketika melakukan hub sex?

Kemudian, saya pikir peraturan2 lainnya (juklak/ hadist) lalu muncul dg 
berbagai konsekwensi seperti yg digambarkan oleh bebrapa posting sebelum 
ini dg maksud agar usaha berpuiasa tdk menjadi batal hanya karena tdk 
tertahankannya utk melakukan hubungan sex, pada hal salah satu unsur yg 
ditanamkan dlm berpuasa adalah juga menahan nafsu badaniah, yg kemudian 
kalau ditelaah adanya permission atau ijin bila tdk sadar (yg mungkin 
dimaksudkan bahwa kondisi kebutuhan tubuh sdh tdk tertanggulangin lagi 
sehingga bertahan beberpa jam kemudian baru melakukannya pun tdk bisa 
lagi, atau m ungkin akan menjadi brutal dan bisa2 membunuh (dosa yg 
lebih besar lagi yg akan diperbuat) maka artinya terjadi diluar 
kesadaran diperbolehkan).

Saya tdk mendalami maslaah yg berhubungan dg agama Islam yg mewajibkan 
puasa, dan oleh karena itu saya juga hanya bisa me reka2 kondisi dan 
keadaan yg menujukan pada tulisan2 dlm juklak yg ada tersebut yg bisa 
dikaitkan dg kondisi medis manusia.
Dlm kelainan manusia memang ada yg tdk bisa mengontrol hasrat tersebut 
karena kelainan syaraf tertentu, sepoerti yg saya gambarkan diatas, dan 
akan menajdi lebih berbahaya dlm tindakannya bila hasrat tdk terpenuhi.

Tetapi kedaan ini kan tdk berlaku umum, yg artinya tdk semua manusia 
mengalami hal tersebut.

So, be natural, kontrolah tubuh anda dg baik dan bijaksana, kalkulasilah 
resiko yg akan dihadapi, dg demikian apa yg dilakukan tdk membahayakan 
tubuh.

Semoga menjawab apa yg dipertanyakan dan bisa membantu,
Wassallam,





y043n wrote:
> doc mau nanya sebaiknya berhubungan intim di bulan puasa itu apa 
> mengganggung kesehatan ?
> 2 sebaiknya berhubungan intim apa setelah buka puasa atau mlam nya?
> 3 setelah saya berhubungan intim ko rasanya lemas diwaktu sektar jam 11-
>   14:00 ?
>
> mkasih doc
>
>   
-- 

   "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"

Kirim email ke