Salam sejahtera...
Sekedar berbagi pengalaman.
Beberapa waktu lalu saya mengantarkan istri saya ke dokter spesialis kulit dan
kelamin di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta Utara.
Keluhan istri saya adalah, adanya beberapa bisul di daerah sekitar kemaluan (di
luar, sekitar 2-3 Cm di atas kemaluan). Bisul tersebut kecil, namun cukup
membuat rasa tidak nyaman; nyeri dsb.
Keluhan itu kami sampaikan kepada dokter. Kemudian Bu Dokter melakukan
pemeriksaan, secara visual.
Dokter memberikan nasehat/saran. Ternyata banyak sekali "kesalahan" yang tidak
kami sadari selama ini. Banyak sekali MITOS yang salah kaprah yang tidak kami
ketahui selama ini.
Penjelasan dokter itu adalah sbb:
1. Bisul disebabkan oleh menumpuknya sel darah putih.
2. Menumpuknya sel darah putih, disebabkan oleh meningkatnya jumlah bakteri
secara drastis di dalam dan sekitar vagina.
Ini adalah respon alami tubuh; sel darah putih berfungsi melindungi tubuh
terhadap benda-benda asing yang memasuki tubuh.
3. Meningkatnya jumlah bakteri secara drastis, disebabkan kondisi daerah
sekitar kemaluan terlalu LEMBAB.
Mengapa di kemaluan ada bakteri?
Tidak hanya di kemaluan. Dari ujung rambut sampai ujung jari kaki, tubuh kita
tidak akan bebas 100% dari bakteri. Jadi, bakteri akan selalu ada, selama ada
dalam jumlah yang wajar.
4. Mengapa kemaluan lembab? Lembabnya area kemaluan disebabkan oleh:
- iklim tropis: panas & lembab
- pemilihan jenis bahan celana dalam yang tidak menyerap keringat
- pemakaian pantyliner
5. Jadi, dokter mentah-mentah MELARANG penggunaan pantyliner!
Kenapa?
Karena vagina itu dasarnya memang sudah lembab, nah kalo trus bibirnya
"ditempelin" pake pantyliner, malah jadi PENGAP. Itu menambah kelembaban.
Kalo kaum perempuan mengajukan alasan bahwa penggunaan pantyliner adalah justru
untuk menyerap kelembaban, ITU SALAH.
Inilah yang saya tadi bilang sebagai MITOS yang salah kaprah! Meminjam istilah
sang dokter, "semakin banyak IKLAN, semakin banyak PENYAKIT!".
Gangguan kelembaban pada daerah kemaluan, TIDAK SEHARUSNYA diselesaikan dengan
pemakaian pantyliner, namun GANTILAH celana dalam.
Biasakan membawa "bekal" celana dalam kemanapun Anda pergi. Apabila kemaluan
ada mulai lembab, ganti celana dalam.
6. Nah, yang ini tentang WAXING. Anda sudah tau waxing, bukan? Teknik
"pembabatan" bulu-bulu di tubuh dengan menggunakan wax/lilin. Mulai dari bulu
kaki, bulu ketiak, sampai bulu kemaluan.
Pembabatan bulu itu, dilakukan dengan cara mencabut. Entah dengan wax versi
apapun, tetap saja tekniknya MENCABUT..
Disini letak salahnya: mencabut. Dengan dicabutnya bulu, akar bulu akan ikut
tercabut, melewati pori-pori kulit. Akar bulu memiliki ukuran diameter yang
lebih besar dibanding bulu itu sendiri. Dengan ikut tercerabutnya akar bulu,
itu akan membuat pori-pori MENGANGA selama beberapa waktu. Menganganya
pori-pori tersebut menjadi "jalan masuk" yang mengasyikkan bagi bakteri...
kuman... dan kawan-kawan...
7. Satu hal tentang bulu kemaluan.
Bulu kemaluan bukanlah kesalahan dari Sang Pencipta, jadi tidak perlu dihabisi.
Entah dicukur atau dicabuti. Berbeda dengan rambut kepala yang akan memanjang
dan memanjang apabila dibiarkan, bulu kemaluan ga bakal menjadi gondrong. Bulu
kemaluan ada batas maksimalnya, baik panjang maupun kelebatannya. Dan itu
individual, masing-masing orang berbeda ukuran panjang dan kelebatan. Tidak
usah penasaran untuk memodifikasi panjang maupun kelebatannya. Biarkanlah
ciptaan Tuhan seperti apa adanya. Tenang, ga bakal gondrong kok.
Oya, ada lagi. Sesuatu diciptakan Tuhan bukan untuk tidak ada gunanya. Bulu
kemaluan pun ada gunanya. Bagi perempuan, bulu kemaluan juga berfungsi untuk
melindungi area kemaluan dari gesekan yang terlalu sering dengan pakaian.
Karena gesekan-gesekan berpotensi menimbulkan lecet. Ingat, kulit di sekitar
kemaluan itu termasuk kulit sensitif.
8. SABUN. Sekarang kita bicara sabun.
"Peraturan" di bawah ini bukan hanya untuk kemaluan, tetapi untuk kebaikan
KULIT secara keseluruhan:
Dilarang menggunakan sabun CAIR jenis apapun!
Dilarang menggunakan sabun ANTISEPTIK jenis apapun! Kecuali untuk cuci tangan.
Dilarang menggunakan sabun dengan SCRUB jenis apapun!
Dan sabun yang paling AMAN adalah sabun BAYI...semua merek, kecuali Zw***al.
Sabun bayi "statusnya" aman terhadap kulit, dan bisa digunakan untuk menyabun
area kemaluan setiap mandi.
9. Cairan pembersih vagina
Dilarang menggunakan cairan pembersih vagina, apapun jenis dan mereknya!
Dilarang membersihkan vagina menggunakan air daun sirih atau apapun.
Intinya, bersihkanlah vagina HANYA dengan menggunakan... sabun bayi. Sudah
tertulis di poin 8.
10. Body lotion
Dilarang menggunakan body lotion jenis apapun...
11. Sabun cuci pakaian (nah looo...)
Dilarang menggunakan pewangi pakaian, apapun jenisnya!
Dilarang menggunakan pelembut pakaian, apapun jenisnya!
Aduh...gimana nih.
Saya sama istri akhirnya putuskan, kalo pakaian luar ga apa-apa lah. Nah khusus
untuk pakaian dalam, kami patuh untuk tidak menggunakan pewangi/pelembut (maaf,
kami melanggar petuah Bu Dokter...). Lagian juga ga ada yang bakal mencium atau
mengendus-endus pakaian dalam kami hehehe.
Kembali ke vagina.
Sudah kodratnya, vagina adalah alat kelamin yang memang "agak merepotkan"
perawatannya.
Jaga benar-benar kebersihan vagina.
Jangan gunakan tangan kotor untuk menyentuh vagina.
Segera bersihkan vagina setelah membuang air.
Mungkin sekian dulu sharing pengalamannya.
Mohon konfirmasi Bapak/Ibu Dokter yang juga tergabung dalam milis ini.
Sekian dan terimakasih.
>BS<
Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
[Non-text portions of this message have been removed]