http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=81340

Selasa, 22 Februari 2005
Lampion, Lahir Dari Sebuah Sayembara Kerajaan
Prosesi Ritual Tatung Menjelang Cap Go Meh

Singkawang,-  Senin malam (21/02) tepatnya hari 13 Imlek pawai lampion
digelar oleh kelompok warga Tionghoa yang mengakui sebagai upaya
melestarikan budaya Tiongkok tempo doeloe. Dibalik pawai lampion
kemarin, ternyata ada cerita unik. Setidaknya mengapa lampu-lampu ini
masih bertahan di tengah arus modernisasi dan penerangan listrik.

Salah satu anggota DPRD Kota Singkawang Bong Ci Nen Spd dan seorang
pengusaha sukses Singkawang Iwan Gunawan dari kalangan Etnis Tionghoa
kepada Pontianak post menuturkan kalau lampu lampion lahir sebagai
bagian budaya pada perayaan Cap Go Meh hingga zaman sekarang. Lampion
tumbuh dari suatu peradaban zaman tiongkok kuno yang sangat susah buat
mencari penerangan di luar rumah.

Waktu itu, kata anggota dewan yang menjadi pemerhati budaya Tionghoa
ini, para sesepuh kerajaan sangat susah memikirkan bagaimana bisa
menerangkan keadaan sekitar rumah dengan mengunakan lilin yang sudah
ada zaman itu tanpa bisa mati. Bahkan dengan batangan-batangan lilin
dimaksud bisa digunakan untuk berkeliling rumah ataupun menjadi
peronda malam mengunjungi satu daerah ke daerah yang lain.

Maka, timpalnya, timbulah sebuah pemikiran cemerlang dari salah satu
ilmuwan zaman Tingkok kuno buat menghidupkan lilin dari lumah hingga
ke menuju ke Istana dibuatkanlah sayembara akbar. Dalam sayembara
lampion tersebut siapa saja yang dapat menghidupkan lilin tanpa mati
bakalan menerima hadiah besar dari kerajaan Tiongkok Kuno yang
sifatnya terbuka bagi siapa saja.

Al hasil seluruh masyarakat dan penduduk Tiongkok kuno berpikir keras
bagaimana lilin bisa hidup dan menjadi salah satu alternatif
penerangan yang tak bisa padam bila dibawa keluar. Lalu, lanjutnya,
terpikirlah seorang manusia cemerlang warga kerajaan Tiongkok kuno
yang mendengar sayembara berhadiah mengiurkan itu. Tanpa pikir
panjang, pemuda dimaksud lantas menghidupkan membuat kerangka bola
bulat yang terbuat dari bambu dan diberi kertas tembus pandang sebagai
pelindung dari angin. Didalamnya dibuatkanlah tempat yang bisa
menampung lilin kecil sehingga bisa memberikan penerangan maksimal

Atas hasil buah pemikiran sang pemuda, diapun mencoba membawa karyanya
dari rumah hingga ke istana buat ditunjukan kepada sang maha raja yang
berkuasa waktu itu. Disana semua pungawa kerajaan termasuk para
pegawai dibuatnya terkagum-kagum karena lilin yang dibawanya dengan
penutupnya tidak pernah mati. Bahkan inovasi sang pemuda ini
mengalahkan ratusan peserta lainnya, bahkan lilin mereka tak pernah
sampai ke istana karena padam diterpa angin di tengah jalan. Untuk
memberikan penghargaan brilian kepada sang pemuda, tutur Bong Ci Nen,
sang raja memutuskan hasil karyanya dipakai oleh kerajaan buat para
pegawai dan seluruh negeri disana. Maka hampir setiap hari setelah
penemuan pemuda dinyatakan menang Negeri Tiongkok waktu itu menjadi
terang-benderang. (**)







===============================================================
Homepage  : [www.singkawang.go.id] [www.singkawang-tourism.com]
Berita    : 
[http://www.pontianakpost.com/berita/default.asp?Berita=Singkawang&id=83]
Friendster: [http://www.friendster.com/user.php?uid=15839394]
=============================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/singkawang/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke