http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=81452
Rabu, 23 Februari 2005 Tatung dan Lauya Serbu Singkawang Singkawang,- Ratusan tatung dan lauya, Selasa (22/2) sudah unjuk kekuatan di jalan-jalan utama Kota Singkawang. Seperti yang terlihat di berbagai vihara, setelah melakukan persembahan atau minta izin di dalam vihara, para tatung dan lauya memperlihatkan kebolehannya di depan publik baik dari dalam maupun luar negeri. Bahkan mereka melakukan persembahan atau minta izin di vihara hingga magrib. Puncaknya, adalah hari ini, dimana masyarakat akan dipertontonkan dengan atraksi memukau para tatung dan lauya. Menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Induk Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Bon Cin Nen SPd, tatung dan lauya siap beraksi pada pelaksanaan Cap Go Meh. Sebelumnya, kata Bong Cin Nen, pihaknya juga menyelenggarakan pawai lampion yang dimulai Kantor Wali Kota Singkawang. "Kita bersyukur pelaksanaan berjalan lancar sesuai dengan harapan," kata Bon Cin Nen. Dalam pelaksanaan pawai lampion, diarak juga seekor ayam jantan yang berwarna merah hitam yang dibuat dari kertas. "Ini menunjukan bahwa tahun 2005 ini adalah tahun ayam," jelasnya. "Tahun lalu kita tidak bisa menampilkan binatang yang sesuai dengan tahun 2004, karena keterbatasan waktu. Karena itu baru sekarang kita bisa tampilkan." Pelaksanaan Cap Go Meh yang tiap tahun menjadi agenda tetap, sebelumnya menyetor perhatian wisatawan luar. Misalnya diungkapkan Andrian Wa, yang berasal dari Taiwan. Dia sengaja datang ke Kota Singkawang untuk melihat secara langsung pelaksanaan Cap Go Meh. Apalagi, kata pemuda berumur 20 tahun ini, orang tuanya masih keturunan Tionghoa Singkawang. "Orang tua saya bilang, bahwa kakeknya berasal dari Singkawang, sekalian melihat kuburan leluhur yang berada di Singkawang ini," kata dia ditemui Pontianak Post di sekitar vihara pusat kota menyaksikan tatung beraksi dengan membawa kamera. Sementara itu, tak semua warga Tionghoa yang ada di Kota Singkawang ini mengetahui sejarah Cap Go Meh itu. Mereka hanya tahu bahwa Cap Go Meh dilaksanakan lima belas hari setelah Imlek. "Kita hanya tahu seperti itu. Kita tidak tahu sejarah Cap Go Meh. Cap Go Meh lebih diartikan banyaknya tatung memperagakan kekuatannya," kata Aliong, kepada Pontianak Post, kemarin. (zrf) =============================================================== Homepage : [www.singkawang.go.id] [www.singkawang-tourism.com] Berita : [http://www.pontianakpost.com/berita/default.asp?Berita=Singkawang&id=83] Friendster: [http://www.friendster.com/user.php?uid=15839394] =============================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
