http://partai-pib.or.id/wmview.php?ArtID=607

Singkawang, Cap Go Mei, dan Kemajemukan Indonesia 

Laporan Kunjungan Kerja Dr. Sjahrir, Ketum PPIB, di Kota Singkawang (bagian I) 
Singkawan, PPIB Online (24/02)--Hampir seperti sebuah kebetulan,
kunjungan Dr. Sjahrir, Ketua Umum (Ketum) Partai PIB (PPIB) yang juga
ekonomi senior, ke kota Singkawang, Kalimantan Barat, bertepatan
dengan rangkaian perayaan menjelang peringatan hari ke-15 pergantian
Tahun Kalender Cina. Bertolak dari Jakarta Senin (21/02) pagi pukul
06.15 WIBB, rombongan Dr. Sjahrir tiba di Bandara Supadio Pontianak
kurang lebih satu jam perjalanan udara. Kunjungan Dr. Sjahrir di Kota
Singkawang ini berlangsung selama tiga hari, yaitu 21-23 Februari
2005.

Singgah di Pontianak
Setiba di kota Pontianak, Dr. Sjahrir mengawali kunjungannya dengan
singgah di Yayasan Budi Asih sebuah yayasan sosial kemasyarakatan yang
merupakan sarana komunikasi masyarakat Tionghoa di kota Pontianak dan
Kalimantan Barat secara umum. Dalam pertemuan yang sangat singkat di
yayasan tersebut Dr. Sjahrir bertemu dengan pimpinan yayasan dan
sebagian tokoh-tokoh yang menjadi anggota legislatif di Kota Pontianak
dan Singkawang. Pertemuan itu penting karena dua anggota legislatif
Kota Singkawang berasal dari PPIB. Kunjungan ini adalah kunjungan ke
daerah yang dilakukan oleh Ketua Umum PPIB beserta rombongan yang
cukup besar untuk yang pertama kalinya pasca Pemilu 2004.

Setelah sekitar lima belas menit singgah, rombongan Dr. Sjahrir segera
meminta diri untuk segera berangkat ke kota Singkawang setelah
sebelumnya menikmati munculnya iring-iringan karnaval Liong, yang
begitu panjang. Sebuah pertunjukan yang menimbulkan suasana eksotik
dalam perjalanan berikutnya.

Ikut serta dalam rombongan Dr. Sjahrir adalah kader-kader PPIB yang
telah menjadi legislator hasil dari pemilu yang lalu. Legistor
tersebut di antaranya adalah Timbul Kusnadi (legisltor Kabupaten
Sedang Berdagai dari Sumatera Utara), Basuki T. Purnama (legisltor
Kabupaten Belitung Timur), Yohannes (legislator Kota Batam, Saptono
Mustaqim anggota legislatif tingkat Provinsi Kepulauan Riau), Singgih
(legislator Kabupaten Blora, Jawa Tengah) dan dua legilator tuan rumah
(Kota Singkawang), yaitu Liu Min Jam dan Bong Wui Kong.

Selain itu rombongan juga mengikutsertakan beberapa pengurus pusat,
yaitu Damianus Taufan (Wakil Sekjen DPP PPIB), Adhinusa dan Bagus Gede
Suryadi, Tenggono (ketiganya komisaris wilayah). Ikut pula, Rocky
Gerung, Dosen Filsafat UI yang aktif dalam organisasi PIB (sebuah
organisasi kemasyarakatan yang melahirkan partai PIB).

Tiga jam perjalanan adalah waktu yang harus ditempuh dari kota
Pontianak menuju Kota Singkawang. Rombongan dengan menggunakan tiga
mobil berangkat beriringan dengan diselingi rehat minum kopi di sebuah
kedai kopi di daerah Sei Mempawah.

Tiba di Singkawang: Gelar Sarasehan dan Lepas Karnaval
Rombongan tiba di Kota Singkawang sekitar pukul 14.00 siang, dengan
tidak lupa menikmati hidangan khas kota Singkawang yaitu Bakmi
Singkawang. Pukul 14.00 siang rombongan Dr. Sjahrir memulai kunjungan
kerjanya di STIE Mulia Singkawang dengan menggelar seminar yang
bertajuk Sarasehan Kebudayaan dan Solidaritas Aceh. Selepas acara
seminar, rombongan disuguhi pertunjukan "Wushu" dan "Barongsai" dari
Kuching Martial Arts Association yang sedang berkunjung dan rencananya
akan mengikuti Festival Cap Go Mei di kota Singkawang yang berpuncak
dua hari berikutnya.

Seolah tak pernah berputus setelah akomodasi rombongan telah selesai
dibenahi, kunjungan dilanjutkan pada pukul 18.30 ke Kantor Walikota
Kota Singkawang untuk melepas pawai Lampion. Sebuah pawai atau
karnaval Lampion tepatnya yang begitu meriah yang diikuti oleh puluhan
mobil yang dihias dengan motif-motif Tionghoa, Lampion-lampion, Singa
Barongsai dan tentu saja pertunjukan tarian Liong, Ular Naga dengan
lampu-lampu berwarna-warni yang meliuk-liuk mengejar bola api.

Rupanya kemeriahan tersebut barulah sebuah permulaan, puncak
kemeriahan akan terjadi pada hari Rabu, 23 Pebruari 2005 yaitu
perayaan Cap Go Mei atau perayaan malam yang ke-15. Malam ke-15 dalam
pergantian tahun menurut Kalender Cina adalah suatu peringatan yang
menjadikan Kota Singkawang sebuah kota di pesisir barat Kalimantan
Barat atau sekitar tiga jam perjalanan darat dari ibukota provinsi,
kota Pontianak, begitu unik dan khas.

Unik karena peringatan hari ke-15 yang dikenal dengan sebutan Cap Go
Mei atau pergantian tahun di kota ini diperingati dengan rangkaian
festival dan karnaval yang melibatkan hampir seluruh masyarakat di
kota Singkawang dan daerah sekitarnya dalam grup-grup yang beraneka
ragam. Khas karena hanya di kota Singkawang inilah peringatan hari
ke-15 ini dilakukan dengan pertunjukan-pertunjukan yang merupakan
percampuran kebudayaan lokal dengan sebagian warisan budaya Tiongkok
yang merupakan kebudayaan nenek moyang masyarakat yang menjadi bagian
paling besar kota Singkawang.

Perayaan Cap Go Mei: Meriah dan Eksotik
Keesokan harinya, Selasa, 22 Pebruari, rombongan Dr. Sjahrir menikmati
sarapan pagi di sebuah kedai kopi di tengah kota di dekat sebuah
Vihara yang rupanya menjadi pusat pemberkatan bagi grup-grup yang akan
beraksi dalam Festival Cap Go Mei. Tanpa sengaja rombongan Dr. Sjahrir
melihat begitu meriah dan eksotiknya perayaan menjelang Cap Go Mei
yang penuh dengan atraksi-atraksi luar biasa dan mungkin mengerikan
bagi orang yang tidak pernah melihatnya.

Pertunjukan tersebut merupakan pertemuan atau perpaduan dua
kebudayaan, yaitu budaya Tiongkok, Kong Hu Cu dan budaya lokal, dayak
dan melayu yang mengandung unsur animisme dan dinamisme. Perpaduan
tersebut melahirkan pertunjukan yang sangat bernuansa magis.
Pertunjukan seperti tarian-tarian kesurupan, trance, pamer kekebalan
tubuh dari berbagai senjata tajam, dan berbagai rupa seperti menusuk
anggota tubuh dengan kawat dan berbagai benda runcing yang tajam
lainnya mendominasi setiap grup-grup yang bergiliran mendatangi Vihara
di pusat kota untuk melakukan ritual pemberkatan. Diiringi iringan
tambur dan simbal atau kecrek yang memekakkan telinga pertunjukan itu
datang silih berganti melewati ruas tengah Kota Singkawang, tempat
rombongan Dr. Sjahrir menikmati sarapan pagi.

Pukul 09.30, Dr. Sjahrir diberi kehormatan untuk meresmikan kepala
barongsai Persobarin Singkawang yang pada saat itu mengikuti pembukaan
Festival Barongsai yang diselenggarakan di Gedung Olah Raya (GOR)
Singkawang. Tampil dalam festival itu selain grup-grup barongsai juga
drum band tentara dari Korem Tanjungpura. Sungguh satu kemeriahan yang
di luar dugaan semua rombongan.

Baru pada pukul 10.00 WIBB, rombongan Dr. Sjahrir melakukan pertemuan
resmi dengan anggota Partai PIB Kotamadya Singkawang di Hotel Mahkota.
Dalam pertemuan tersebut seluruh anggota rombongan anggota-anggota
legislatif dari berbagai macam daerah yang mayoritas mempunyai kaitan
dengan etnis tionghoa berbagi pengalaman tentang aktivitas di PPIB
pada khususnya, dan pentingnya kegiatan nyata untuk melestarikan
semangat keindonesiaan yang menjunjung tinggi kemajemukan. [Yul
Amrozi]


===============================================================
Homepage  : [www.singkawang.go.id] [www.singkawang-tourism.com]
Berita    : 
[http://www.pontianakpost.com/berita/default.asp?Berita=Singkawang&id=83]
Friendster: [http://www.friendster.com/user.php?uid=15839394]
=============================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/singkawang/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke