http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=82546

Selasa, 8 Maret 2005
Rakyat Kalbar Siap Ganyang Malaysia
Hari Ini Posko Relawan Dibuka

Pontianak,-  Rakyat Kalbar siap mengganyang Malaysia untuk menjaga
kedaulatan NKRI. Solidaritas itu ditunjukkan dengan dibukanya posko
relawan dibeberapa tempat di Kota Pontianak. Selain itu mereka juga
mengeluarkan pernyataan sikap yang disampaikan langsung ke Redaksi
Pontianak Post tadi malam.

Martinus Sudarso SH, Ketua Front Pemuda Kalbar Ganyang Malaysia,
kepada Pontianak Post menyebutkan bahwa tindakan Tentara Diraja
Malaysia yang mengklaim Kepulauan Ambalat, sebagai bentuk penghinaan
terhadap NKRI.

"Cukup sudah kita diperlakukan hina oleh Malaysia. Jangan sampai kasus
Simpadan-Ligitan terulang lagi. Makanya mulai hari ini FPKGM akan
membukan posko bagi rakyat Kalbar yang bergabung menjadi relawan guna
mendukung TNI," kata Martinus.

Permasalahan Indonesia-Malaysia, sebenarnya sudah seperti benang
kusut. Pertama, kata dia, masalah TKI. Kasus ini sejak dahulu tidak
pernah ada solusinya. Tiap tahun selalu muncul masalah. Mulai dari
pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan, gaji tidak dibayar. Sekarang,
kata dia, TKI-TKI yang saat ini sedang berjuang hidup-mati, karena
harus terusir gara-gara dinilai illegal. Mereka diburu bagaikan
binatang.

Tindak itu, kata dia, jelas telah menyinggung masyarakat Kalbar. Sebab
sebagian TKI Indonesia di Malaysia, adalah asal Kalbar. "Saya tidak
dapat bayangkan bagaimana TKI-TKI kita diburu seperti binatang oleh
Polisi-Polisi Diraja Malaysia. Tindak seperti itu jelas sudah tidak
manusia dan membuat kita tersinggung," katanya.

Masalah kedua, perampasan atas kedaulatan yang dilakukan Malaysia.
Misalnya, kasus Simpada-Ligitan. Kini muncul lagi pencaplokan
Kepulauan Ambalat di perairan Sulawesi. Bahkan, kata Martinus, semakin
hari Pemerintah Malaysia merajalela dan berhasyarat ingin menguasai
wilayah NKRI.

Masyarakat Kalbar, kata Martinus, jelas tersinggung dengan sikap
Tentara Diraja Malaysia yang mengklaim Kepulauan Ambalat. Ujud dari
rasa persaudaraan dan bentuk nasionalis masyarakat Kalbar, kata dia,
mulai hari ini akan membuka posko bagi mereka yang ingin menjadi
relawan guna membantu TNI berperang.

"Kalau di Sulawesi ada Front Ganyang Malaysia, maka di Kalbar juga
muncul Fron Pemuda Ganyang Malaysia. Saya mengajak seluruh rakyat
Kalbar bergabung. Sebab bela negara hak dan kewajiban bagi seluruh
masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen. Jangan kita memandang
kesukuan, agama, dan jenis kulit. Sekarang kita berbicara masalah
Indonesia. Bagaimana pun NKRI harus kita pertahankan," kata dia.

Pada kesempatan sama Hermanto Djuleng SE, Ketua Umum Forum Solidaritas
Masyarakat Dayak Kalbar, Drs Yakobus Kumis, Sekretaris Umum Dewan Adat
Dayak Kalimantan, dan Makarius Sintong SH MH, Penasehat Fron Pemuda
Kalbar Ganyang Malaysia, secara tegas masyarakat Kalbar harus siap
menyatakan perang melawan Malaysia. Sebab potensi hasil hutan di
wilayah Kalbar, hampir semuanya tersedot ke Malaysia melalui
cukong-cukong yang kebal hukum.

Pemerintah, kata mereka, harus segera bertindak tegas dan mengambil
sikap. Sebab upaya deplomasi yang dilakukan selama ini terlalu lemah.
Sehingga Malaysia menjadi semakin berani. Seolah-olah Malaysia
menganggap Indonesia itu tidak ada apa-apanya. Front Pemuda Kalbar
Ganyang Malaysia, kata mereka, akan membuka posko rekrutmen relawan
yang siap jadi milisi, di Rumah Betang, Jalan Jenderal Sutoyo.

Sementara itu Forum Angkatan Muda Muhammadiyah Kalbar, yang tergabung
dan diwakili Uray M Tamin ST, Pemuda Muhammdiyah Kalbar, Dra
Khairawati M Pd, Nasiatul 'Aisyiyah Kalbar, Ahmad Zaini S Pi, Tapak
Suci Kalbar, M Sab'in, Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah Kalbar, Fazri Lopa
Iskandar, Ikatan Remaja Muhammadiyah Kalbar, dan Kholidin A Ma, Kokam
Kalbar, menyampaikan pernyataan sikap yang terdiri dari empat point.

Diantaranya, mendukung dan mendesak Pemerintah RI dalam penyelesaian
sengketa perbatasan. Kemudian bertindak tegas atas pelanggaran
kedaulatan wilayah NKRI yang dilakukan Malaysia.

Forum Angkatan Muda Muhammdiyah Kalbar (FAMMK), juga mendesak agar
Malaysia menghormati kedaulatan batas wilayah NKRI. Sebab wilayah itu
merupakan kedaulatan negara kesatuan RI. Kemudian menghimbau kepada
rakyat Indonesia, khususnya di rakyat Kalbar untuk mensikapi
perkembangan terhadap adanya pelanggaran batas wilayah RI yang berarti
melanggar kedaulatan NKRI.

Angkatan Muda Muhammdiyah sebagai komponen masyarakat Indonesia,
mengajak rakyat Indonesia untuk siap mempertahankan NKRI sampai titik
darah penghabisan. Sesuai dengan semboyan "Indonesia cinta perdamaian
tetapi lebih cinta kemerdekaan."

Juru bicara FAMMK, Uray M Tamin ST, kepada Pontianak Post, mengatakan
akan bekerjasama dengan LSM AL-Ikhrat untuk membuka posko bagi relawan
yang siap membantu TNI dalam melawan kebijaksanaan Pemerintah Diraja
Malaysia.

"Mulai besok (hari ini-red) kita sudah membuka posko. Bagi seluruh
pemuda yang cinta akan tanah air silakan mendaftarakan diri. Poskonya
kita namakan Gerakan Anti Malaysia (Geram)," kata Uray.

Tujuan pembukaan posko, lanjutnya, merupakan wujud serta dalam
mendukung TNI dan menentang kebijaksaan Pemerintah Malaysia. Sebab
langkah dan kebijaksaan Tentara Diraja Malaysia dalam menduduki
Kepulaan Ambalat, merupakan penghinaan yang tidak bisa dimaafkan.

FAMMK, kata Uray, tidak mau kasus Simpada-Ligitan terulang kembali.
selain itu FAMMK berharap Pemerintah Propinsi Kalbar, tidak diam dalam
kasus ini. Desak dan informasikan kepada Pemerintah Pusat, agar segera
menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin.

FAMMK juga menyinggung masalah patok batas yang sudah dilanggar
Malaysia, khususnya di Kalbar. Selama ini, kata mereka, patok batas
sudah sangat jauh dipindahkan oleh Malaysia. Hal ini jelas-jelas
merendahkan harkat dan martabat NKRI. Mereka juga meminta kasus
illegal logging yang melibatkan cukong-cukong Malaysia ditindak tegas.

Sementara itu, Fron Bela Negara Ganyang Malaysia (FBNGM), yang
tergabung dari Blora Centre, Gaprema, Fakta Kalbar, FKI-I, FPK Kalbar,
Kelompok Mahasiswa Kalbar, PSI, KPL LBN, CISS, Ormas, YBRI, JMKB,
PIKSPP-KB, FP4AP KB, FPRI Kalbar, dan PATRI Kalbar, juga menyatakan
sikap atas pencaplokan Kepulauan Ambalat dan Perairan Sulawesi.

FBNGM melalui 11 pernyataan sikapnya, menyatakan pertama sebagai warga
negara Indonesia menyatakan siap mempertahankan kedaulatan NKRI dari
laut, darat, dan udara. Kedua, meminta negara Malaysia segera
meninggalkan segala aktifitasnya di laut Sulawesi (Pulau Ambalat)
tampa syarat. Sebab pulau Ambalat secara histories, geopolitik, serta
hukum laut internasional merupakan milik sah NKRI.

Ketiga, kata MD La Ode, juru bicara FBNGM, Malaysia harus menghormati
kedaulatan NKRI dari laut, darat, dan udara sebagaimana Indonesia
menghormati kedaulatan negara Malaysia. Keempat, segenap elemen
masyarakat Kalbar siap membela dan berperang melawan Malaysia apabila
tidak segera meninggalkan laut Sulawesi (Pulau Ambalat).

Kemudian, kata dia, segenap elemen masyarakat Kalbar mendukung aktif
operasi Militer terhadap pihak Malaysia di Laut Sulawesi yang
menganggu kedaulatan NKRI. FBNGM menghimbau seluruh lapisan masyarakat
untuk turut serta dalam membela kedaulatan NKRI dari ancaman bangsa
asing (Malaysia).

Selanjutnya, kata dia, FBNGM mendesak pemerintah pusat segera
menuntaskan persengketaan Laut Sulawesi (Pulau Ambalat) dengan pihak
Malaysia dengan tegas dan tanpa kompromi. Pemerintah Pusat juga
diminta segera mengerahkan segala kekuatan militer dari laut, darat,
dan udara untuk mengamankan NKRI dari intervensi pihak asing
(Malaysia).

FBNGM, lanjut dia, mendukung TNI untuk menenggelamkan semua kapal
perang, kapal kargo dari pihak Malaysia yang memasuki wilayah perairan
Laut Sulawesi tanpa seijin atau sepengetahuan pemerintah Indonesia.
Kemudian pihaknya juga meminta agar menembak jatuh semua pesawat
tempur, komersil Malaysia yang melanggar zone penerbangan wilayah
udara NKRI tanpa seijin pemerintah Indonesia.

Terakhir FBNGM meminta masyarakat Kalbar siap mencabut tapal batas
yang dipindahkan Malaysia dan mengembalikan tapal batas ke tempat
semual di perbatasan Kalbar dengan Malaysia Timur. "Jadi selain
menyampaikan pernyataan sikap, kami juga sudah siap membuka posko guna
menampung seluruh pemuda guna menjadi relawan membantu TNI. Kita tentu
tidak mau wilayah Kalbar juga ikut dicaplok oleh Malaysia," kata La
Ode.(bud)


===============================================================
Homepage  : [www.singkawang.go.id] [www.singkawang-tourism.com]
Berita    : 
[http://www.pontianakpost.com/berita/default.asp?Berita=Singkawang&id=83]
Friendster: [http://www.friendster.com/user.php?uid=15839394]
=============================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/singkawang/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke