Pasir Putih, Mutiara Alam yang Belum Ternoda
Menyusuri Keindahan Wisata Pantai Mak Jantu
 
Pantai Mak Jantu
 
Singkawang,-  JENGUKLAH Teluk Mak Jantu, niscaya Anda akan terpesona. Entah apa sebabnya, pantai nan indah ini disebut Pantai Mak Jantu. Boleh jadi, karena "penemunya" adalah Mak Jantu? Atau ada penyebab lainnya? Terlepas dari faktor historisnya, Mak Jantu ternyata sudah berhasil memikat banyak mata. Beberapa diantaranya beranggapan, jika dikelola profesional, disertai fasilitas dan sarana memadai Mak Jantu boleh disandingkan dengan Sanur atau Kuta-nya Bali.
 
Pendapat ini tentu tak berlebihan. Yang paling menonjol, karena alam di sini masih "perawan". Pasirnya pasir putih, dan ketika debur ombak menghempas, hanya suara-suara alam yang menyertai. Atau, berburulah sunset di keheningan alam Mak Jantu. Akan beda ketika Anda mendapatkannya di tempat lain. Sedangkan latar belakangnya adalah rimbunnya hutan pegunungan, bukan sederet bangunan hotel atau pencakar langit lainnya. Inilah kelebihan Mak Jantu!
 
Meski belum banyak yang tahu, Ahad kemarin tampaknya ada seorang keluarga yang mulai menapaki kawasan ini. Seorang anak kecil asyik berlari menelusuri bibir pantai yang dipenuhi dengan pasir putih. Sesekali dia terjatuh, ketika ombak berlari-lari mengejar ke arahnya. Entah apa yang dicari sang bocah berumur tak lebih dari 12 tahun itu, tetapi dia begitu semangat ketika berhasil menemukan kerang-kerang kecil mengumpat di batu-batu. Setelah kerang terkumpul, dia pun sibuk untuk meremas dan membikin kerucut untuk atap istananya.
 
Pantai Mak Jantu yang masih belum tergarap ini dimiliki Kota Singkawang sejak menjadi daerah otonom 17 Oktober 2001 lalu. Namun demikian semuanya masih hijau dan seakan-akan belum ada pengusaha yang berani menyentuh "keperawanan" Teluk Mak Jantu. Bayangkan saja, puluhan kilometer yang terlihat hanya pasir putih dan bebatuan yang masih alami. Pantai Teluk Mak Jantu memang tak kalah pamornya dengan pantai-pantai daerah lain bilamana dikelola maksimal. Karena beragam pemandangan unik mulai dari sunset, pohon kelapa di tepi pantai, batu-batu besar termasuk keunikan penduduk setempat sudah layak sebagai prasyarat menjadi sebuah objek wisata.
 
Walaupun begitu, masih ada ada keunikan tersendiri yang bisa disaksikan dari Pantai Teluk Mak Jantu Singkawang ini selain anginnya yang sepai-sepoi buat dinikmati, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan sekitar juga bisa menjadi santapan utama para wisatawan. Terlebih lagi keberadaan ombaknya yang cukup besar bisa dijadikan ajang wisata air. Baik selancar, perahu layar atau parasailing.
 
Disamping itu pula dukungan jalan raya memadai dari Pontianak ke Singkawang yang bisa ditempuh dengan jalur bus penumpang, sepeda motor ataupun mobil pribadi mudah dicapai. Bahkan bila perlu dengan mengunakan motor air atau kapal biasa bisa ditempuh. Sayangnya, jalan masuk dari Sedau, Singkawang Selatan ke bibir pantai rusak berat, hingga membikin enggan mereka berkunjung kemari. Yang pasti, dengan fokusnya perhatian Pemkot terhadap masalah wisata, khususnya pantai, harusnya Pantai Teluk Mak Jantu patut diperhitungkan.
 

Menyusuri Keindahan Wisata Pantai Mak Jantu
Tak Didukung Fasilitas yang Memadai
 
Singkawang,-  SAYANGNYA keindahan Teluk Mak Jantu tidak didukung dengan sarana dan prasarana. Jangankan promosi wisata, jalan untuk menuju kawasan cantik ini masih sangat minim. Seolah, banyak rintangan yang harus dilalui sebelum bisa menikmati indahnya karunia Tuhan di bumi Singkawang ini.
 
JARAK tempuh dari pusat kota Singkawang ke Teluk Mak Jantu sekitar satu setengah jam. Anda bisa menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Sayang, kendaraan Anda jelas tak bisa diparkir mendekati kawasan ini. Karena rusaknya jalan, dengan tanah kuning yang bergelombang ketika musim kemarau, dan becek ketika musim hujan, sepeda motor pun bakal sulit menembusnya. Cara terbaik adalah menitipkan kendaraan pada sebuah lokasi, dan berjalan kaki memasukinya. Cukup melelahkan memang. Tetapi, lelah akan hilang dengan sendirinya begitu tiba pada sebuah kawasan yang sangat indah. Pantasi pasir putih landai dengan gemuruh ombak yang menyerbu bibir pantai.
 
"Saya bisa berjam-jam berada di sini. Khususnya kalau menjelang hari libur. Sayang di sini belum ada penginapan. Kalau pun ada, paling banter adalah kemah-kemah yang sengaja dibawa dari rumah. Tetapi, siapa berani bermalam di lokasi macam ini?" ujar Stevanus Alid, warga kota Pontianak yang bekerja Singkawang. Dua tahun terakhir ini, menurutnya, dia selalu berburu sunset pada banyak pantai yang ada di seputar Singkawang. Termasuk Teluk Mak Jantu. Meski demikian, diakuinya kalau Mak Jantu yang paling berkenan di hatinya. Dia bisa menyepi. Sedangkan untuk oleh-oleh, bisa mendapatkan ikan segar hasil tangkapan nelayan. Jadi benar-benar ikan laut segar. Disamping harganya tidak lebih mahal dari pasar, juga kesegarannya masih bisa dirasakan.
 
"Manis dan enak," katanya tentang ikan hasil tangkapan nelayan yang gampang dioperoleh di kawasan tersebut.
 
Dia memang menyayangkan, ketika pantai seindah ini tidak dibantu dengan kondisi sarana dan prasarana yang memadai. Harusnya, karena Pemkot sudah sangat fokus pada masalah kepariwisataan, tentu saja pantai Mak Jantu bisa menjadi salah satu pilihan. Digarap maksimal, maka wisatawan domestik atau mancanegara bakal berdatangan ke Singkawang. Disamping itu perlu promosi besar-besaran.
 
"Ndak usah jauh-jauh. Beberapa tahun lampau, ketika pergi ke Singkawang orang cuma tahu wisata Pasir Panjang. Sekarang kan tidak lagi. Makin banyak pilihan. Mungkin jumlah kunjungan ke Pasir Panjang berkurang. Tetapi tidak untuk daerah wisata lainnya kan? Karenanya, pemkot harus cepat untuk menggarapnya. Tak usah mewah-mewah. Yang penting sarat penginapan sederhana, kemudian peralayan surfing atau selancar juga bisa disediakan. Atau yang paling mudah sediakan kapal mudah, dan bawa pemancing ke tengah laut," ujarnya.
 
Tahap pertama, tentu saja hal ini boleh dibilang mencukupi. Kemudian pelajari, bagaimana perkembangannya ke depan. Kalau oke, bisa ditambah lagi. Jadi investasi yang ada menjadi tidak mubazir. Soal pesona yang ditampilkan, tidak usah khawatir. Disamping airnya masih jernih (tidak butek seperti di tempat lain), pasir putih juga ideal dijual kepada wisatawan. (*)
 
 


===============================================================
Homepage  : [www.singkawang.go.id] [www.singkawang-tourism.com]
Berita    : [http://www.pontianakpost.com/berita/default.asp?Berita=Singkawang&id=83]
Friendster: [http://www.friendster.com/user.php?uid=15839394]
===============================================================




Yahoo! Groups Links

<<17-boksPantyei-f.jpg>>

Kirim email ke