|
Sabtu, 25 Maret 2006
Mutlak, Paket A untuk Tionghoa Dhuafa Untuk Belajar Bahasa Indonesia dengan Fasih Singkawang,- Forum Rembug Tionghoa Indonesia (Fortindo) Kalbar meminta perhatian kepada pemerintah pusat, provinsi dan Kota Singkawang untuk memberikan program kejar paket A terhadap warga Tionghoa dhuafa yang masih belum banyak tersentuh pendidikan. Salah satunya pendidikan berbahasa Indonesia dengan fasih. Disampaikan Ketua Fortindo Kalbar, Chandra Kirana pada Forum Konsultasi
Publik Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang digelar Dekominfo difasilitasi Fortindo
dan BKIKD Kalbar, Rabu (22/3).
Menurut Chandra, masih banyak diantara warga Tionghoa yang memerlukan
perhatian soal pendidikan. Diantarnya mengenai baca tulis serta berbahasa
Indonesia dengan baik dan fasih. Khususnya masyarakat Tionghoa yang ada di
bagian pinggir Kota Singkawang, mereka jauh dari pendidikan apalagi teknologi
lantaran terbentur faktor ekonomi.Terutama bagi masyarakat Tionghoa yang sudah
memasuki usia renta.
"Bangunan rumah mereka juga memprihatinkan. Mereka ingin maju baik dalam
pendidikan maupun sosial kepayahan. Sehingga kita harapkan di sini perhatian
dari pemerintah agar kondisi sosial mereka sama seperti lainnya," kata Chandra
di tengah-tengah forum.
Seperti disebutkan sebelumnya, Fortindo berharap pemerintah dapat
memperhatikan masyarakat dhuafa Tionghoa itu dengan melancarkan program kejar
paket A. Program tersebut diharapkan bergulir secara cuma-cuma karena
sebagaimana diketahui kondisi ekonomilah yang membuat mereka harus berada dalam
kondisi jauh dari pendidikan. Yang mereka tahu bagaimana mencari nafkah untuk
keluarga.
Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kemitraan Depkominfo, Freddy H Tulung
mengatakan, program kejar Paket A seperti disarankan Fortindo bisa saja
digulirkan untuk masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang. Namun program itu lebih
tepatnya dilaksanakan oleh institusi di daerah Singkawang sendiri lewat
pemerintah terkait. "Setiap daerah memiliki kewenangan untuk membuat program
buat kemajuan daerahnya. Makanya akan lebih baik dan tepat sasaran jika dari
daerah sendiri yang membuat program itu," ujar Freddy usai forum konsultasi,
kemarin.
Namun demikian pihaknya dari pusat tetap mensuport program tersebut. "Kita
pasti tetap akan mensuport itu, karena program tersebut juga untuk kemajuan
masyarakat di daerah Singkawang. Mungkin di daerah lain juga mengalami hal
serupa jadi ini saran yang sangat bagus," puji Freddy.
Kepala BKIKD Provinsi Kalbar, Drs Heri Djaung mengungkapkan program kejar
paket A bisa saja digulirkan. "Dinas Pendidikanlah yang paling berwenang untuk
masalah ini. Kalau dari BIKD sendiri program yang akan digulirkan mungkin
seperti forum konsultasi yang baru saja kita laksanakan ini," urai Heri.
Menurutnya, melalui forum komunikasi seperti ini masyarakat Tionghoa yang
tadinya tidak begitu paham sedikit demi sedikit akan memahami tentang slt dan
wawasan lainnya. Demikian juga untuk kasus bahasa Indonesia, lewat forum seperti
ini mereka akan terlatih. Tambahnya, elemen-elemen Tionghoa juga bisa berbuat
untuk masalah ini, sehingga membuat mereka lebih berkualitas. (vie)
===================================================== Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [www.singkawang.us] ===================================================== YAHOO! GROUPS LINKS
|
