Senin, 9 Oktober 2006
PDAM Propinsi, Sebuah Kajian Strategis?
Oleh: Dedy Arfian ST


Ada 3 buah pertanyaan yang sering dikutip dan ditanyakan oleh Jenderal John.J. Carty ketika ia menjadi Insinyur Kepala dari perusahaan Telepon New York di tahun-tahun pertama abad ini, pada banyak usulan Teknik yang datang kehadapannya untuk ditinjau :

1. Mengapa melakukan hal ini ?

2. Mengapa melakukannya sekarang?

3. Mengapa melakukannya dengan cara ini ?

Mengapa melakukan hal ini ? Haruskah kegiatan baru yang diusulkan harus segera dilaksanakan? Haruskah kegiatan yang sudah ada diperluas, dikurangi atau ditinggalkan? Haruskah standar yang ada atau prosedur diperbaiki?

Mengapa melakukannya sekarang? Haruskah kita bangun sekarang dengan kapasitas yang berlebihan dan melebihi permintaan, atau hanya dengan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan yang segera dalam prospeknya? Apakah biaya modal dan kondisi bisnis lainnya menguntungkan bagi kondisi pembangunan saat ini?

Mengapa melakukannya dengan cara ini? Pilihan ini diantara cara alternatif mengerjakan hal yang sama adalah biasa untuk segala macam kegiatan Teknis.

Dari 3 pertanyaan-pertanyaan mendasar tersebut di atas sesungguhnya masih relevan jika kita bicarakan sekedar bahan masukan agar proyek2 Investasi yang tujuannya untuk kepentingan khalayak ramai menjadi lebih tepat sasaran.

Air merupakan kebutuhan utama semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini, baik itu manusia,hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Untuk manusia kebutuhan akan air bersih merupakan hal yang mutlak, sehingga rekayasa-rekayasa yang dilakukan dari hulu hingga ke hilir tidak lain hanyalah untuk menghasilkan air yang bersih.

Seperti kita ketahui bersama bahwa kondisi alam kita (KALBAR) yang mana sumber air sebagian besar mengandalkan air sungai (air tawar) dari hulu hingga ke hilir sungai Kapuas.Pada saat musim kemarau di Hulu, maka sungai Kapuas akan terinterusi air laut, masalah klasik memang.

Ditambah dengan kondisi sekarang yang mana sumber-sumber air tersebut sudah tercemar oleh : limbah-limbah industri, Mercuri akibat penambangan emas yang katanya "LIAR", sehingga timbul gagasan-gagasan untuk mendapatkan sumber-sumber air baku yang tidak terkontaminasi, tanpa usaha-usaha maksimal untuk menertibkan penyebab-penyebab tercemarnya air tersebut. Beberapa kajian sdh dicoba untuk diformulasikan oleh Pemerintah Daerah, kemudian akhirnya ditetapkan air baku dari Sungai-sungai yang airnya tidak tercemar dan tidak terinterusi air laut, sehingga dapat mensuplai air baku untuk PDAM2 Kota dan Kabupaten di Kalbar, yang terbagi atas 3 lokasi, dengan biaya yang dibutuhkan cukup fantastis, ratusan milyard untuk pipanisasi dan kemudian akan didirikan PDAM Propinsi sebagai pengelola kegiatan suplai air baku tersebut.

Dari usaha-usaha tersebut diatas, Pemerintah sudah berusaha untuk menjalankan misi nya agar kebutuhan air bersih oleh masyarakat dapat terpenuhi, artinya Pertanyaan pertama "MENGAPA MELAKUKAN HAL INI ?" dapat dibenarkan untuk kajian strategis sebagai bahan pertimbangan, ya... setidak-tidaknya memenuhi dalam rangka investasi sosial. Karena biaya nya sangat besar, maka untuk investasi bisnis dari investor sangat jauh dari harapan, mungkin jika kita formulasikan dengan hitungan-hitungan matematik sampai setebal koper pun juga tidak akan ketemu kapan Break Even Point nya. Kecuali hitungan penjualan air baku ke PDAM Kota/Kabupaten, dengan standard tarif bisnis & jika ini terjadi, berapa lagi tarif yang akan ditentukan oleh PDAM setelah air tersebut diolah dan didistribusikan sampai ke konsumen, maka misi sosial nya akan jauh api dari panggang

Hal ini mengingat karena sampai saat ini, PDAM2 Kota/Kabupaten yang ada, untuk menunjang kegiatan operasional/pengembangan jaringan saja masih serba kekurangan dan masih mengandalkan subsidi-subsidi dari Pemerintah, baik dari APBD maupun APBN. Ini menunjukkan ketidak mampuan PDAM dari segi finansialnya untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan masyarakat pada umumnya.Padahal untuk air baku, PDAM hanya membayar pajak saja kepada Pemerintah yang sangat kecil, apalagi jika PDAM Kota/Kabupaten harus membeli air baku dari PDAM Propinsi, lalu bagaimana lagi dengan penjualan air setelah diolah kepada masyarakat? Jika yang dikedepankan dari aspek bisnis (profit oriented) bisa saja dilakukan oleh PDAM, tetapi tentu lah dengan tarif yang tinggi, tentu masyarakat akan terbebani, apalagi dengan kondisi ekonomi bangsa kita yang lagi terpuruk. Jadi dalam hal ini kita tenggelamkan dulu aspek bisnisnya dan kita timbulkan saja aspek sosialnya.

Jika sekarang PDAM Propinsi akan benar-benar diwujudkan, maka ada hal-hal lain yang perlu di telaah lebih lanjut, mengingat PDAM Propinsi hanya menyuplai air baku untuk Kabupaten/Kota :

- Besarnya harga jual air baku per kubik kepada PDAM Kota/Kabupaten.

- Besarnya biaya operasional dan maintenance/perawatan serta depresiasi

- Dan akhirnya hitungan besarnya anggaran yang harus dialokasikan oleh

Pemerintah setiap tahun.

Dari 3 item tersebut diatas itulah harus menjadi landasan berpikir, modal awal yang fantastis, biaya operasional yang besar, dan besarnya alokasi dana setiap tahun yang bersumber APBD/APBN. Sementara sebenarnya banyak hal-hal lain yang juga menjadi skala prioritas untuk Pembangunan Daerah ini. Untuk kebutuhan air bersih, apakah tidak ada alternatif-alternatif lain selain pembentukan PDAM Propinsi? Bagaimana jika Pelestarian air baku dari hulu ke hilir di optimalkan, Bagaimana jika anggaran yang diusulkan digunakan untuk Mengoptimalisasi kan PDAM Kota/Kabupaten dalam pengembangan jaringan, sehingga pelanggan/konsumen semakin besar & terlayani, tentunya dengan target-target yang jelas, kontrol terpadu dan terus dievaluasi secara periodik untuk mencapai kemandirian PDAM Kota/Kabupaten, yang akhirnya tidak disubsdi lagi oleh Pemerintah. Bagaimanapun juga, PDAM Kota/Kab lah yang paling tahu tentang apa yang mereka butuhkan, sudahkah mereka dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang sangat besar ini? Atau mereka hanya diajak diskusi tentang air baku, sedangkan keputusan tentang pembentukan tentang PDAM Propinsi sdh ada dalam saku?

Satu hal yang harus benar-benar diperhatikan jika PDAM Propinsi benar-benar terbentuk yaitu tentang pemeliharaan aset-aset investasi, pengalaman yang sudah-sudah bukankah kita lemah dalam hal ini, bukankah gagasan pembentukan PDAM Propinsi ini karena kita tidak memelihara alam dengan baik sehingga air sungai terkontaminasi dengan Mercury, akibat Rumah Kaca sehingga siklus kemarau panjang yang dulunya 10 tahun sekali, sekarang hanya 3 atau 4 tahun sekali. Ironis memang, karakter Bangsa kita yang hanya bisa membangun, tetapi lemah dalam hal Pengawasan & Pemeliharaan/maintenance.



MULAILAH DARI YANG KECIL



Dalam menentukan kebijakan/gagasan yang berhubungan dengan anggaran Pembangunan, dicoba dulu dengan usulan-usulan yang tidak memerlukan anggaran besar dan dikaji dahulu secara Teknis, apakah memungkinkan atau tidak. Apresiatif sekali tentang gagasan Bapak Walikota Pontianak & PDAM Kota Pontianak, tentang suatu usaha terobosan yang selama ini mungkin belum terfikirkan oleh kita, dengan biaya relatif lebih murah ketimbang pipanisasi dari Sukalanting ke PDAM Kota Pontianak, yaitu mem by pass tikungan sungai di Sukalanting kurang lebih 400 M, secara logika sangat masuk akal mengingat tidak adanya tekanan air yang datang dari Hulu sungai Kapuas untuk menahan laju nya air laut yang masuk ke sungai karena adanya tikungan dipertigaan sungai tersebut, Sebagai pendahuluan, tentulah kajian Teknik dan Administratifnya akan menjadi pertimbangan mengingat lokasinya di Kabupaten, ya...kita harus mencoba kajian ini. "Orang yang takut akan kegagalan tidak akan berani mencoba, Orang yang tidak berani mencoba akan kalah sebelum berjuang & pada akhirnya akan membawa kepada kegagalan yang sesungguhnya"



(Penulis: Sekretaris GAPKAINDO (Gabungan Pengusaha Kontraktor Air Indonesia) Kota Pontianak)

 
__._,_.___

=====================================================
~~~~~~~~~~ Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ~~~~~~~~~~
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================





SPONSORED LINKS
Pontianak hotel indonesia Pontianak indonesia hotel

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke