|
Selasa, 17 Oktober 2006 Kabut Menebal, Semua Penerbangan Dibatalkan Siklus El Nino Mengancam Tahun
2007
Pontianak,- Asap hasil
kebakaran hutan dan lahan kembali menebal, Senin (16/10) kemarin. Bahkan semua
penerbangan dari dan menuju Pontianak ditunda, mulai pukul 11.35 WIB dengan
jarak pandang sekitar 150 hingga 200 meter.
General Manager PT Angkasa
Pura II, Syamsul Bachri kepada Pontianak Post mengatakan tebalnya kabut asap
menyebabkan jarak pandang sangat terbatas. Kita melaporkan jarak pandang
sekitar 200 meter, sehingga semua penerbangan siang hari dibatalkan hingga saat
ini, kata Syamsul ketika dihubungi pukul 16.05 WIB, kemarin.
Lima
penerbangan yang sedianya akan berangkat dari Pontianak siang hari itu pun
kemudian dibatalkan, sehingga menyebabkan sedikitnya lima ratus penumpang tidak
diberangkatkan.
Syamsul menjelaskan, pesawat perintis menuju ke
Kabupaten Ketapang juga membatalkan penerbangannya karena jarak pandang yang
terbatas. Pesawat DAS, yang dipiloti Nico, sekitar pukul 10.00 WIB dapat terbang
ke Putussibau karena jarak pandangnya memungkinkan.
Lima penerbangan
yang membatalkan penerbangan yakni Batavia Air dengan satu penerbangan,
Sriwijaya Air dengan dua penerbangan dan Adam Air dengan dua penerbangan, yang
semuanya menuju Jakarta.
Maskapai penerbangan Adam Air juga menunda
penerbangan dari Jakarta ke Jambi pada Senin, karena asap yang menyelimuti
Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi. Akibat gangguan asap jarak pandang pilot ke
landasan Bandara Sultan Thaha sekitar 100 meter. Padahal jarak pandang
minimalnya dua kilometer. Sedangkan penumpang yang seharusnya terbang ke
Pontianak pada kedua jadwal yang ditunda itu sebanyak 260 orang.
Ancaman El Nino
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat
mengingatkan akan ancaman siklus El Nino yang dapat menimbulkan dampak
kekeringan ekstrim yang panjang pada 2007. Kepala Badan Pengendalian Dampak
Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalbar, Ir Tri Budiarto kepada wartawan di
Pontianak, Senin (16/10), mengatakan kecenderungan iklim di dunia akan kembali
menjadi siklus dalam jangka waktu tertentu.
Pada tahun 1997, telah
terjadi El Nino yang luar biasa. Kalau kita mengikuti siklus yang sudah terjadi,
maka El Nino mungkin akan kembali
tahun 2007, katanya.
Badan
Meteorologi dan Geofisika (BMG) pernah mencatat suhu di Kalimantan Tengah
mencapai 39 derajat Celcius beberapa waktu lalu.
Hal itu, lanjutnya,
menunjukkan telah terjadi perubahan iklim yang begitu ekstrim sehingga berdampak
pada kekeringan yang ekstrim pula dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia
menambahkan, mengingat tingkat kekeringan yang begitu besar dan lama, seluruh
pihak perlu diingatkan jauh-jauh hari untuk mengantisipasi dampaknya.
Kemungkinan El Nino tahun 2007 terjadi di bulan Maret dan April. Ini patut kita
waspadai bersama, katanya.
Sementara untuk kabut asap, meski masih
pekat namun titik panas di
Kalimantan Barat yang terdeteksi satelit pada
Senin (16/10) hingga pukul
11.00 WIB hanya 12 buah dan semuanya di
Kabupaten Ketapang. Kadar Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) juga sudah
mencapai tingkat yang
membahayakan.
Jumlah itu cenderung
menurun dari hari-hari sebelumnya, kata Tri. Sedangkan pada Minggu (15/10),
jumlah hotspot malah mencapai 51 titik. Begitu juga pada Sabtu (14/10), jumlah
hotspot berjumlah 25 titik. Kabupaten Ketapang memang berpotensi menghasilkan
asap dan ditambah kiriman Kalteng, ujarnya. Bisa jadi kebakaran hujan di
daerah Ketapang masih berlangsung, sedangkan hujan belum turun merata, katanya.
Hujan yang turun belakangan ini dikatakan Tri, dapat dimungkinkan merupakan
imbas dari hujan buatan yang dilakukan di Kalimantan Tengah. Saat ini, pihaknya
belum mendapat jawaban dari BPPT mengenai usulan untuk dilakukan hujan buatan di
atas Kalbar. Lagi pula, kondisi awan yang tebal dan terakumulasi di atas Kalbar
dapat menghambat pembentukan awan cumulus nimbus. Kualitas udara pada malam hari
posisinya pada level sedang dan berubah berbahaya menjelang pagi hari.
Kondisinya tetap berfluktuasi antara tidak sehat dan sedang, kata Tri.
Pada Minggu (15/10), pukul 18.30-01.30 ISPU terkategori sedang dimana
hari sebelumnya tidak pernah muncul. Kemudian, ISPU menjadi berbahaya ketika
pukul 00.30-03.00 WIB saat masyarakat dan pelajar beraktivitas. Kalau tadi
pagi, sekitar pukul 00.00 sampai 01.00, malahan kualitas udara sudah sangat
tidak sehat, kata Tri.(lev/mnk)
__._,_.___
=====================================================
~~~~~~~~~~ Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ~~~~~~~~~~
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================
SPONSORED LINKS
__,_._,___
|