Sabtu, 25 November 2006
Pasar Beringin dan Hong Kong Digabung
Pemkot Cari Investor


Singkawang,-  Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota 
Singkawang, H Goentomo Ibrahim mengungkapkan, pemkot sedang menjajaki upaya 
untuk merenovasi Pasar Beringin. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan fasilitas 
pasar yang lebih memadai bagi masyarakat dan untuk menampung para PKL. 

"Ini adalah ide jangka panjang. Sekarang, kita sedang cari investor yang mau 
bekerjasama," ungkapnya, kemarin. 

Konsep yang dipakai dalam renovasi ini akan mencontoh konsep pembangunan Pasar 
Mawar di Pontianak. Goentomo juga menyebutkan, Pasar Beringin nanti juga akan 
digabungkan dengan Pasar Hongkong. Pasar Hongkong yang menampung pedagang malam 
dinilai telah dikenal luas oleh masyarakat sehingga patut difasilitasi dengan 
lebih baik. 

"Rencana kita, nanti di lantai bawah bangunan baru Pasar Beringin khusus untuk 
menampung pedagang yang berjualan makanan dan minuman. Sedangkan di lantai 
atas, untuk yang berjualan souvenir dan lain-lain," katanya. Selain akan 
merenovasi Pasar Beringin, pemkot juga berwacana untuk mendirikan Pasar 
Tradisional Terpadu di Terminal Induk. 

Pasar ini nanti akan menggabungkan pasar-pasar tradisional yang ada, menjadi 
pusat grosir dan juga untuk menampung PKL. "Jadi, semua akan terpusat di sana. 
Lokasinya memungkinkan karena cukup luas," ujarnya. Belum dipastikan kapan 
rencana ini bisa terealisasi karena pemkot masih berusaha menggaet investor. 
Satu hal yang jelas, kebutuhan akan pasar yang lebih besar dan lebih 
representative dinilai cukup mendesak. 

Sebab, pasar-pasar yang ada sudah tidak mampu lagi menampung jumlah pedagang. 
Berdasarkan data yang diperoleh Disperindag, jumlah pedagang di Singkawang 
mencapai dua kali lipat dari jumlah kios dan ruko yang ada. Akibatnya, banyak 
pedagang yang tumpah ruah di pinggir-pinggir jalan. "Itu memang akan kita 
tertibkan supaya tidak menjadikan kota semrawut," katanya. 

Namun, pemkot tidak mungkin asal main gusur tanpa menyediakan tempat 
penampungan yang baru bagi PKL. Bagaimanapun, para PKL dipandang sebagai salah 
satu aset pemkot yang menghidupkan roda perekonomian daerah sehingga harus 
tetap diakomodasi. "Mereka harus tetap kita bina," ucap Goentomo.(rnl) 



http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=128865

Kirim email ke