--- In [email protected], "Hendy Lie" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Hendy Lie <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Dec 22, 2006 3:27 AM
> Subject: [hakka-singbebas-family] Tradisi Makan "Siat Jan"
> To: Hakka <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> http://www.tribun-batam.com/index.php?module=detail&noberita=26973
> 
>  Berasal dari Cerita Maha Tukang
> *MENILIK* pada sejarah perayaan hari besar Dong Zhi ini, Jon 
mengungkapkan
> hikayat sekitar ribuan tahun lalu, yang menceritakan mengenai 
makanan yang
> dikonsumsi masyarakat pada saat hari Dong Zhi tiba.
> 
> Saat itu seorang kaisar tengah membangun sebuah istana dan akan 
mencari
> seorang tukang yang handal (da shi fu) dalam membuat istana. Tak 
pelak
> beberapa orang berebut untuk menjadi yang nomor wahid.
> 
> Tukang rangka bangunan dan tukang batu tak mau saling mengalah, 
begitu juga
> tukang- tukang lainnya. Mereka mengaku menjadi nomor satu. "Saya 
lah tukang
> paling handal atau maha tukang, karena tanpa saya istana tidak 
akan bisa
> dibangun," ujar seorang tukang jendela.
> 
> Maka berebutlah semua tukang, hingga cerita itu sampai pada 
telinga dua
> orang tukang masak. Mereka pun mengusulkan menjadi maha tukang 
dari segala
> tukang. Kontan saja mereka mendapat cemoohan. "Mana bisa tukang 
masak
> menjadi tukang dari segalanya," ujar tukang bangunan. Akhirnya dua 
tukang
> masak ini pulang dengan rasa kecewa.
> 
> Tapi saat seluruh tukang bekerja dan waktu makan tiba, ternyata 
tak satupun
> makanan yang berada di atas meja hidangan. Dua tukang masak 
tersebut
> ternyata mogok memasak. Akibatnya, seluruh tukang kelaparan dan 
tak bisa
> melakukan satu pun pekerjaan. Akhirnya sang kaisar pun menobatkan 
dua tukang
> masak menjadi maha tukang dan mereka pun mendapat hadiah.
> 
> Ternyata pada saat itu masakan mereka yang mampu membuat para 
tukang bisa
> bekerja optimal. Salah satu masakan mereka juga terdapat makanan 
dari ketan
> atau beras pulut itu. Selain makan itu, terdapat juga makanan dari 
dengan
> campuran gandum dan wargannya pun terbagi dua, merah dan putih.
> 
> Makan ini melambangkan kebersamaan dan keselamatan. Pada saat itu 
bertepatan
> dengan pergantian musim ke musim dingin. Maka dengan diperingati 
datangnya
> musim dingin, kepercayaan orang Cina dengan memakan makanan dari 
beras ketan
> hingga saat ini. (zur)
> 
> [image: Siat Jan...hm uenakkkkk]
> 
> 
> http://www.tribun-batam.com/index.php?module=detail&noberita=26971
>  Tradisi Mengunjungi Kerabat
> ** Warga Tionghoa Rayakan Dong Zhi Setiap 22 Desember *
> 
> *Batam,* *Tribun* - Ternyata bukan hanya di daratan Cina saja 
orang mengenal
> hari besar tradisional yang berkaitan dengan pergantian musim. Di 
Indonesia
> khususnya Batam, sebagian masyarakat Tionghoa juga masih mengenal
> tradisi-tradisi kuno seperti perayaan penyambutan musim dingin 
atau yang
> dikenal sebagai Dong Zhi.
> 
> Dong Zhi ini bertepatan dengan tanggal 22 Desember setiap tahunnya.
> Peringatan hari besar ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. 
Menurut
> kepercayaan masyarakat Cina, dengan datangnya hari besar Dong Zhi 
berarti
> masyarakat mulai menghentikan kegiatan bercocok tanam.
> 
> "Pada musim dingin semua tidak bisa bercocok tanam. Artinya setelah
> peringatan tersebut maka tiba lah musim dingin atau turunnya 
salju. Terutama
> di Cina," jelas Jon, seorang pengamat budaya Tionghoa di Batam 
kepada
> Tribun.
> 
> Kendati di Indonesia tidak mengenal musim dingin karena hanya ada 
dua musim
> hujan dan musim kemarau, namun Jon beranggapan masih banyak 
masyarakat
> Tiongho yang tetap teguh mempertahankan kisi-kisi tradisi leluhur 
Cina itu.
> 
> Pada saat musim dingin, lanjutnya, di bagian utara bumi ini siang 
hari akan
> terasa lebih pendek dan sebaliknya, bagian selatan malam akan 
terasa lebih
> lama. Tradisi menyambut Dong Zhi ini dapat diaplikasi dengan 
berbagai macam
> bentuk.
> 
> Salah satunya saling mengunjungi antar kaum kerabat dan 
keluarga. "Sama
> halnya seperti Imlek, biasanya masyarakat Tionghoa saling 
mengunjungi
> kendati tradisi seperti itu sudah jarang sekali," jelas Jon yang 
juga
> memiliki usaha di Tanjung Pantun tersebut .
> 
> Dalam sejarah dalam masyarakat Cina, seiring datangnya musim 
dingin usai
> perayaraan Dong Zhi ini, masyarakat Cina dilanda kelaparan hebat. 
Bahkan tak
> jarang diantara mereka mati karena kelaparan, tanah tempat mereka 
bertani
> tertutup salju sehingga tak bisa bercocok tanam.
> 
> Hanya ada beberapa makanan yang bisa disediakan. Makanan itu 
disebut makanan
> beras ketan yang dibentuk bulat seperti bakso, rasanya pun manis.
> 
> Ternyata musim dingin yang identik dengan datangnya kelaparan 
cukup membawa
> hikmah. Bagi masyarakat Cina dari kalangan saudagar kaya peristiwa 
itu
> mereka manfaatkan untuk beramal.
> 
> Biasanya mereka membagi-bagikan makanan kepada yang membutuhkan 
atau yang
> dilanda kelaparan. "Yah seperti zakat," cetus lelaki berkacamata 
itu. Ritual
> perayaan Dong Zhi ini menurut Jon pada saat ini memang tidak 
semeriah Imlek.
> 
> 
> Warga Tionghoa di Batam pada umumnya hanya membuat makanan dari 
beras ketan
> pada saat Dong Zhi, kemudian sembahyang dan makan makanan tersebut
> bersama-sama. "Jadi perayaannya cukup di rumah saja," jelas Jon.
(zur)
> 
> [image: Siat Jan...hm uenakkkkk]
> 
> http://www.tribun-batam.com/index.php?module=detail&noberita=4151
>  Karena Sang Juru Masak Mogok Masak
> *Asal-usul Tang Yuan*
> 
> *PADA* zaman dahulu kala, ada seorang raja yang bertakhta di 
sebuah kerajaan
> di Tiongkok. Ia akan melantik tukang bangunan yang telah berjasa 
membangun
> kerajaannya, namun ia merasa bingung, tukang manakah yang hendak 
dilantiknya
> menjadi guru besar istana.
> 
> Akhirnya ia pun menanyai tukang-tukang tersebut satu persatu. Dan 
mereka
> masing-masing merasa memiliki kepentingan untuk dilantik menjadi 
guru besar
> istana.
> 
> "Saya yang membuat rancangannya, tanpa saya bangunan tersebut tak 
akan
> berdiri," tukas seorang arsitek. Seorang tukang batu juga tak mau 
kalah.
> "Saya sudah membelah batu-batu itu, tanpa saya bangunan juga tak 
akan
> memiliki dasar yang kokoh," balasnya. Dan pernyataan senada pun 
datang dari
> tukang kayu, tukang cat dan lainnya.
> 
> Akhirnya raja membuat keputusan. "Baiklah, kalian semua akan segera
> dilantik," sabdanya. Keputusan itulah yang diumumkan raja ke 
seluruh penjuru
> istana, jika semua tukang itu akan dilantik menjadi guru besar.
> 
> Kabar itu sampai juga ke bagian dapur. Seorang koki wanita yang 
bertugas
> kaget mendengar tukang-tukang itu dilantik, akhirnya ia mengajukan 
protes
> pada raja kalau ia juga memiliki peranan penting di kerajaan itu 
atau dalam
> proses pembangunan kerajaan itu, sehingga dirinya juga harus 
dilantik.
> Namun, karena raja menolaknya, akhirnya juru masak itu mogok 
memasak.
> 
> Awalnya, mereka tak menghiraukan ucapan si juru masak, setelah 
agak lama,
> baru kemudian raja dan tukang-tukang itu merasa lapar. Mereka pun 
menuju ke
> dapur dan tak menemukan apapun di sana, kecuali tepung beras, 
karena semua
> tak bisa memasak, akhirnya mereka mengakui kalau dapur memang 
memegang
> peranan terpenting dalam kerajaan itu. Dan beruntunglah si tukang 
masak,
> akhirnya dilantik menjadi guru besar.
> 
> Pelantikan tersebut terjadi sehari sebelum hari raya dong zhi, 
sehingga si
> juru masak memasak tang yuan untuk merayakan pengangkatannya.(rur)
>


Kirim email ke