Betul sekali, 
Terima kasih, Xie xie, kamchia, kamsia, gamshia,
gamchia buat "prima_prod" yang sudah kirim artikel
tsb. Karena terlalu panjang, mungkin nanti saya akan
bagi menjadi beberapa bagian sesuai topik penjabaran
sejarah tersebut. 
Sebelum saya masukin artikel ini, apakah Prima_Prod
bisa membantu saya untuk mendapatkan telpon atau
alamat email atau ijin dari Bapak Benny G.Setiono
untuk memasukkan artikelnya ke Surat Kabar?
Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

Djona Jusuf Barth
Fam Khun Khong

--- prima_prod <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Artikel Ini Yang Djona Yusuf Cari ?
> 
> Nothing berkata : melihat secercah peninggalan masa
> lalu yang mungkin
> hanya dapat di kenang.....
> 
> (Disampaikan pada Diskusi Akbar yang diselenggarakan
> Perhimpunan INTI
> Jakarta pada tanggal 27 April 2002, bertempat di
> Hotel Mercure Rekso,
> Jakarta.)
> 
> Oleh : Benny G.Setiono
> 
> 
> Peran politik etnis Tionghoa di Indonesia.
> 
> Ketika pada tahun 1293 kaisar Kubilai Khan dari
> dinasti Yuan
> (1280-1367) memerintahkan pasukannya untuk menyerbu
> pulau Jawa dan
> memberi pelajaran kepada raja 
> 
> Kartanegara dari kerajaan Singosari yang dianggap
> membangkang,
> ternyata di sepanjang pesisir utara pulau Jawa telah
> ditemukan
> koloni-koloni pemukiman etnis 
> 
> Tionghoa. Orang-orang Tionghoa ini yang berasal dari
> propinsi Hokkian
> di daratan Tiongkok, pada umumnya adalah para
> pedagang perantara,
> petani dan 
> 
> tukang-tukang kerajinan yang hidup dengan damai
> bersama penduduk
> setempat. Kemudian sebagian prajurit pasukan Kubilai
> Khan yang terdiri
> dari orang-orang 
> 
> Tionghoa yang direkrut dari propinsi Hokkian tidak
> mau kembali ke
> daratan Tiongkok. Mereka takut menghadapi ancaman
> hukuman, karena
> pasukannya tertipu masuk 
> 
> perangkap Raden Wijaya dan berhasil dihancurkan.
> Sebelumnya Raden
> Wijaya dengan bantuan pasukan Kubilai Khan berhasil
> mengalahkan
> pasukan Singosari dan 
> 
> setelah itu ia mendirikan kerajaan Majapahit. Selain
> itu banyak
> anggota pasukan Kubilai Khan yang takut menghadapi
> pelayaran kembali
> ke daratan Tiongkok yang 
> 
> penuh bahaya alam dan perompak. Akhirnya mereka
> memilih untuk menetap
> di pesisir utara pulau Jawa dan menikah dengan
> perempuan-perempuan
> setempat. Merekalah 
> 
> yang mengajarkan cara-cara membuat bata, genting,
> gerabah dan
> membangun galangan kapal perang serta teknologi
> mesiu dan
> meriam-meriam berukuran besar dan 
> 
> panjang.
> 
> Pada abad ke-15 di masa dinasti Ming (1368-1643),
> orang-orang Tionghoa
> dari Yunnan mulai berdatangan untuk menyebarkan
> agama Islam, terutama
> di pulau Jawa. 
> 
> Tak dapat disangkal bahwa Laksamana Cheng Ho alias
> Sam Po Kong pada
> tahun 1410 dan tahun 1416 dengan armada yang
> dipimpinnya mendarat di
> pantai Simongan, 
> 
> Semarang. Selain menjadi utusan Kaisar Yung Lo untuk
> mengunjungi Raja
> Majapahit, ia juga bertujuan menyebarkan agama
> Islam. Selain Laksamana
> Cheng Ho, 
> 
> sebagian besar dari wali songo yang berjasa
> menyebarkan agama Islam di
> pesisir pulau Jawa dan mendirikan kerajaan Islam
> pertama di Demak
> berasal dari etnis 
> 
> Tionghoa. Para wali tersebut antara lain Sunan
> Bonang (Bong Ang),
> Sunan Kalijaga (Gan Si Cang), Sunan Ngampel (Bong
> Swi Hoo), Sunan
> Gunung Jati (Toh A Bo) 
> 
> dllnya konon berasal dari Champa (Kamboja/Vietnam),
> Manila dan
> Tiongkok. Demikian juga Raden Patah alias Jin Bun
> (Cek Ko Po), sultan
> pertama kerajaan Islam 
> 
> Demak, adalah putera Kung Ta Bu Mi (Kertabumi), raja
> Majapahit
> (Brawijaya V) yang menikah dengan puteri Cina, anak
> pedagang Tionghoa
> bernama Ban Hong (Babah 
> 
> Bantong).
> 
> Ketika pada tanggal 23 Juni 1596 armada Belanda di
> bawah pimpinan
> Cornelis Houtman berhasil mendarat di pelabuhan
> Banten, ia tercengang
> karena menjumpai 
> 
> koloni Tionghoa yang mempunyai hubungan yang
> harmonis dengan penduduk
> dan penguasa setempat. Selain di Banten, orang-orang
> Belanda dan
> kemudian orang-orang 
> 
> Inggris juga menjumpai koloni-koloni Tionghoa di
> kebanyakan
> bandar-bandar Asia Tenggara seperti di Hoi An,
> Patani, Phnom Penh dan
> Manila. Pada tahun 1642 di 
> 
> Hoi An terdapat empat-lima ribu orang Tionghoa dan
> di Banten pada
> tahun 1600 terdapat tiga ribu orang Tionghoa.
> 
> Pada tahun 1611 Jan Pieterszoon Coen diutus Gubernur
> Jenderal VOC
> Pieter Both untuk membeli hasil bumi, terutama lada
> di Banten,
> ternyata ia harus berurusan 
> 
> dengan seorang pedagang Tionghoa kepercayaan Sultan
> yang bernama Souw
> Beng Kong (Bencon). Souw Beng Kong adalah seorang
> pedagang Tionghoa
> yang sangat 
> 
> berpengaruh dan mempunyai perkebunan lada yang luas
> sekali. Ia sangat
> dihormati dan dipercaya penuh oleh Sultan dan para
> petani Banten.
> Setiap pedagang asing 
> 
> seperti Portugis, Inggris dan Belanda yang ingin
> membeli hasil bumi
> dari petani Banten harus melakukan negosiasi harga
> dan lain-lainnya
> dengan Souw Beng 
> 
> Kong. Kemudian Souw Beng Kong coba dipengaruhi Jan
> Piterszoon Coen,
> tetapi tidak berhasil karena ia merasa Coen
> terlampau menekannya.
> Sebaliknya sultan 
> 
> Banten merasa puas dengan keberadaan Souw Beng Kong
> dan orang-orang
> Tionghoa lainnya, karena orang-orang Tionghoa inilah
> yang banyak
> mengajarkan teknologi 
> 
> baru, terutama di bidang pertanian.Mereka
> mengajarkan cara menanam
> padi di sawah yang berpetak-petak dengan
> mempergunakan pematang dan
> membajak serta 
> 
> mengairinya, karena sebelumnya mereka hanya menanam
> padi di ladang
> yang sudah tentu hasilnya kurang memuaskan. Namun
> ketika Coen pada
> tahun 1619 berhasil 
> 
> merebut Jayakarta dan berniat membangunnya menjadi
> Batavia, sebuah
> bandar yang ramai untuk menyaingi Banten, ia
> berhasil membujuk Souw
> Beng Kong untuk 
> 
> membawa orang-orang Tionghoa hijrah ke Batavia. Ia
> kemudian diberi
> gelar kapitein (titulair) Tionghoa pertama agar
> dapat memimpin dan
> mengarahkan orang-orang 
> 
> Tionghoa di Batavia serta memindahkan pendaratan
> jung-jung yang
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
Finding fabulous fares is fun.  
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel 
bargains.
http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097

Kirim email ke