http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=13196\
2
<http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=1319\
62>
Rabu, 31 Januari 2007
Pasar Mulai Diserbu


Singkawang,-  Menjelang tahun baru China, 1258 pusat-pusat perbelanjaan
dan pasar tradisonal di Kota Singkawang mulai dipenuhi pengunjung dari
kalangan Tionghoa. Para pembeli memburu kebutuhan hari besar mereka,
seperti busana, pernak-pernik Imlek dan keperluan lainnya untuk
kebutuhan hari Imlek.

Pantauan Pontianak Post, aktivitas jual beli di pasar-pasar tradisional
dan pusat-pusat perbelanjaan mulai ramai dikunjungi sejak sepakan
terakhir. Di Pasar Tengah Jalan Setia Budi dan Pasar Turi misalnya, di
dua tempat ini sering dikunjungi. Setiap hari selalu ada saja yang
mampir ke sana untuk membeli atau sekadar melihat-lihat model pakaian
yang cocok untuk mereka.

Ramainya masyarakat mencari kebutuhan Imlek tersebut dimanfaatkan
pedagang lainnya dengan beralih menjual aneka aksesoris Imlek atau
menambah dagangan dengan berbagai barang kebutuhan khas Imlek.

Menurut sejumlah pedagang, dibandingkan tahun lalu, perayaan Imlek kali
ini sepertinya lebih meriah. Kendati Imlek masih kurang lebih 18 hari
lagi, namun sudah ada yang singgah ke sini untuk melihat busana. "Walau
tak sedikit diantara mereka yang hanya sekadar melihat-lihat, tapi sudah
menunjukkan mereka akan kembali lagi ke pasar itu," kata dia.

Dia berharap, pembeli pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya.
Sehingga panen setiap tahun bisa dia raih, walau pun hanya sebentar
saja. Untuk menarik pengunjung agar melirik tokonya, pemilik toko telah
menyiapkan aneka busana model baru yang trend yang saat ini sedang
digandrungi oleh masyarakat, khususnya masyarakat dari kaum muda.

Sementara Ani pedagang yang turut menjual aksesori khas Imlek
mengungkapkan, dia sengaja menambah penjualan aksesories karena peluang
untuk itu besar. "Aksesoris ini pasti dibeli, makanya kita menambah
penjualan ini di toko kita," kata Ani menjawab Pontianak Post.

Adapun aksesories yang dijual di tokonya, tahun ini berupa lampion,
pohon bambo, pohon mei hwa dan aksesories khas Imlek lainnya. Aksesries
tersebut umumnya dari local. "Barang-barang ini umumnya berasal dalam
negeri," katanya di sela-sela kesbukannya melayani pembeli. (vie)



Kirim email ke