http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=132975

Sabtu, 17 Februari 2007
Program KB Bagi Warga Tionghoa Harus Digalakkan


Pontianak,-  Program Keluarga Berencana selama ini dinilai belum dapat 
menyentuh warga masyarakat Tionghoa. Selain karena mayoritas warga etnis 
Tionghoa ini cenderung tertutup, juga disebabkan masih belum optimalnya 
informasi dan edukasi yang dimotori oleh BKKBN. Faktanya, sebagian besar 
keluarga Pasangan Usia Subur (PUS) warga masyarakat Tionghoa memiliki anak 
rata-rata lebih dari 4 orang. 

Kondisi ini berdampak pada munculnya berbagai permasalahan sosial seperti 
tingginya angka kelahiran, kematian bayi dan ibu melahirkan, serta redahnya 
human development indeks atau indeks pembangunan manusia. Di kota Singkawang 
misalnya, program KB belum berjalan secara optimal. Salah seorang tokoh 
masyarakat Tionghoa Singkawang, Wijaya Kurniawan SH ketika dikonfirmasi 
wartawan membenarkan masih belum optimalnya program KB di Singkawang. 

Berkenaan dengan kenyataan tersebut, pemuka-pemuka masyarakat Tionghoa 
Singkawang bersama Pemkot Singkawang akan mencanangkan gerakan 1.000 akseptor 
etnis Tionghoa. 

"Saya sangat prihatin terhadap kehidupan mereka yang serba kurang dan 
diperparah lagi, kurangnya kesadaran mereka sehingga masih memiliki banyak 
anak. Keluarga sudah susah ditambah lagi dengan anak banyak," katanya prihatin. 

Makanya sambung dia, pencanangan 1.000 akseptor KB tersebut merupakan obsesi 
pemuka-pemuka masyarakat Tionghoa seperti yang dimotori oleh Majelis Adat 
Budaya Tionghoa (MABT) Singkawang. 

"Rencana pencanangan ini selaras dengan program pemerintah provinsi Kalbar dan 
kota Singkawang," tandasnya. 

Sementara itu, Walikota Singkawang Awang Ishak melalui Kadis Sosial dan Catatan 
Sipil Kota Singkawang, Rahmad Basuni mengatakan, program KB di Singkawang 
diselaraskan dengan program-program yang dilaksanakan oleh komponen-komponen 
masyarakat, yang salah satunya diprakarsai oleh pemuka-pemuka masyarakat 
Tionghoa. "Pemerintah tidak akan membedakan pelayanan kepada masyarakat, dalam 
berbagai hal termasuk KB dan bantuan sosial lainnya, baik kepada warga 
masyarakat pribumi maupun keturunan etnis Tionghoa, mengingat di kota ini lebih 
dari 42 persen warganya adalah Tionghoa," jelasnya. 

Ditambahkan, untuk lebih memasyarakatkan program KB dan meningkatkan 
kepersertaan KB kepada masyarakat etnis Tionghoa, pemerintah kota Singkawang 
bersama MABT setempat dan didukung pemerintah provinsi, serta difasilitasi RRI 
Pontianak akan menyelenggarakan acara community program di Singkawang, yang 
mengangkat topik "Pelaksanaan Program KB di Lingkungan Masyarakat Tionghoa". 

Kegiatan community program ini akan menghadirkan pembicara Gubernur Kalbar, 
Usman Djafar, Wali kota Singkawang Awang Ishak, pengurus MABT Singkawang Wijaya 
Kurniawan, dan dipandu moderator warga masyarakat Singkawang pada Senin 
(19/02), mulai pukul 15.30 sampai dengan 17.00 wib yang disiarkan langsung oleh 
RRI Pontianak dari Singkawang dan dipancarluaskan ke seluruh wilayah Kalbar. 
(*/mel) 



Kirim email ke