Money politics???? http://ridoborneo.multiply.com/journal/item/20
Jalur Jorok Menuju KB 1 C Gejala kompetisi tak sehat sudah mulai terlihat menjelang pemilihan walikota (Pilwako) Singkawang. Sumbernya bermula dari pertemuan tertutup Walikota Singkawang Drs H Awang Ishak MSi bersama lurah dan camat disaksikan Gubernur Kalbar H Usman Jafar, Minggu (4/3). Awang yang berencana maju kembali ke bursa walikota singkawang itu memberikan arahan cukup vulgar dan frontal, bahkan menyinggung soal kandidat kuat walikota lainnya seperti Ir H Dharmawan MSc dan Hasan Karman. Sepintas tak ada etika dan niat baik Awang untuk ikut berkompetisi secara demokratis. Bisa lantaran faktor ketakutan setelah ia selesai menjabat walikota (post power syndrome). Atau bisa juga karena kurang percaya diri untuk maju lantaran affair bersama wanita idaman lain yang sempat menerpanya. Dengan posisi Awang sebagai incumbent (jika ia lolos sebagai calon) maka peluang untuk mendekati massa melalui jalur birokrasi memang sangat terbuka luas. Tetapi perlu diingat, Pilkada tak semata-mata mengandalkan jalur pemerintahan mulai dari RT/RW, lurah, camat, PNS dan seterusnya, karena memang persentasenya sangat kecil sekali. Belum lagi sikap orang-orang yang berada di jalur tersebut hanya 'mengangguk' di depan Awang tetapi justeru akan berbalik arah saat Pilwako. Awang juga sudah mulai menggiring opini dengan lontaran dalam pertemuan tersebut dengan mengatakan 'lebih baik memilih yang sudah teruji kepemimpinannya, daripada yang belum teruji'. Padahal itu hanya soal kesempatan saja dan Awang belum tentu lolos dari ujian yang menghadang sebab parameter 'teruji' juga masih belum jelas. Lebih mengkhawatirkan, ungkapan soal sejumlah nominal dalam proses Pilwako yang langsung menohok calon rival politik, Dharmawan dan Hasan Karman. "Seperti Hasan Karman dan Darmawan, kalau mereka kampanye di suatu kelurahan, tolong SMS. Kalau mereka mambantu misalnya berapa juta, nanti saya akan membantu juga di daerah itu. Nanti besarannya akan saya naikan," demikian beberapa rangkuman pesan Awang dari pertemuan itu kepada para lurah dan camat. (Equator, 7/3 halaman 3). Niat untuk money politic dari Awang jelas terlihat dengan pernyataan tersebut. Padahal money politic tersebut menyalahi aturan, terlepas dari uang yang digunakan nantinya apakah uang pribadi atau uang negara, tetap saja salah. Beberapa ungkapan Awang itu mungkin baru sebagian kecil saja yang terdokumentasikan. Tak menutup kemungkinan pola-pola lain yang tak sehat akan digunakannya. Kita berharap, semoga demokratisasi dalam Pilwako Singkawang mendatang tak ternodai oleh praktik menghalalkan segala macam cara. Satu hal yang masih dapat dipertahankan bahwa, Pilwako tergantung rakyat sebagai pemilih. Rakyat Singkawang diyakini semakin cerdas dan jeli dalam memilih pemimpinnya sehingga tak terpengaruh cara-cara 'jorok' yang akan digunakan calon kandidatnya.(Equatorial/Tajuk Berita 8 Maret 2007)
