Dear Pak Arjuna,
  G setuju dengan pendapat Bapak tentang maskot Kota Singkawang. Maskot adalah 
sesuatu yang bisa menjadi daya tarik suatu tempat bagi dunia luar untuk lebih 
mengenal secara mendalam tentang Kota Singkawang, dan maskot tsb bukanlah untuk 
dipajang sementara waktu, kita juga berharap maskot tsb bisa menjadi satu tanda 
kebanggaan kita (warga Singkawang) dimanapun kita berada dan jg berharap akan 
tetap kekal selamanya.
  Kita berharap setiap kali para wisatawan menginjak Kota Singkawang yg 
dilihatnya dari jauh adalah Maskot Kota Singkawang, yang mungkin langsung bisa 
memberikan suatu kesan "wah" karena kesan pertama adalah yang takkan terlupakan.
  Take care
  Alang, HK

United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=135768
   
  Senin, 9 April 2007
Daya Tarik Ikan Tembakol Masih Tanda Tanya 

  Singkawang,-  Ribut-ribut soal wacana ikan tembakol sebagai maskot pariwisata 
Singkawang turut mengundang perhatian mantan anggota DPRD Kalbar, Drs Arjuna 
Machmud MSi, untuk berkomentar. Dia mempertanyakan, apakah betul ikan tembakol 
terpilih untuk jadi maskot pariwisata Singkawang ? 

Mengawali pertanyaannya itu, Arjuna mengutip pendapat Prof Drs S. Wojo Wasito 
tentang istilah maskot yang berarti azimat. Wojo menyebutkan, azimat maskot 
bermakna sesuatu yang dapat menarik orang. Dengan kata lain menarik calon 
wisatawan untuk melihat dari dekat ada apa sesungguhnya di Kota Singkawang 
tercinta. 

"Pertanyaan saya untuk kepala dinas pariwisata Singkawang, apakah ada calon 
wisatawan jika melihat gambar maskot ikan tembakol akan mempunyai daya tarik 
dan keinginan yang kuat untuk berwisata di Kota Singkawang," kata Arjuna. 

Dia mengaku ragu, calon wisatawan tertarik untuk melihat Kota Singkawang. 
Karena sesungguhnya ikan tembakol secara jujur dia katakana sangat tidak 
menarik. Apalagi kalau dikaitkan dengan pemahaman orang Sambas asli. 

Selain itu pula, sepanjang dia ketahui, ikan tembakol tidak hanya ada di 
Singkawang saja. Ikan tersebut banyak ditemukan di daerah Selakau, Pemangkat, 
Sambas dan sekitarnya. "Dengan begitu, apakah nanti Singkawang tidak akan 
dikomplain oleh masyarakat kota lainnya bahkan mungkin mereka akan memperolok 
maskot Kota Singkawang tersebut," lanjutnya. 

Sebagai urun rembuk, dia sebagai warga Singkawang ingin menyampaikan beberapa 
criteria untuk memenuhi gagasan Kadisbudpar Singkawang. Dia berharap criteria 
tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan Kadis Budpar ketika akan menentukan 
maskot pariwisata di Kota Singkawang. 

Pertama, maskot tersebut merupakan wujud dari sesuatu yang bila dilihat dan 
dipandang akan membuat seseorang dan calon wisatawan menjadi tertarik untuk 
datang. Karena melihat kebagusannya dan menimbulkan keinginan untuk melihat 
dari dekat diharapkan betul-betul mengagumi keindahannya baik segala kelebihan 
maupun kekurangan. 

Kedua, maskot tersebut sebagai wujud dari sesuatu yang harus dipelihara 
kelestariannya. Bila mungkin tidak lekang oleh panas, tidak lapuk di hujan dan 
tidak tua dimakan waktu. 

Ketiga, maskot tersebut wujud dari sesuatu, seyogyanya merupakan wujud spesifik 
baik dari segi keasliannya, kelangkaannya maupun keindahannya. Maskot itu juga 
wujud dari sesuatu, bila mungkin merupakan suatu kekuatan luar biasa yang tidak 
dimiliki daerah lain. Termasuk yang dimiliki Kota Pemangkat, Selakau, Sambas, 
dan lain-lain. "Terakhir yang kelima, menimbulkan kenangan indah bagi 
pariwisatan yang telah mengunjungi sepanjang hidup mereka," katanya. 

Arjuna lalu mengatakan, berdasarkan criteria di atas, sesungguhnya Kota 
Singkawang telah memiliki wujud maskot tersebut dan tidak terbantahkan lagi 
oleh siapapun. Maskot itu, puncak gunung poteng yang melengkung indah ke bawah 
seperti ibu jari jempol. Gunung ini menurut Arjuna sangat khas untuk Singkawang 
karena sepanjang perjalanan hidupnya sampai ke pelosok nusantara di Indonesia, 
belum ada suatu gunung yang memiliki lengkungan keindaan dan keajaibannya. 
Dikatakan ajaib, krena ujung dari gunung itu tidak runtuh. Selain itu, 
ditemukan sejenis pohon Raflesia di gunung tersebut yang konon katanya hanya 
ada satu-satunya di dunia. Sehingga sekaligus dapat dijadikan maskot Kota 
Singkawang. 

"Tidak saya pungkiri, berbicara kelengkungan keindahan puncak gunung poteng 
yang belum ada duanya dan menjulang tinggi angkasa raya serta kekar berdiri di 
atas bumi, membuat saya teringat akan kerindugan Singkawang di saat jauh 
merantau," katanya seraya berharap, sumbangsih saran yang telah diberikannya 
dapat bermanfaat bagi Pemkot Singkawang. Khususnya Kadisbudpar Singkawang, yang 
telah menelorkan wacana ikan tembakol sebagai maskot pariwisata Singkawang. 
(vie) 


   
  

         


with my best regard..

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke