http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=13582\
6
<http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=1358\
26>

Selasa, 10 April 2007
Sembahyang Kubur Tionghoa Lancar



Singkawang,-  Ziarah kubur yang dilaksanakan oleh warga Tionghoa baik
yang datang dari luar negeri maupun daerah berjalan lancar. Lancarnya
sembahyang kubur yang dimulai sejak 22 Maret hingga 5 April 2007 di
sejumlah tempat, dikarenakan polisi tanggap ketika prosesi itu
berlangsung.

Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Singkawang, Wijaya
Kurniawan SH didampingi pengurus lainnya, Elman Armady kepada Pontianak
Post mengatakan, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Tionghoa
yang melaksanakan prosesi sembahyang kubur mengeluhkan banyaknya
pungutan liar hingga harus mengalami masalah.

"Syukur sekarang tidak lagi terjadi hal-hal yang sangat meresahkan
ketika masyarakat melaksanakan sembahyang kubur," kata Wijaya, kemarin.

Menurut dia, tidak terjadinya hal-hal yang merugikan warga Tionghoa
berkat kesigapan anggota Polres Singkawang yang setiap harinya melakukan
patroli dan berjaga di semua tempat dilaksanakannya prosesi sembahyang
kubur.

"Polisi yang diterjunkan sebanyak 64 orang dengan sigap dan selalu
memantau perkembangan. Kita sebagai warga Tionghoa banyak mengucapkan
banyak terima kasih kepada kepolisian, dibawah kepemimpinan Kapolres
Singkawang, AKBP Parimin Warsito SH. Kita juga berterima kasih kepada
Waka Polres, Kompol Esra Pinem SIK, Kabag Ops , AKP T Simamora, Kasat
Intelkam, AKP Mulyadi SH dan Kasat Reskim Polres, AKP M Hasyim
Risahondua SIK, dan seluruh anggota polisi yang bertugas," kata Wijaya.
Banyak warga Tionghoa, kata dia, menilai sangat jauh berbeda ketika
melaksanakan sembahyang kubur tahun ini.

"Sangat jauh berbeda. Dulu, ada saja warga yang melaporkan dan
mengeluhkan adanya tindak kriminalitas. Ada yang mengaku sebagai polisi
minta sejumlah uang, mencegat mobil yang hendak masuk ke lokasi kuburan
dan sebagainya. Sekarang tidak ada lagi. Itu berkat kerja sama yang baik
semua pihak termasuk masyarakat lainnya," katanya.

Selain itu juga, kata Wijaya, mereka yang berjualan alat sembahyang pun
merasakan jauh berbeda termasuk penjual buah-buahan.

"Mereka lancar saja ketika berjualan. Maklumlah sembahyang kubur
dilaksanakan disubuh hari ketika aktivitas



Kirim email ke