Dear Hendy,
Mengenai teknik pembuatan terasi dengan cara memakai kaki menginjak2 adonan
terasi.Teknik ini belum pernah saya dengar atau melihat orang kampung
saya(Sedau) melakukan dengan cara demikian. Jadi saya tidak mau berspekulasi
akan hal itu.Masalah hiegenis adalah masalah personal isu,tergantung pada
individu.
Tentu saja tidak ada terasi cap Robert. Lay .Dengan beberapa alasan saya
tidak akan kebisnis terasi:
-Terasi bukan bahan konsumsi utama bagi masyarakat Australia.Jadi tidak
mungkin kita produksi sesuatu yang sedikit pemakai(konsumen) .
-Tidak ingin menjadi saingan produk terasi buatan pak Hasan.
Nah,menyinggung masalah keramik,Saliung?
Mengenai komentar pada orang kedubes RRC tentang pemanfaatan teknologi dalam
pembuatan keramik di Singkawang itu tidak salah,teknologi keramik kita
ketinggalan..Ini bukan berarti bahwa orang Saliung (pemilik perusahaan
keramik) itu tidak mengerti(bodoh) pemanfaatan teknologi(hi tech).
Untuk menggunakan teknologi dalam hal ini,seperti pemakaian mesin,oven
listrik dll.Untuk mempergunakan teknologi tersebut pasti terjadi penambahan
konsumsi energi(listrik).Seperti apa yang telah kita ketahui,listrik di kota
Singkawang masih belum mencukupi kebutuhan industri.dan harganya juga mahal.
Pada pemilik perusahaan keramik tahu resiko apa yang akan dia hadapi apabila
pemanfaatan teknologi tanpa memperhitungkan factor penunjangnya.Akibatnya
bisnis mereka akan hancur.
Liburan yang lalu,saya sempat mengunjungi keluarga dan teman kami yang
ditinggal di Gg.Budi Agung ,Saliung(Fui Jau Lu).Saya juga mengunjungi tempat
pembuatan keramik.Menurut info yang saya dapat upah buruh ditempat pembuatan
keramik antara Rp20.000an Rp60.000an perhari.Cara kerja mereka masih
tradisional ,hard physical work.
Kami juga mengunjungi villanya pak Johannes Djalimin(Amen-mantan CEO Barito
Pasific).Kebetulan pada saat itu beliau tidak ada dirumah.Pak Amen ini adalah
mantan bossnya pak Hasan .Berapa tahun pak Hasan menjadi bawahannya?
Sayangnya ,pak Amen tidak ada dirumah jadi belum sempat diskusi dengan
beliau soal dukungan pilkada.
Salam,
Robert Lay-sydney
Dear Pak Robert,
Komentar saya ada di bawah
----- Original Message -----
From: Robert Lay
------------ --dihapus bagian yang tidak perlu------- --------
Saya kurang begitu yakin kalau masyarakat perlu bantuan tehnis cara membuat
terasi karena mereka sudah melakukan hal itu dari turun temurun,setidak-
tidaknya mereka tahu apa yang dilakukan.Kalau meminta bantuan modal itu sudah
pasti.Karena pada nelayan perlu modal untuk membeli pelengkapan, penangkapan
bubuk(udang kecil-mui ha,bahan baku buat terasi).
*** Dari yang saya tahu, waktu bikin terasi itu malah sampai menggunakan kaki
segala, terasinya diinjak2 gitu. Jadi gak salah kalau dibilang pembuatan terasi
itu tidak hiegenis dan udah ketinggalan jaman. Ini sama halnya dengan pembuatan
keramik di Singkawang. Banyak yang bilang keramik di Singkawang itu bagus, tapi
waktu orang kedubes RRC berkunjung ke Singkawang beberapa waktu lalu, katanya
teknologi pembuatan keramik di Singkawang udah ketinggalan 1000 tahun dibanding
RRC tuh.
Untuk menangkap bubuk tidak perlu kapal,karena habitas tempat bubuk hidup
tidak jauh dari pantai.Alat untuk menangkap bubuk juga sederhana,dua batang
kayu sepanjang 3-4meter kemudian dipasang net(mata net halus sekali) bentuknya
seperti kerucup(seperti huruf Y).Bila musim(tidak setiap saat ada bubuk)bubuk
pada nelayan pergi ke tepi pantai sedalam 2 meter mendorong alat penangkap
tersebut.
*** Sepertinya Pak Robert udah ahli bikin terasi nih? Boleh tuh pikir2 untuk
bikin terasi di Sydney sana, siapa tau orang bule sana tertarik ama terasi. Di
sana belum ada terasi kan? Merk dagangnya kalau bisa Terasi Cap Robert Lay.
Atau kalau nggak Terasi Cap Singkawang juga boleh, sekalian promosiin kota
Singkawang gitu.
Festival penangkapan bubuk dengan walikota juga tidak kalah penting seperti
festival bersama walikota turun ke sungai untuk membersihkan sungai
Singkawang.Semoga saudara Hendy bersedia menjadi ketua panitia untuk kedua
event itu.
*** Pak Robert, thank you atas tawarannya. Bukannya saya mau menolak tapi
saya rasa Pak Robert sebagai pencetus ide ini dan juga orang yang udah ahli
bikin terasi lebih cocok diangkat sebagai ketua panitiannya. Gimana Pak Robert?
Salam,
Hendy Lie
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.