Beberapa hari yang lalu milis ini membahas mengenai sumber air untuk pengadaan 
air bersih kota Singkawang. Baiklah saya akan urun pengetahuan yang hanya 
sedikit ada pada saya.
   
  Berbicara tentang air bersih di Singkawang, saya teringat sekitar 20 sampai 
25 tahun yang lalu saat merasakan susahnya memperoleh air bersih. Ada sumber 
PDAM, tapi untuk mendapatkannya harus rela bergadang menampung air yang tidak 
pernah mampu mengalir masuk ke bak mandi. Di daerah-daerah lain bisa lebih 
parah lagi, tidak ada suply dari PDAM dan harus bergantung pada tong-tong 
penampung air hujan (untuk minum) plus air kali/parit (yang sangat tidak layak 
untuk ukuran standar sosial di negara maju or kota besar) untuk mandi/mencuci. 
Sungguh suatu sisi gelap dari kehidupan yang umumnya menyenangkan di Singkawang.

  Sebenarnya susah air di Singkawang adalah keadaan yang ironis, karena sumber 
air sebenarnya melipah ruah. Yang paling banyak tentu saja air hujan yang 
curahnya lumayan tinggi sepanjang tahun. Karena tidak dikelola dengan baik, air 
hujan ini bukannya menjadi berkah bagi kesulitan air bersih, malah menjadi 
bencana yang membanjiri kota hampir setiap tahun.
   
  Sebagian besar penduduk sebenarnya sudah memanfaatkan air hujan ini sebagai 
sumber air bersih, yaitu dengan menampungnya di dalam tong-tong besar (yang 
tidak pernah saya jumpai di daerah lain yang pernah saya singgahi) yang kadang 
sampai berjejer mengelilingi rumah. Akan tetapi, cara begini mendatangkan 
risiko lainnya karena tong-tong air itu menjadi sarang yang disukai oleh nyamum 
aedes dan nyamung-nyamuk lainnya. Selain itu, tentu saja jejeran tong-tong ini 
merusak pandangan/keindahan rumah dan halamannya.
   
  Mengapa tidak dikelola secara terpuat oleh (misalnya) PDAM? Kalau mau, bisa 
dibuatkan waduk-waduk pengumpul air hujan dalam skala besar yang airnya bisa 
digunakan sebagai bahan baku air bersih PDAM. Tentu saja pendistribusiannya 
tidak dapat mengandalkan gaya gravitasi sebagaimana halnya sumber air di gunung 
Poteng, melainkan harus dilakukan dengan menggunakan pompa-pompa air. Waduk ini 
juga bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya perikanan dan juga tempat 
wisata sehingga berpeluang untuk meningkatkan penghasilan daerah.
   
  Mahal dan susah? Tentu saja tidak ada yang gratisan dan gampangan. Semuanya 
harus dilakukan dengan kerja keras dan modal (saya yakin rekan-rekan di milis 
ini faham betul dengan ini). Tidak mungkinlah hanya dengan duduk-duduk minum 
kopi, lantas waduk itu jadi dengan sendirinya. Kerja keras dan modal ini hanya 
dapat diwujudkan jika ada tekad dan semangat yang kuat dari warga Singkawang 
sendiri untuk mewujudkannya. Apalagi kalau didukung oleh warga Singkawang yang 
sekarang sudah menjadi konglomerat Nasional atau bahkan dunia.
   
  Masih ada alternatif lain dalam penyediaan air bersih ini, tapi tetap saja 
tidak lebih mudah daripada alternatif di atas. Pertanyaannya adalah apakah kota 
Singkawang siap untuk mewujudkannya?
   
   
  Salam
  Hamzah Fansuri
   
   

       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.

Kirim email ke