Apa ada maksud lain dr Pak Robert, Hen?Kog gt yach?g jd bingung 
nich, kalo emang pengen ngasih postingan mengenai Pak Hasan, ngapain 
sich gonta ganti nama padahal orgnya sama..........bikin account 
baru trus gabung n trus cmn posting2 n kabur lagi, ntar dtg lagi dgn 
nama baru........emang lagi ngetren yach skr di milis ini?
Milis ini kyknya gak seperti dulu yach.....gak" sehat "


Alang, HK



--- In [email protected], "Hendy Lie" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear William Bong,
> 
> Saya mengucapkan selamat datang di milist Singkawang. Semoga 
kehadiran Anda bisa memberikan nilai tambah untuk milist ini :)
> 
> Saya ga mau bahas soal postingan Anda, tapi cuman mau bahas diri 
Anda aja. Dari cara Anda join dan posting di milist Singkawang, Anda 
sama seperti Janudin Fam, Bong Ket Kong, Ivert Tan (ngakunya sih 
keponakan Harris Halim Putra - teman baiknya Robert Lay) dan lain 
lain. Mereka itu BARU aja bikin account email sebelum masuk ke 
milist Singkawang. Jadi boleh dibilang itu adalah email palsu.Tadi 
saya cek tenyata email Anda juga sama, baru dibikin tanggal 3 
Oktober 2007 dan join ke milist Singkawang tanggal 20 Oktober 2007. 
Selain itu topik yang kalian bicarakan juga sama, yaitu tentang 
Hasan Karman.
> 
> Sedangkan kalau dari gaya tulisan Anda sendiri, sama persis dengan 
gaya tulisan Robert Lay tuh, member milist Singkawang yang udah 
kabur. Dan tampaknya bukan saya saja yang berpendapat demikian. Tadi 
waktu chat dengan teman-teman katanya juga demikian :). Jadi 
kayaknya lebih tepat kalau saya bukannya bilang, "Welcome William 
Bong" tapi lebih tepat kalau bilang, "Welcome BACK Robert Lay"......
> 
> Thanks
> 
> Salam,
> Hendy Lie
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: William Bong 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Monday, October 22, 2007 2:42 PM
>   Subject: [Singkawang] Duit milik Pak Iwan disantet
> 
> 
>   Dear All,
>   Saya sebagai pendatang baru dimilist ini,saya ingin memberi 
pandangan terhadap beberapa peristiwa yang baru saja terjadi di kota 
singkawang.Seperti peristiwa santet,dengan asumsi peristiwa tersebut 
ada hubungan dengan pilkada .
> 
>   Apakah benar Pak Iwan Gunawan menyantet Pak Awang Ishak ?Mari 
kita analisa peristiwa ini.
>   Yang jelas Pak Awang menyantet duitnya pak Iwan !!!!.
>   Selama ini Pak Iwan selalu mengeluh  dan merasa dirugikan oleh 
Pak Awang yang pernah berjanji dan memberi harapan kepada dia 
sebagai pendampingnya,wakil walikota.Untuk mengamanknan posisi 
tersebut,paling tidak Pak Iwan harus mengeluarkan uang sebanyak 
setengah karung gandum(kurang lebih Rp400juta).Duit(400jt) sebanyak 
itu sudah merupakan standar sebagai minyak pelicin urusan 
pilkada.Kalau tidak percaya, boleh tanya kepada Pak Hasan Karman 
tentang pengalamannya dalam hal ini.Beri kesaksian Pak Hasan!!
>   Pada akhirnya,Pak Awang tidak memilih pak Iwan sebagai 
pendampingnya.Tentu saja pak Iwan merasa dipermainkan.Seperti Pak 
Iwan ini mau buka mulut melalui Pontianak Post tentang peristiwa 
ini.Untuk menutup mulutnya Pak Iwan,maka peristiwa SANTET itu 
sebagai tanda peringatan dari Pak Awang untuk Pak 
Iwan.Ingat,menyantet orang dapat dituntut secara hukum. Ini 
kemungkinan pertama dari drama santet.
> 
>   Kemungkinan kedua  dari drama santet yaitu:
>   Ini sebuah trap untuk menjebak kubu Pak Hasan Karman.Pak Awang 
sengaja menciptakan permusuhan dengan Pak Iwan.Seakan-akan Pak Iwan 
ini sebagai orang sakit hati,kemudian dia lari ke kubu Pak Hasan 
Karman.Jika dikubu Pak Hasan tidak hati-hati dan menerima dia,ini 
akan mendatangkan malapetaka.Karena dia sebagai spy untuk lawan 
politik Pak Hasan Karman.Saya lihat kemungkinan ini lebih mendekati 
tujuan dari Pak Awang soal drama santet itu.Dari segi materi Pak 
Iwan itu tidak mengalami kerugian.Tidak mengalami kerugian,tidak 
mungkin pak Iwan menyantet pak Awang.Karena bisnisnya Pak Iwan ada 
deal dengan Pemda Singkawang.Dari segi logika bisnis kerugian yang 
sudah dialami oleh pak Iwan,dia pasti menaikkan harga produknya pada 
transaksi berikutnya.Kontrak dengan Pemda Singkawang selama 5 tahun 
tidak mungkin tidak bisa menutup kerugian sebesar apa yang dia 
pernah  derita dari duit untuk minyak pelicin itu,
> 
>   salam,
>   William Bong
> 
> 
> 
>   TJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>     Eugen, mau tidak mau, suka tidak suka masalah ras & agama 
pasti menjadi isu 
>     yg dibawa pada setiap kampanye pemilu maupun kampanye.
>     lht aja neara kita ini, brp banyak parpol yg didirikan dgn 
dasar ras atau 
>     agama?
> 
>     Salam,
>     Khiong
>


Kirim email ke