http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=68316
Sabtu, 22 Desember 2007 Terompet Menjamur Di pinggiran jalan Kota Singkawang sejak dua minggu terakhir banyak ditemui penjaja trompet. Tepat di Jalan Utomo terdapat dua pemuda masing-masing Agus, 22 dan Aswadi, 28 yang sibuk membuat terompet seraya menjajakannya. Kedua pemuda ini sanggup menyelesaikan 200 terompet setiap harinya. Lalu menitipkan kepada beberapa pedagang lain di sekitar Kota Singkawang. "Untuk saat sekarang, hanya laku delapan terompet setiap hari. Namun jumlah pembeli akan meningkat drastis pada tanggal 31 Desember," tandas Agus. Keahlian membuat teropet jelas Agus dari hasil upaya belajar otodidak. Terompet terdiri dari plastik, empet suer sebagai penghasil suara, kertas kado dan pernak-pernaik lain. "Untuk satu terompet saya jual Rp 3 ribu," jelas lelaki yang sudah tujuh tahun menekuni usaha terompet. Sebagai usaha musiman, dia mengatakan lepas tahun baru kembali menjalani pekerjaan sebagai pedagang helm. Dan setiap tahun tingkat penjualan terompet menurut. Penyebab utama adalah ramainya para saingan. "Kita berharap pada saat malam tahun baru, cuaca baik dan mendukung. Sehingga penjualan meningkat," akunya. (man)
