Forward dari milist alumni Smunsa angkatan '96

Salam,
Hendy Lie

---------- Forwarded message ----------
From: Hery Bong
Date: 2008/3/3
Subject: [smunsa] Siaran Tunda Cang Nyiat Pan 2008
To: [EMAIL PROTECTED]


 Cap go meh ,festival kebudayaan China yang dirayakan orang Singkawang
sebagai penutup tahun baru imlek.

Aku pulang....

Seminggu yang mengesankan.



Tatung tatung ramai sekali.Salah satunya Datuk tujuh
bintang.Atraksinyaadalah duduk di pedang yang tajam

Begitu menaiki tandu,kakinya menginjak golok,namun sayang karena terlalu
semangat,ia terpeleset..Kakinya oleng ,srett golok menembus jari jari
kakinya sampe dalam sekali,hampir putus malah.Darah mengucur deras.

Dalam keadaan panik,ia malah terjungkal ke belakang tandu,pedang berdiri
sudah siap menyambut punggungnya.

Bukkk  pedang malah menancap punggung di  dekat bahu tangan datuk tujuh
bintang..menembus sampai di dada bagian depan..Darah menyembur mengenai
penonton..Semua berteriak histeris,panik..

Lalu...

Aaaaaaa......aku yang berada tepat di bawahnya berteriak histeris juga..

Aaaaaaa.....

Lalu..lalu..

Aku mengusap cipratan darah di dahi ku.Lalu kulihat di telapak tanganku.



Ooh..keringat....

Bukan darah?

Aku tersadar...

Ternyata aku baru terbangun dari mimpi burukku sebelum pulang ke kampung..

Oo..mimpi rupanya.



*Berawal dari Kompas sembilan ribu*



Pulang ama 2 cece ku yang cantik,ama teman kita Singtomo. Naik pesawat siang
jam 2.

Di terminal A, kita udah cek in dari jam 12. Menunggu di ruang tunggu yg
membosankan, aku berinisiatif beli koran aja buat mengusir kebuntuan akan
kreatifitas. Gue memilih koran Kompas, tertera 2.900 rupiah.

Tapi begitu membayar di kasir,mbaknya bilang 9 rb rupiah

Hah? Gue kaget.

Tapi udah terlanjur malu kalo gak jadi, gak apa apa lah memandang jumlah
halaman kompas yg cukup tebal, kumaafkan counter di bandara itu.

Koran termahal yg pernah gue beli.





*Roti Boy*



Ruang tunggu tiba tiba gaduh oleh suara teriakan seseorang. Ada yang protes
di tujuan Surabaya.Pesawat udah delay 2 jam. bapak bapak itu mengacung
ngacungkan tangan ke customer service Lion air. Orang orang berjubel
mendekat merapat melihat menonton.

Tak ingin terjadi keributan yang lebih besar,

Pihak Lion air menyerah..

Meminta maaf tepatnya.

Sebagai kompensasi, dibagikanlah nasi nasi bungkus buat para calon
penumpang.

Calon penumpang langsung puas.

Duduk manis menikmati makan siang gratis tis dengan gejolak perasaan kembali
lega (akan sogokan)..

Begitu lah adat ala Indonesia.

Tak pernah tepat waktu (pesawat siang tak pernah tepat waktu, benar kan?
kukira semua org pernah mengalaminya).

Tapi kalo udah salah, tinggal sogok pake nasi bungkuss. Beres.



Melihat tujuan Surabaya aja delay 2 jam, apalagi tujuan Pontianak, pasti
sama, pikirku.Asing tiba tiba bilang ngidam makan roti boy. Maka, dengan
santainya kita keluar dari ruang tunggu, dari terminal A, kita berjalan
dengan santai ke terminal B. Cukup jauh.15 menit mau lah.

Perjalanan ke terminal B bikin nafas ngos ngosan. Dan Roti Boy udah tinggal
beberapa langkah di depan mata..



Tiba tiba hp ku bunyi.

Halo?

Semen? nyi abui? Pui ki pui uuu!

(lu dimana?peswat udah mau terbang)



Suara cece ku menggelegarrr. Tiketnya kan gue yang pegang. Mati uuu.

Langsung kupanggil si Asing, kita buru buru putar arah. Pertama sih gayanya
jalan cepat, tapi melihat terminal A yang nun jauh di mato,kita lama lama
jadi lari lari kecil.Terus lama lama, lari lari besar.

Masuk pintu pemeriksaan aja, hp lgsg dilempar, menyerobot penumpang yang
lain,menerobos lori lori dorong.

Lari , Ko! Lariii , ada yang berteriak menyoraki kami.

Aman! Aman! Petugas keamanan berteriak lewat HT mereka.

Pasti kami dikira syuting film atau apa lah gitu.Aku tak peduli.

Aku terus berlari ,lari lari mengejar mobilku (llayaknya ost film mini 4wd)

Mana pake acara nyasar lagi ke blok d, harusnya kan b.

Sampai di ruang tunggu, melihat muka ceceku udah hitam kaya belakangnya
kuali.Sedangkan mukaku putih pucat kayak habis dibayclin. Kontras.



Nyi ceu hi abui? (kemana aja lu?)

Ceceku murka ala dewi laut pantai barat daya.

Gara gara Roti Boy waaaa.

Petugas airportnya lagi tutup buku.Lalu dia memandang kami berdua.



Oh, jadi kalian berdua yang belum masuk itu? Ayo,cepat! Cepat!buru2 ia
merobek tiket.dg kasar (oh, hatiku terasa ikut hancur terobek robek.)

Aku pun berlalu tak mau kalah,kukibaskan rambutku ke samping,dan berdumel
,Hngggg... Lalu naik ke tangga pesawat dengan anggunnya.. (itu hanya
imajinasiku yang tak berani kulakukan,hihi).

Pengalaman pertama kejar kejaran di airport.

Malu.





*Riyono*



Sampai di Singkawang jam10 malam. Langsung cabut ke rumah Riyono, teman smu
kita.Besok dia pulang ke Ketapang. Dia nitip cd games pc. Pake motor ke
Roban, dingin banget. Sempat ngobrol banyak sambil makan mie tiaw (org skw
blg kwetiau jadi mietiaw,terus bayar dia 20rb, dia song song saya uang alang
alang, hoho, waktu naik mobil taxi, sopirnya blg kalo karyawannya bawa mobil
laju sekali, tapi skrg dia mau isi minyak dulu..hihi, gue ketawa dalam hati)
.Istri Riyono baru aja melahirkan. Cewek, dikasi nama Michelle.Selamat ya.





*Malam pawai lampion*



'Tahun lalu di malam Cap GoMeh, lampion kota kembang terang bagaikan siang.
rembulan menapaki pohon Yang Liu , orang orang berjanjian sesudah petang '



(Sajak Ouyang Xiu,Dinasti Song)



Ujan dari siang. Sore jam 6, Singkawang jadi kota lautan payung. Dimana
mana, orang orang mulai berdatangan, berbekal payung di tangan, berdiri
berjejer jejer di tepian trotoar di sepanjang jalan Diponegoro, menciptakan
pemandangan jejeran payung yang unik dan sangat indah. Seperti melihat jamur
jamur pelangi tumbuh subur di musim hujan.



Acara mulai jam8. Hujan masih gerimis. Orang orang tak peduli.



Loi uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu...

Loi uuu...

Moi Tang Tang, ibunya Ajan berteriak mengkomando ibu ibu gang 45 agar
bersiap siap..

Dari kejauhan, nampak batang hidung sang pencipta keramaian.

Ada drum band. Iring iringan mobil berpenumpang cewe cowok berpakaian adat
Dayak,chinese,melayu. Rombongan walikota Hasan Karman. Patung2 besar 12
shio,tatung,mobil permasis, bank.

Yang paling aku suka adalah mobil hias dengan cewek cewek cantik ber chiong
sam, soalnya aku sempat salam2an ama mereka dan mereka bilang kiung hi sin
nyian ke gue..berkesan di hati.

Satu lagi yang gue paling suka  adl dewa rejeki, choi sin ja. Soalnya dia
bagi bagi angpao ,rokok, jeruk dan permen (dapat 2,lumayan).

Naga naga besar dari Pontianak, yang paling menonjol adalah tarian 2 ekor
naga Bulan (naga yang dimainkan dengan keahlian khusus, dan hanya di malam
hari). Naga paling cantik dari Sungai pinyuh,126meter.

Tentu saja, Barongsai dari Kuching Malaysia.

Di akhir acara, Banyak orang berkomentar



'ini capgomeh paling ramai yang pernah ada di Singkawang'

'serasa berada di negeri Cina.Seru sekali'

'Ramai sekali tahun ini.Gak rugi deh susah susah pulang'

'Baru kali ini sore sore Diponegoro ditutup karena macet total.'

Aku? setujuuuuu.



*Naga MURI*



Penasaran dengan biaya pembuatan nya yg 400juta itu. Dipajang di STIE Mulia,
dekat rumahku. Ke sana juga dengan alasan yang sangat weird. Ambil ole ole.

Ya,teman teman di Glodok minta dibawain kumis naga terbesar ini. Aneh kan.
Gue sembahyang,kasi angpao, langsung cabut kumisnya (belakangan baru tau
kalo dilarang mencabut kumis naga pajangan,. kumis yang dibagikan buat
pengunjung bukan cabutan dari Naga Raksasa itu, tp berupa benang merah aja,
kumis Bajakan tepatnya. hehe asiknya gue dapat yang asli.)

Sempat menonton anak anak dari Malaysia gladi resik Barongsai di hall.
Ngobrol dengan wartawan dari Kuching, sempat difoto ama dia juga..





*Sehari sebelum capgomeh.*



Banyak naga naga lewat di depan rumah.

Ketika mereka beratraksi dengan piawai di jalanan, tiba tiba aku berlari
keluar,dan ke teriak..

STOP.;

Semua penari naga terdiam membeku 3 detik, bahkan penabuh gendang pun
menghentikan tabuhannya dengan mulut ternganga.

Minta kumis naganya dong, pintaku sok dea imut.

Boleh..boleh;kata koko pemegang kepala naga.

Lalu gendang pun ditabuh lalu, tung chiang tung tung chiang;

Mereka masih keheranan dan bingung, distop tiba tiba, namun kemudian berlalu
dengan menyisakan sedikit rasa kaget di muka .



Para tatung keluar buat minta restu ke klenteng klenteng besar. Sejenis
acara silahturami para tatung. Sejenis pemanasan buat besok



Malamnya ada panggung hiburan rakyat di fa tu dan samputna. Yang menarik
adalah tarian barongsai, atraksi wushu, karaoke lagu lagu imlek oleh orang
pribumi.

Atraksi yang bikin penonton berteriak heboh adalah banci banci menirukan
tarian artis artis luar negri, ada mulan jamelaa banci dan asrawarya ray
banci..india, indonesia, tari payung,piring, kipas dan peralatan rumah
tangga lainnya..

Yang heboh adalah tarian suku dayak dimana penarinya banci yang agak gemuk
duduk di ayunan fin ong ong..pertama sih banyak yg tepuk tangan. Si banci
senang dan kesetanan karena senang. Diayunkanlah dengan semangat 45,
tubuhnya yg gempal, malah sukses merubuhkan tali tali ayunan, sukses bikin
semua penonton terpingkal pingkal. Sang banci terduduk di lantai dengan rok
mini ala suku dayak hampir robek. Penonton makin senang.



Kini yang tinggal adalah tali tali ayunan yang putus, tp dia tak putus
asa.diraihnya tali itu dengan satu tangan, dan ia berayun ayun layaknya Jane
dari film Tarzan x..aku pun berteriak...ouo;ooo...

.



*Cang nyiat pan yang fenomenal.*



Berpusat di kawasan kota indah, jalan sejahtera. Sejauh mata memandang,
sampai ke ujung pelupuk, ribuan bendera panji panji tatung mengantang ke
angkasa,langit hampir terselubung oleh lambaian kain berwarna warni itu,
ujung bendera panji meliuk liuk diterpa angin,sungguh indah.itu saja sudah
sangat indah.

Bendera panji yang sangat banyak jumlahnya, Menciptakan fenomena seakan
datangnya perang.. Apalagi suara gendang tak ada habisnya mengiringi
kericuhan terindah ini.

Ratusan tatung,berpuluh puluh liukan naga, ribuan turis asing,aku melihat
kamu.kamu melihat aku. Semua menarik..

Perlu berapa tenaga kuda buat menerobos masuk kerumunan lautan manusia yang
haus akan euforia makhluk kemasukan roh. Justru itulah seninya. Tak ada cara
terindah untuk menikmati capgomeh selain masuk ke kerumunan tadi.



Panas tapi tak terasa.

Berdesakan desakan tapi seru.

Capek, tapi senang.

Takut, tapi makin penasaran.

Biasa aja awalnya, tapi luar biasa akhirnya.



Jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Tak terasa berakhir dengan menyisakan kulit
bahu yang mengelupas, dan muka yang merah tersengat sang mentari bak
bekantan. Tapi senang.



Bertemu dengan banyak teman teman dari Jakarta. Bogus,Hilman,
Reagan.Suparman.Singtomo,Fredy. Semua sibuk memotret.



*Lelang*



Pertama kali nonton lelang.Sempat dihadiri oleh Hasan Karman sang Walikota
(melihat dgn sangat dekat),Puan Maharani (anak Megawati), dkk., banyak
bodyguardnya. Tak sempat bersalaman.



Barang pertama yg dilelang adalah patung singa kecil. Harga dibuka dari
36ribu.

Naik ke 360ribu.terus ada yg teriak
3,6juta..5juta..8juta..10juta..13juta..13,9juta...dalam
hitungan detik, sebuah patung singa kecil terjual 13,9juta. Harga yg
funtastic.

Liontin bergambar Kwan im juga jadi rebutan. Terjadi perang tawar menawar
yang sangat seru antara koko dari Bandung vs koko dari Jakarta. Dari Bali
sampe Banjarmasin juga ada. Liontin dilego sampai tak ada yg berani melebihi
tawaran dari koko Bandung seharga 15,9juta.Wow...



Aku berdiri di kerumunan koko koko kaya yang rajin berperang harga. Pertama,
bingung juga disodori telur merah ama panitianya.Baik amat, pikirku. Terus,
dikasi 4 biji jeruk lokam. Asyik, gratis pikirku. Kita orang makan, makan
aja.tetapi kemudian baru sadar, mungkin kita dikira kerabat dari koko koko
kaya itu, jadinya kita dilayani dengan baik,mungkin panitianya menyangka gue
orang yang bakal ikut beli lelangan kali (muka dan penampilanku
mendukung,hoho)..gile,gak kuat deh harganya.. Tak lama, aku lengser diam
diam. Malu..





2 hari lagi aku pulang. Jam 2 siang, aku pergi makan jam mien. Di bu lon
habis. Di sapi lu (jalanan sapiudin) juga nihil. di Fakong ti juga gak
ada.Apalagi di Lonyian lu,udah tutup.jam mien di Bong nai lu (waktu plg
sekolah sering makan di sini) gak jualan. Dari situ dekat ke Jongjam, tp dia
kan udah lengser.Kuputar motorku ke arah Fatu poi, menelusuri Bong lu,lalu
sempat terpikir untuk melihat Sin khiau .Untung ketemu jam mien di
alianyiang.

Itu lah gambaran Singkawang di musim Capgomeh tahun ini. Yang jual makanan
ketiban rejeki. Pagi pagi dagangan siap siap habis diserbu. Yang gak ada
stok, tutup toko siang siang buta. Yang masih banyak stok, jualan sampe
tengah malam juga masih full house....



Pergi makan choi popan di saliung.200 biji habis berenam.



Hari terakhir, pergi beli ole ole atapson dan nyiun ko. Mampir di cai thong
buat minta po sin phu buat sekeluarga.Yang sembahyangin dan baca baca
mantranya adl caiku.

Ketika mengocok chiam si, hebat sekali melihat  pergerakan yang terjadi.
Kayu chiam si keluar sebatang, lalu berputar 360 derajat di leher kaleng
chiam si, kemudian dgn telunjuk dan tengah,sang caiku menjepit dgn erat.
Hop,dapat. Hebat. Rasanya mau tepuk tangan sekeras kerasnya.

Ke taman Bougenvil.Masih dingin kayak dulu.

Ke Sinka Island..Binatangnya pada mati semua,padahal belum diresmikan.
Untung pantainya masih indah.udah ada kolam renang, bagus.



Kejar kejaran di airport...

Mengejar naga untuk mengambil kumisnya..

Foto foto di tengah jalan saat Lampion and cultural festival night...

Mendengarkan keluh kesah Bapak tua gunung Pasi...

Rumah panti jompo sinar abadi..

Nonton konser musik ,kungfu atraction and barongsai di tengah hujan...

Menerobos masuk keramaian Tatung ...

Makan..makan..dan makan..







Capgomeh berakhir.

Adalah yang paling ramai tahun ini.



..

Kirim email ke